Proyek Tanggul Mandek, Warga Resah

Selasa, 17/01/2012

Tangerang - Warga Kompleks Perumahan Pondok Bahar Permai, Karang Tengah, Kota Tangerang yang tadinya berharap perumahannya tidak kebanjiran kini menjadi harap-harap cemas. Karena pembangunan tanggul yang pemancangannya dilakukan oleh Walikota Wahidin Halim disaksikan oleh Dirjen Sumber Daya Air Kementrerian PU Mohammad Amron pada 20 Desember 2011, kini sudah 2 minggu lebih mandek.

Yang Nampak di lapangan hanya sebuah alat pancang, back hoe dan tumpukan tiang pancang. Pada pagi hari kemarin hanya nampak seorang operator alat berat saja yang hadir di lokasi proyek untuk meminyaki alat berat yang ada.

Menurut seorang ketua RW yang tidak mau disebutkan namanya, kalau pembangunan tanggul ini terhambat tanpa alasan yang jelas, maka dikhawatirkan kejadian banjir besar seperti pada 2007 akan terulang lagi, di mana aliran Kali Angke yang sangat deras masuk ke dalam kompleks, karena tanggul yang dekat danau jebol.

“Karena derasnya arus Kali Angke, Pondok Bahar Permai berubah menjadi sungai yang besar,” katanya.

Menurut dia, pihak perwakilan warga sudah minta agar pembangunan tanggul di tepi danau itu diprioritaskan, tapi dengan catatan agar pengerahan alat berat itu ke tepi danau tidak sampai merusak jalan lingkungan. “Kalau pun terjadi kerusakan, proyek harus segera memperbaikinya,” katanya.

Menurut Camat Karang Tengah Drs. Herman Suwarman, MSi, pembangunan tanggul Kali Angke itu agak terhambat, karena masih ada warga yang belum membongkar bangunan yang dibangun di dalam sempadan sungai, sehingga mobilisasi alat berat ke arah tepi danau dan seterusnya sampai ke pinggir tol menjadi terhambat.

“Karena itu, pelaksanaan tanggul untuk sementara akan dialihkan ke seberang Kali Angke di wilayah Kel. Gondrong,” katanya.

Namun dia menyayangkan sikap warga yang sudah menikmati menggunakan sempadan sungai itu untuk garasi mobilnya, tidak segera membongkar bangunan itu, sehingga menghambat pelaksanaan proyek.

Oleh karena itu, Herman minta pengertian warga yang melanggar garis sempadan sungai itu agar segera membongkar bangunannya.

“Kalau bangunan itu dibongkar sendiri, warga itu masih bisa menyeelamatkan bahan bangunan yang masih bisa dipakai. Tapi kalau harus ditabrak dengan back hoe, kan sayang,” katanya.

Seperti diketahui, proyek normalisasi kali Angke yang digarap Kementerian Pekerjaan Umum, akan mengurangi bahaya ancaman banjir untuk sebagian wilayah Kota Tangerang.

Acara pemancangan tiang pancang pertama di Kelurahan Pondok Bahar, Kecamatan Karang Tengah, dimulai Selasa (20/12) oleh Walikota Tangerang H Wahidin Halim dengan menekan tombol sirine.

Walikota Tangerang ketika itu meminta kepada masyarakat untuk memberikan dukungan terhadap proyek normalisasi kali Angke karena sangat dibutuhkan. Untuk itu ujar Walikota, agar masyarakat tidak lagi mendirikan bangunan di sepanjang kali. Dan berharap agar Pemerintah Provinsi dapat memberikan kontribusi dalam pembebasan lahan warga yang terkena pekerjaan normalisasi kali Angke yang membutuhkan lahan sampai 20 meter dari garis sempadan sungai.

Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum, Mochammad Amron mengatakan pada saat pemancangan tiang pertama, bahwa proyek ini adalah salah satu upaya untuk mengatasi banjir yang terjadi di beberapa kota termasuk di antaranya kota Tangerang.

Menurut Amron, proyek normalisasi kali angke dibagi dua paket, pertama pekerjaan normalisasi yang dimulai dari Cengkareng Drain sampai dengan Jembatan Pondok Bahar sepanjang 11,425 km meliputi pekerjaan pengerukan alur sungai, perkuatan tebing, jalan inspeksi, jembatan orang dan pintu air serta saluran gendong.

Sedangkan paket dua, mulai dari jembatan Pondok Bahar sampai dengan hulu jembatan Bintaro Raya sepanjang 8,575 km dengan jenis pekerjaan yang sama seperti paket I.

Menurut dia, bila air kali Angke meluap akan menggenangi tiga kota, yakni Jakarta Barat, Kota Tangerang dan Kota Tangerang Selatan dengan luas 892 Ha.