IKAI Bidik Dana Rights Issue Rp 978,15 Miliar - Akuisisi Perusahaan Properti

NERACA

Jakarta – Butuh modal besar untuk mendanai rencana akuisisi perusahaan properti, PT Intikeramik Alamasri Industri Tbk (IKAI) berencana menambah modal dengan penerbitan saham baru melalui hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) alias rights issue. Dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin disebutkan, IKAI berencana menerbitkan 9,5 miliar saham seri B. Nantinya, pemegang saham lama yang ikut HMETD (rights issue) akan mendapatkan 12 saham baru untuk setiap saham lama.

Harga pelaksanaan yang ditawarkan dalam rights issue adalah Rp 103 per saham. Alhasil, perusahaan ini bakal mendapat dana segar mencapai Rp 978,15 miliar. Sekitar 55,19% dana hasil rights issue akan digunakan untuk mengakuisisi beberapa perusahaan properti yang berada di Jakarta, Medan, dan Bali. Pasalnya, industri keramik dalam negeri sedang mengalami perlambatan. Kemudian, sebanyak 44,8% atau setara Rp 431,05 miliar dari dana rights issue digunakan IKAI untuk modal kerja dan pengembangan perusahaan.

Meski memiliki seri yang berbeda, saham baru yang diterbitkan lewat PUT ini memiliki hak yang sama dengan saham-saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh ke perusahaan. Perseroan menegaskan tidak terdapat perbedaan hak antara seri saham yang berbeda, sehingga tidak ada hak pemegang saham perusahaan yang dirugikan. Adapun sebelum menerbitkan saham baru, perusahaan berencana menggelar rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) untuk mendapat persetujuan dari pemegang saham. Rencananya, RUPSLB ini akan dilaksanakan pada 25 September 2017.

Sebagai informasi, penurunan perfomarce kinerja perseroan sudah terlihat di tahun 2015. Dimana emiten produsen keramik ini mencatatkan kerugian usaha sebesar Rp 22,5 miliar atau naik sekitar Rp 18,6 miliar dari tahun sebelumnya. Penjualan bersih perseroan tahun 2015 mencapai Rp 141,2 miliar atau turun sebesar 46% dibanding tahun 2014 yang mencapai sekitar Rp 262,3 miliar. Dilihat dari pos penjualan ekspor, tahun 2015 perseroan berhasil melakukan penjualan sebesar Rp 20,7 miliar dengan kontribusi penjualan sebesar 14,7% dari jumlah penjualan konsolidasi Intikeramik atau naik dibanding tahun 2014 yang memberikan kontribusi sebesar 10,9%.

Sedangkan untuk penjualan lokal IKAI mencapai Rp 120,5 miliar, mengalami penurunan sebesar Rp 113,1 miliar atau sekitar 48,4% dibandingkan dengan pencapaian penjualan tahun 2014. Saat ini, perseroan memiliki 14 independen distributor yang tersebar di seluruh Indonesia, yakni Jakarta, Medan, Padang, Pekanbaru, Palembang, Bandung, Semarang, Surabaya, Denpasar, Manado, Makassar, Pontianak, Samarinda dan Banjarmasin. Distributor tersebut selanjutnya menjual melalui lebih dari 1.100 toko pengecer di seluruh Indonesia.

Untuk pasar internasional, secara rutin IKAI telah mengekspor ke sejumlah negara melalui distributor dan agen di Amerika Serikat, Australia, Afrika Selatan, Bahrain, Brunei, Banglades, Filipina, Italia, Jepang, Korea Selatan, Malaysia, Nigeria, Pakistan, Rusia, Singapura, Taiwan dan beberapa negara Amerika Latin. IKAI juga berhasil meraih beberapa proyek internasional, terutama di Korea Selatan dan Taiwan.

Related posts