Phapros Bangun Fasilitas Produksi Scaffold Hydroxyapetite

NERACA

Bandung – PT Phapros, Tbk dan PT Mitra Rajawali Banjaran sebagai anak perusahaan PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) yang bergerak di industri farmasi dan alat kesehatan menggelar acara peletakan batu pertama pembangunan fasilitas produksi alat kesehatan Scaffold Hydroxyapetite di pabrik PT Mitra Rajawali Banjaran (MRB) di kawasan Banjaran, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Produk Scaffold Hydroxyapatite adalah hasil hilirisasi riset produk alat kesehatan dalam negeri oleh periset Dr. dr. Ferdiansyah, Sp.OT dari RSUD Dr. Soetomo. Scaffold yang akan diproduksi Phapros ini merupakan contoh sinergisme ABGC (Academician-Business-Government-and Community).Produk tersebut bisa dimanfaatkan sebagai komponen implantasi penopang tulang dan gigi.

Komisaris Utama Phapros sekaligus Direktur Keuangan RNI, M. Yana Aditya mengatakan bahwa kerjasama antara Phapros dengan PT Mitra Rajawali Banjaran merupakan sinergi anak perusahaan RNI dalam mendukung upaya kemandirian alkes nasional.

“Kerjasama ini sejalan dengan Instruksi Presiden no. 6/2016 tentang Percepatan Pengembangan Industri Farmasi dan Alat Kesehatan. Untuk itu, kami gagas kolaborasi antara Phapros yang punya modal dan teknologi dengan MRB yang memiliki lahan dan aset bangunan idle. MRB juga telah dilengkapi sederet izin, seperti izin industri, edar, impor, dan sertifikasi pengembangan alat kesehatan,” ujar Yana sebagaimana disampaikan dalam keterangan resmi, Selasa (22/8).

Tak hanya akan memanfaatkan asset idle yang dimiliki PT MRB, Phapros juga akan melakukan transfer knowledge kepada sumber daya manusia yang dimiliki PT MRB terkait hal – hal teknis yang berkaitan dengan produksi Scaffold Hydroxyapetite tersebut.

Direktur Utama PT Phapros, Tbk, Barokah Sri Utami juga menjelaskan bahwa fasilitas produksi yang tengah dibangun tersebut ditargetkan bisa beroperasi penuh di semester II/2018.

“Fasilitas produksi yang saat ini dibangun memang kapasitasnya masih medium, tapi ke depannya dengan bertumbuhnya pasar alkes yang cukup tinggi mencapai 13%, maka fasilitas ini akan terus berkembang baik dari sisi kapasitas maupun pertambahan varian produk Hydroxyapetite yang lain,“ tambah Yana.

Menurut perempuan yang akrab disapa Emmy ini, produk Scaffold Hydroxyapetite yg saat ini beredar sebagai bone filler 100% impor dari beberapa negara seperti Italia, Jerman dan Korea. “Produk ini akan menjadi produk alkes Scaffold Hydroxyapetite lokal pertama di Indonesia. Pada tahun ketiga nanti, kami berharap sudah bisa memperoleh omzet sebesar Rp 10 miliar,” tambahnya.

Sebelumnya di awal tahun 2017, telah disepakati kerja sama antara Phapros dan RNI yang ditandai dengan penandatangan nota kesepahaman (MoU) oleh Direktur Utama PT Phapros Barokah Sri Utami dan Direktur PT Mitra Rajawali Banjaran (MRB) Ahmad Sufi terkait penggunaan asset idle PT MRB untuk produksi alat kesehatan Scaffold Hydroxyapetite di kantor RNI, Jakarta.

PT Phapros, Tbk adalah perusahaan farmasi terkemuka di Indonesia yang didirikan sejak 21 Juni 1954. Dengan komposisi saham sebesar 56.6% dimiliki oleh PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) sedangkan sisanya dimiliki oleh publik. Sebagai perusahaan yang sangat berkomitmen tinggi terhadap standar kualitas, Phapros telah mendapatkan certifikasi CPOB sejak tahun 1990 serta perolehan sertifikat ISO 9001 pada 1999 (yang ditingkatkan menjadi Sertifikat ISO 9001 versi 2008), Sertifikat ISO 14001 pada 2001 (yang telah ditingkatkan menjadi ISO 14001:2004), Sertifikat OHSAS 18001:2007 pada 2010, dan Sertifikat ISO 17025dari Komite Akreditasi Nasional (KAN) untuk Laboratorium Kalibrasi.

Saat ini Phapros memproduksi lebih dari 250 item obat, diantaranya adalah obat hasil pengembangan sendiri dan salah satu produk unggulan Phapros yang menjadi pemimpin pasar di katagorinya adalah Antimo.

BERITA TERKAIT

MARK Beli Tanah Rp 13 Miliar di Deli Serdang - Ekspansi Produksi

NERACA Jakarta - PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK) membeli tanah dan bangunan di Tanjung Morawa, Deli Serdang dari PT…

Produksi Tambang Delta Dunia Tumbuh 20% - Bisnis Kembali Menggeliat

NERACA Jakarta - Emiten pertambangan, PT Delta Dunia Makmur Tbk (DOID) memproduksi batubara sebesar 33,8 juta ton periode Januari-Oktober 2017.…

Produksi Beras Lebak Capai 261.797 Ton

Produksi Beras Lebak Capai 261.797 Ton NERACA Lebak - Produksi beras di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, sampai Oktober 2017 mencapai…

BERITA LAINNYA DI INDUSTRI

Dunia Usaha - Industri Logam Masih Jadi Andalan Pertumbuhan

NERACA Jakarta - Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto optimis pertumbuhan industri masih bisa terjaga, karena ditopang dari beberapa pertumbuhan industri seperti…

Perikanan Tangkap - KKP Rampungkan Pengadaan Bantuan Kapal di 2017

NERACA Jakarta – Program pengadaan kapal perikanan tahun 2017 oleh Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap (DJPT) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP)…

RI-Norwegia Perkuat Komitmen Kerjasama Akuakultur

NERACA Jakarta - Indonesia dan Norwegia kembali menguatkan komitmen kerjasama di bidang Perikanan Budidaya khususnya pengembangan budidaya laut. Komitmen tersebut…