Tetapkan Pertumbuhan 50% Pada TV Panel Layar Datar

LG

Sabtu, 21/01/2012

PT LG Electronics Indonesia sebagai perusahaan elektronik global yang berbasis di Korea Selatan, mengumumkan rencana besarnya yang menetapkan pertumbuhan 50% bagi penjualan divisi Flat Panel Display (TV panel layar datar). Bersanding dengan hal tersebut, LG pun menyatakan kesiapan untuk memantapkan posisinya sebagai pemimpin pasar 3D TV di Indonesia di tahun 2012.

Keberhasilan rencana LG di tahun ini bakal memperpanjang catatan prestasi perusahaan sebagai pemimpin pasar TV panel layar datar di Indonesia yang telah dipegangnya sepanjang tiga tahun belakangan. “Penetapan target pertumbuhan tinggi ini diperlukan untuk memperkuat posisi LG yang selama ini menjadi pemuncak dalam persaingan pasar TV di Indonesia,” ujar David Tjokro, Marketing Director – PT. LG Electronics Indonesia.

Termasuk dalam TV Panel Layar Datar (Flat Panel Display) adalah jenis TV dengan teknologi Liquid Crystal Display (LCD), Light Emitting Display (LED), Plasma TV dan TV dengan kemampuan mereproduksi tayangan 3 Dimensi (3D TV). Sepanjang tahun lalu, LG tercatat sebagai pemimpin pasar TV panel layar datar di Indonesia dengan merengkuh 30% pangsa pasar.

Prestasi tersebut memperpanjang rekor LG sebagai pemuncak dalam kompetisi pasar TV panel layar datar di Indonesia yang telah dipegangnya selama 3 tahun terakhir sejak 2009 dengan rata-rata pencapaian pangsa pasar 30% setiap tahunnya. Keseluruhan data ini merujuk pada survei yang dilakukan Growth for Knowledge (GfK), salah satu perusahaan marketing research terbesar di dunia yang berbasis di Jerman.

Lebih lanjut GfK juga memberikan prediksi adanya peningkatan permintaan TV kategori Flat Panel Display di pasar domestik untuk tahun 2012 menjadi 3,718,000 unit. Jumlah ini meningkat dari tahun sebelumnya yang mencatatkan sejumlah 2,496,000 unit terjual. Dari jumlah tersebut, divisi Flat Panel Display LG membukukan angka penjualan sebesar 800,000 unit dari seluruh varian pada tahun 2011 lalu.

Dengan target pertumbuhan 50%, LG mengharapkan dapat memasarkan sekitar 1,300,000 unit TV dari jenis Flat Panel Display sepanjang tahun 2012 ini. Pencapaian target pertumbuhan ini bakalan membawa penguasaan LG atas 35% pangsa pasar di tahun 2012 untuk divisi Flat Panel Display.

3D TV: Keunggulan Teknologi TV Masa Depan

Sementara untuk mendukung langkahnya memantapkan posisi dalam persaingan pasar 3D TV, PT. LG Electronics Indonesia juga berambisi untuk meningkatkan porsi penjualan 3D TV di Indonesia. Perusahaan elektronik ini bahkan optimis sejumlah 6,000 unit 3D TV-nya akan terjual setiap bulan di sepanjang tahun 2012. “Prestasi gemilang LG dalam pasar 3D TV di tahun lalu ditambah dengan prediksi peningkatan permintaan di tahun ini menjadi modal besar kami dalam mencapai target ini,” ujar Eko Adhi Suyitno, Product Manager Flat Panel Display – PT. LG Electronics Indonesia

Optimisme ini tidaklah berlebihan bila melihat prediksi GfK yang meramalkan adanya total permintaan 3D TV nasional sepanjang tahun 2012 nanti sebesar 200,000 unit. Jumlah ini meningkat drastis dari catatan total penjualan nasional kategori 3D TV di tahun lalu yang hanya berada pada kisaran 60,000 unit sepanjang tahun. Bersamaan dengan prediksi GfK di tahun 2012 ini, penjualan 3D TV akan berkontribusi terhadap peningkatan penjualan LED TV menjadi 60,000 unit setiap bulannya. Hal ini terjadi karena LED TV merupakan basis teknologi yang dipakai dalam 3D TV. Jumlah ini sama halnya dengan 3D TV akan memberikan kontribusi sejumlah 30% dari total penjualan LED TV.

Terkait dengan ambisi besarnya ini, LG menyatakan akan membawa pengembangan baru pada kategori produk 3D TV besutannya yang siap memasuki pasar dalam negeri di tahun ini. Disamping tetap mempertahankan penggunaan teknologi Film Patterned Retarder, LG menyebutkan 3D TV terbarunya nanti akan menggunakan bingkai layar (bezel) yang lebih tipis hingga hampir menyatu dengan layar. LG sendiri menamai hasil pengembangan layar terbarunya ini dengan Cinema Screen. Tak hanya soal peningkatan kemampuan visual, LG bahkan menyatakan 3D TV terbarunya di tahun 2012 ini akan dilengkapi tata suara 3D melalui fitur 3D Sound Zooming.

Meskipun belum memberikan rincian lebih detail mengenai peluncuran 3D TV terbarunya nanti, LG berancang-ancang pemasarannya di Indonesia akan terjadi pada paruh pertama tahun ini. “Peningkatan pada teknologi visual ditambah dengan tata suara 3D akan membawa pengguna lebih terlibat dalam tayangan 3D yang disaksikannya,” kata Eko Adhi Suyitno.

Bicara mengenai tetap dipertahankannya teknologi Film Patterned Retarder (FPR) pada 3D TV terbarunya nanti, Eko Adhi Suyitno menyatakan, hal ini tak lepas dari keunggulan FPR yang telah dipercaya menjadi terobosan baru yang dapat mengeliminasi berbagai kelemahan 3D TV generasi sebelumnya yang menggunakan teknologi Shutter Glasses (SG).

Pasalnya, teknologi FPR memiliki kemampuan mengoptimalisasi tingkat kecerahan gambar dan sekaligus memberikan tingkat kenyamanan lebih dalam menyaksikan tayangan 3D melalui layar TV. “Keberhasilan LG sebagai pemimpin pasar 3D TV tahun lalu menjadi bukti penerimaan masyarakat akan teknologi FPR. Bahkan teknologi ini menginspirasi industri untuk mengikuti jejak LG dengan menggunakan teknologi yang sama,” ujar Eko Adhi Suyitno.

Pernyataan ini merujuk pada prestasi besar LG memimpin pasar 3D TV di Indonesia dengan kesuksesan penjualan LG Cinema 3D TV. Sejak debut perdananya di pasar Indonesia pada kisaran medio April setahun lalu, LG Cinema 3D TV terus mengalami peningkatan signifikan dalam penjualan dan membawa LG meraih 46% pangsa pasar 3D TV di Indonesia. Kesuksesan penjualan LG Cinema 3D TV bahkan dikatakan menjadi salah satu pemicu terjadinya peningkatan permintaan 3D TV secara nasional di tahun 2011 dibandingkan tahun sebelumnya.

Dalam rekaman GfK, permintaan 3D TV secara nasional hanya menyentuh kisaran 4,000 unit sepanjang tahun 2010. Sedangkan pada tahun 2011, lembaga yang sama menyebutkan permintaan 3D TV secara nasional tumbuh pesat hingga mencapai kisaran 30,000 – 35,000 unit sepanjang tahun. Terkait dengan kelesuan pasar 3D TV di tahun 2010, Eko Adhi Suyitno lebih lanjut menyatakan, hal ini tak lepas dari penggunaan teknologi shutter glasses pada 3D TV yang beredar di pasaran masa itu. Penggunaan kacamata teknologi shutter glasses terkadang menimbulkan rasa pusing akibat efek kedipan (flicker) dan gelombang elektromagnetik dari perangkat elektronik yang tertanam pada kacamatanya

Kedua hal inilah, yang kemudian menurut Eko Adhi Suyitno membuat pasar 3D TV pada tahun 2010 cenderung lesu. “Penerimaan pasar akan 3D TV berbalik tajam di tahun 2011 sejak LG mulai memperkenalkan LG Cinema 3D TV. Penerapan teknologi FPR mampu mengikis keluhan akibat efek kedipan (flicker) dan kekhawatiran akan efek gelombang elektromagnetik yang sebelumnya ditemui pada 3D TV dengan teknologi shutter glasses,” ujar Eko Adhi Suyitno.