Trayek Tol Laut Ditambah

NERACA

Jakarta - Trayek tol laut akan ditambah pada 2018 menjadi sekitar 20 trayek yang saat ini 13 trayek, kata Direktur Lalu Lintas Angkutan Laut Kementerian Perhubungan Bay M Hasani. "Sekitar 20 atau 25 trayek, nanti kita bagi antara Pelni dan swasta, mungkin 15 swasta dan lima Pelni," kata Bay saat diskusi di Jakarta, Rabu (16/8).

Artinya, lanjut dia, anggaran untuk subsidi tol laut pun akan bertambah, namun Ia belum bisa memprediksi penambahan anggaran tersebut taun depan. Tahun ini, lanjut dia, total subsidi yang digelontorkan untuk program tol laut adalah Rp355 miliar, rinciannya untuk penugasan Pelni Rp226 miliar dan untuk pelelangan swasta Rp128 miliar.

"Tahun depan bisa dua kali lipatnya, bisa juga tidak, tergantung kebutuhan. Kita menugaskan Pelni disesuaikan dengan kepemilikan kapal, kalau menugaskan Pelni tapi kapalnya enggak ada dan dia menyewa lagi, kenapa enggak bisa langsung saja (ke swasta), baru sisanya swasta," katanya. Saat ini porsi pelni dan swasta hampir berimbang, yaitu Peni menjalankan tujuh trayek, sementara swasta enam trayek.

Selan itu, Bay juga menjelaskan Program Tol Laut tidak hanya mengangkut bahan poko, tetapi juga barang penting dengan terbitnya Pepres 70 Tahun 2017 Tentang Penyelenggaraan Kewajiban Pelayanan Publik untuk Angkutan Barang dari dan ke Daerah Tertinggal, Terpencil, Terluar dan Perbatasan. "Sebelumnya 'kan hanya bahan poko, seperti beras, gula dengan keluarnya Perpres 70/2017 juga didistribusikan barang penting sesuai dengan kebutuhan daerah masing-masing, misalnya mie instan atau air mineral," katanya.

Bay menjelaskan dengan adanya Perpres tersebut juga dibangun adanya sinergi antara tol laut dengan jalur-jalur penghubung dengan moda lain, seperti darat dan udara untuk menjangkau wilayah yang jauh. Dalam Perpres 70/2017, pemerintah menugaskan untuk beroperasinya jembatan udara yang dapat mengangkut bahan pokok atau barang penting dari pelabuhan ke wilayah, seperti Wamena atau Timika.

Selain itu juga penugasan ditujukan pada Perum Damri untuk jalur darat dan PT ASDP Indonesia Ferry untuk jalur penyeberangan. "Ibarat ikan, tol laut itu tulang dari kepala ke ekor, tapi kita juga butuh jalur ke bawah atau ke atasnya seperti tulag-tulang yang kecil itu," katanya. Selain itu juga, lanjut dia, dibangun sentra logistik Rumah Kita di titik-titk tujuan Tol Laut sebagai tempat pemasok dan konsolidasi bahan-bahan pokok untuk menjamin ketersediaan.

Lokasi Rumah kita, yaitu berada di Nias dan Mentawai yang dikelola oleh PT Pelindo I; Natuna dan Tahuna (PT Pelindo II); Dompu, Waingapu, Rote dan Kalabahi (Pelindo III); Nabire, Tobelo, Sebatik, Tidore dan Sangatta/Lhoktuan (Pelindo IV); Morotai, Saumlaki, Manokwari dan Timika (Pelni) serta Merauke dan Namlea (ASDP).

Related posts