Semester I/2017, Laba Bersih Bank Tumbuh 20,28%

NERACA

Jakarta – Industri perbankan tengah menikmati laba yang meningkat signifikan. Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso menyatakan bahwa laba bank semester I cukup bagus. “Laba bank cukup bagus,” katanya, seperti dikutip CNNIndonesia, kemarin. OJK mencatat laba bank mencapai Rp65,7 triliun atau tumbuh 20,28% dibandingkan dengan periode yang sama di tahun lalu mencapai Rp54,62 triliun.

Capaian tersebut jauh lebih baik dibandingkan capaian semester I 2016,di mana laba hanya tumbuh 7,43 persen. Jika dibandingkan kinerja kuartal I di mana laba tumbuh 13,57 persen secara tahunan, maka kinerja laba sepanjang paruh pertama tahun ini juga terbilang membaik. Berdasarkan Statistik Perbankan Indonesia OJK Juni 2017, kenaikan laba bersih perbankan tersebut antara lain ditopang oleh kenaikan pendapatan bunga bersih. Per akhir Juni 2017, pendapatan bunga bersih perbankan tercatat naik 5,6 persen secara tahunan menjadi Rp175,93 triliun.

Kenaikan pendapatan bunga bersih tersebut berasal dari pertumbuhan pendapatan bunga yang lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan beban bunga. Tercatat, pendapatan bunga perbankan mencapai Rp357,16 triliun pada semester I 2017 atau tumbuh 5,3 persen secara tahunan. Sementara, beban bunga naik 5 persen menjadi Rp181,23 triliun.

Perbaikan kinerja laba perbankan sepanjang Januari-Juni 2017 juga disumbang oleh turunnya beban operasional bank sebesar 5,6 persen dari Rp226,98 triliun pada semester I 2016 menjadi Rp214,19 triliun. Sementara, pendapatan operasional bank tercatat sebesar Rp120,51 triliun atau melorot 6,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, Rp129, 11 triliun.

Jika dirinci, pertumbuhan laba bank tertinggi terjadi pada Bank Umum Kategori Usaha (BUKU) 3, yaitu sebesar 24,22 persen menjadi Rp18,46 triliun dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp14, 86triliun. Disusul bank BUKU 4 dengan yang tumbuh sebesar 23,62 persen menjadi Rp40, 14 triliun per Juni 2017 dari Rp32,47 triliun per Juni 2016.

Di sisi lain, laba bank BUKU 1 tergerus sebesar 11,75 persen menjadi Rp571 miliar per Juni 2017 dari periode yang sama tahun lalu, Rp647 miliar. Kemudian, laba bank BUKU 2 turun 11,18 persen menjadi Rp5,4 triliun per Juni 2017 dari Rp6,08 triliun per Juni 2016.

Di kelompok bank syariah, per Juni 2017,laba bank BUKU 1 syariah tercatat Rp55 miliar meroket lebih dari sembilan kali lipat dari capaian periode yang sama tahun lalu, Rp6 miliar. Hal ini disumbang oleh penurunan beban operasional dari Rp1, 4 triliun menjadi Rp370 miliar. Kenaikan juga terjadi pada laba bank BUKU 2 syariah yang tumbuh 129 persen menjadi Rp889 miliar per Juni 2017.

Selanjutnya, penyaluran kredit per semester I 2017 mencapai Rp4.491,19 triliun atau hanya tumbuh 7,74 persen dari periode yang sama tahun lalu, Rp4.168,31 miliar. Kenaikan penyaluran kredit tersebut juga diiringi kenaikan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 10,3 persen secara tahunan dari Rp4.574, 67 triliun pada Juni 2016 menjadi Rp5.045,99 triliun. Lebih lanjut, margin bunga bersih (Net Interest Margin/NIM) perbankan turun dari dari 5,59 persen pada Juni 2016 menjadi 5,35 persen. Adapun total aset perbankan pada semester I 2017 mengalami kenaikan secara tahunan sebesar 10,42 persen secara tahunan Rp7.025,81 triliun.

Related posts