BEI Bakal Buka Galeri Investasi di Yogyakarta - Sukseskan Desa Nabung Saham

NERACA

Yogyakarta – Genjot pertumbuhan investor ritel, kantor perwakilan PT Bursa Efek Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) akan mendirikan galeri investasi di tingkat perdesaan untuk mendukung Program Desa Nabung Saham di daerah tersebut.”Untuk di DIY target kami sudah mulai berdiri galeri investasi desa pada akhir 2017," kata Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) DIY Irfan Noor Riza di Yogyakarta, Senin (21/8).

Irfan mengatakan, Galeri Investasi Desa akan menjadi sarana utama pendukung pelaksanaan Program Desa Nabung Saham. Di DIY Program Desa Nabung Saham akan dimulai di desa yang dinilai paling terpencil yakni Desa Mertelu, Kecamatan Gedangsari, Kabupaten Gunung Kidul.”Saat ini kami sedang menyiapkan sarana prasarananya terlebih dahulu sembari dilakukan sosialisasi kepada warga desa mengenai program itu," ucapnya.

Menurut Irfan, sosialisasi dan edukasi terhadap warga desa telah dimulai dengan melibatkan perguruan tinggi di DIY yang masing-masing telah memiliki galeri investasi.”Perguruan tinggi di Yogyakarta memang kami arahkan untuk membuat KKN tematik di desa-desa. Sehingga kami bisa sekaligus sosialisasi," tuturnya.

Program Desa Nabung Saham, menurut dia, merupakan kerja sama BEI bersama PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI). Dengan membuka galeri investasi di desa, Irfan berharap semakin banyak masyarakat perdesaan yang melek saham sehingga akan membantu menekan jumlah korban investasi bodong di perdesaan.”Dari program bersama BRI itu pula diharapkan akan banyak investor-investor pasar modal muncul dari perdesaan karena peluangnya sangat besar," imbuhnya.

Irfan mengakui hingga saat ini masih sangat sedikit masyarakat perdesaan yang melek pasar modal. Sesuai data BEI DIY per Juli 2017, dari sebanyak 27.519 investor pasar modal, jumlah investor dari unsur masyarakat perdesaan hanya mencapai 3-5% masih jauh di bawah unsur kampus yang telah mencapai 30%. Sementara jika dilihat dari total penduduk DIY yang mencapai 3,4 juta orang, artinya baru 10% masyarakat DIY yang sudah menjadi investor pasar modal. (ant/bani)

BERITA TERKAIT

Saham TCPI Masuk Pengawasan BEI

Lantaran terjadi peningkatan harga saham di luar kewajaran atau unusual market activity (UMA), perdagangan saham PT Transcoal Pacific Tbk (TCPI)…

BTN Optimis Bisa Dongkrak Fee Base Income - Akusisi Manajer Investasi

NERACA Jakarta – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) optimis dengan mengambil alih anak usaha perusahaan manajemen investasi bakal…

Implementasi T+2 Berlaku November - Genjot Transaksi Saham

NERACA Jakarta- Semangat inovasi untuk melakukan kemudahan dalam bertransaksi terus dilakukan PT Bursa Efek Indonesia (BEI). Teranyar, BEI siap menerapkan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

BRPT Siapkan Belanja Modal US$ 1,19 Miliar

Dalam rangka meningkatkan kapasitas produksi pabrik petrokimia sebesar 900 ribu ton menjadi 4,2 juta ton per tahun, PT Barito Pacific…

Gandeng Binar Academy - Telkomsel Edukasi Digital Anak Muda di Timur

NERACA Jakarta - Dalam rangka pemerataan dan menggejot partisipasi anak muda di kawasan Timur Indonesia dalam kompetisi The NextDev, Telkomsel…

Juli, Fast Food Baru Buka 6 Gerai Baru

Ekspansi bisnis PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST) dalam membuka gerai baru terus agresif. Tercatat hingga Juli 2018, emiten restoran…