UMKM Diberikan Software Analisis Usaha

NERACA

Jakarta---Guna mendorong pengembangan UMKM ke depan, maka pemerintah memberikan software atau piranti lunak untuk menilai kelayakan ekonomi dan finansial usaha UMKM yang dapat dimiliki secara gratis dengan mengunduh situs www.smecda.com. “Dengan begitu pelaku UMKM pada sektor perdagangan, pertanian, manufaktur, jasa, dan restoran dapat memanfaatkan software yang dirancang agar mudah dipahami ini," kata Deputi Bidang Pengkajian Sumberdaya UKMK Kementerian Koperasi dan UKM, I Wayan Dipta, di Jakarta, Senin,16/1

Wayan menambahkan pihaknya berharap piranti lunak DSS (Decision Support System) Kelayakan Ekonomi dan Finansial UMKM untuk menilai kelayanan ekonomi dan finansial usaha UMKM dapat tersosialisasikan secara optimal. DSS merupakan suatu sistem yang ditujukan untuk mendukung manajemen pengambilan keputusan.

Menurut Wayan, Sistem itu berbasis model yang terdiri dari prosedur-prosedur dalam pemrosesan data dan pertimbangan untuk membantu manajer dalam mengambil keputusan. "Software DSS UMKM ini adalah sebuah kelas sistem informasi yang terkomputerisasi yang dapat mendukung para penggunanya dalam perencanaan dan pengambilan keputusan kelayakan ekonomi dan keuangan usaha," kata Wayan.

Lebih jauh kata Waya, DSS diharapkan dapat memberikan kemudahan dalam melakukan perhitungan, sekaligus ketelitian dalam perhitungan dan pemeriksaan. Pihaknya, lanjut Wayan, juga mengharapkan aplikasi software DSS UMKM dapat memberikan efektivitas dan efisiensi bagi pemerintah, pelaku usaha, dan lembaga intermediary dalam mengambil keputusan untuk mengembangkan bisnis UMKM. "Pada 2011, kami menyosialisasikan sistem DSS di tujuh provinsi untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas serta ketepatan perhitungan nilai kelayakan investasi," tambahnya.

Wayan berharap, penerapan DSS UMKM akan mempermudah proses pengambilan keputusan sehingga dapat berjalan lebih cepat, mudah, dan tepat berkat bantuan penggunaan teknologi komputasi. "Selain itu juga menemukan dan mengenali berbagai kendala dan permasalahan yang dihadapi UMKM dalam mengembangkan bisnisnya," tegasnya.

Penerapan software itu, dikatakan Wayan, akan mendatangkan manfaat yakni dalam hal melakukan pengolahan dan analisis terhadap data primer dan sekunder serta mengidentifikasi variabel yang dapat dijadikan kriteria untuk perhitungan studi kelayakan ekonomi dan finansial pengembangan bisnis UMKM.

Software itu akan mengidentifikasi dari berbagai aspek meliputi aspek produksi termasuk gambaran komoditas, persyaratan teknis produk, proses pengolahan dan penanganannya. Di samping itu aspek pasar dan pemasarannya meliputi kondisi permintaan (termasuk pasar ekspor), penawaran, persaingan, harga, proyeksi permintaan serta aspek keuangan meliputi perhitungan kebutuhan biaya investasi dan kelayanan keuangan hingga analisis risiko. "Software juga menyediakan fasilitas analisis kelayakan meliputi NPV, BEP, VP, IRR, Payback, periode, dan lain-lain," pungkasnya. **cahyo

BERITA TERKAIT

Desainer Muda Dipacu Jadi Pelaku Usaha Rintisan Sektor Fesyen - Dunia Usaha

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian memberikan apresiasi dan dukungan kepada Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) dalam melaksanakan Modest Fashion…

Pemerintah Segera Berlakukan Tarif Pajak 0,5 Persen Untuk UMKM

Penurunan tarif pajak penghasilan (PPh) final untuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang beromzet di bawah Rp 4,8 miliar…

Teguk Segernya Usaha Minuman Jus Buah

Minuman Jus buah,  memang tidak pernah surut mengingat minuman ini terus digemari. Rasanya yang segar dan kandungan vitamin serta serat…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Jadi Temuan BPK Bila Pemda Tak Cairkan THR

    NERACA   Jakarta - Kementerian Keuangan mengingatkan pemerintah daerah (Pemda) yang tidak menyalurkan Tunjangan Hari Raya (THR) maupun…

PPATK Keluarkan Surat Edaran Tentang Gratifikasi

      NERACA   Jakarta - Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Kiagus Ahmad Badaruddin mengeluarkan Surat…

Produksi Avtur Kilang Cilacap Meningkat

  NERACA   Jakarta - Produksi avtur atau bahan bakar pesawat terbang dari kilang Pertamina Refinery Unit IV Cilacap, Jawa…