Tiga Bank Ajukan Sebagai Penyedia Uang Elektronik Tol

NERACA

Jakarta - Bank Indonesia menyatakan bank penyedia uang elektronik untuk pembayaran tol secara non-tunai akan bertambah tiga bank pada Desember 2017, dari yang saat ini sebanyak empat bank. "Desember 2017 akan menyusul uang elektronik dari Bank DKI, PT Bank Mega Tbk. dan Bank Nobu," kata Direktur Eksekutif Program Transormasi BI Aribowo di Jakarta, yang dikutip Antara, kemarin.

Saat ini, empat bank yang menyediakan uang elektronik tol adalah PT Bank Mandiri Persero Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia Persero Tbk (BRI), PT Bank Negara Indonesia Persero Tbk (BNI), dan PT Bank Central Asia (BCA) Tbk. Empat bank tersebut juga merupakan bank yang sudah menyediakan sarana prasarana untuk pembayaran tol non-tunai, seperti mesin pembaca kartu (reader).

Aribowo mengatakan tiga bank yang baru bergabung tersebut nantinya akan bernegosiasi dengan empat bank penyedia sarana untuk menentukan skema bisnis. "Tiga bank tersebut juga bisa bekerja sama 'co-branding' dengan empat bank penyedia sarana menggunakan satu kartu," ujar dia. Salah satu bank yang akan "co-branding" adalah PT Bank Tabungan Negara Persero Tbk.

Skema bisnis bagi bank baru penyedia uang elektronik tol diperlukan karena infrastruktur pembayaran tol melalui uang elektronik saat ini sudah tersedia. Maka bank-bank lainnya atau bank yang baru menerbitkan uang elektronik untuk tol perlu menjalin kerja sama bisnis dengan bank penyedia sarana.

Aribowo mengatakan terdapat dua skema bisnis yang bisa digunakan yakni "terminal usage fee" atau bank membayar berdasarkan jumlah transaksi kartu. Sedangkan skema kedua, dengan "sharing fee" yakni berbagi biaya untuk menambal investasi yang telah lebih dulu digelontorkan bank penyedia sarana pembayaran.

Skema bisnis tersebut nantinya akan ditetapkan BI setelah berkonsultasi dengan Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI), Perbankan dan juga Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT). "Sebelum Oktober 2017 atau saat 100 persen pembayaran tol melalui non-tunai, ketentuan itu harus sudah ada," kata Ketua Umum ASPI Anggoro Eko Cahyo.

Dorongan untuk meningkatkan penetrasi transaksi uang elektronik tersebut sesuai instruksi Presiden Joko Widodo. Pemerintah dan BI menargetkan pada 31 Oktober 2017, semua pembayaran di jalan tol di seluruh ruas secara nasional akan membayar dengan uang elektronik atau non-tunai.

Seperti diketahui, mulai 1 Oktober 2017, pembayaran di gerbang tol seluruhnya dilakukan secara non tunai dengan menggunakan uang elektronik. Segala persiapan telah dilakukan oleh Bank Indonesia (BI), Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR), Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Badan Usaha Jalan Tol (BUJT), dan perbankan.

Deputi Gubernur BI Sugeng menjelaskan, penerapan ini sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo. Pada April 2016 lalu, Presiden menyatakan bahwa transaksi di jalan tol harus bebas antrian. "Presiden telah memberikan arahan yang tegas dan jelas pada bulan April 2016 terkait transaksi pembayaran di jalan tol agar antrian di gerbang tol dihilangkan," jelas Sugeng.

Presiden pun mengungkapkan, semua transaksi dilakukan dengan aplikasi-aplikasi sensosik. Selanjutnya, aplikasi tersebut nantinya dihubungkan dengan akun di bank. Pada periode Lebaran lalu pun telah dilakukan uji coba pembayaran tol dengan transaksi non tunai. Hasilnya, pangsa transaksi non tunai di jalan tol meningkat signifikan dari 16,4 persen di Januari 2016 menjadi 28 persen pada Juni 2017. "Nilai transaksi non tunai di jalan tol turun meningkat pesat antara 90 sampai 100 persen pada periode yang sama," ujar Sugeng.

BERITA TERKAIT

Pefindo Pangkas Peringkat Tiga Pilar Jadi Negatif - Divestasi Bisnis Beras

NERACA Jakarta - PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA) memperoleh peringkat implikasi negatif pada credit watch oleh PT Pemeringkat…

Pertemuan IMF dan World Bank Bakal Beri Keuntungan untuk Indonesia

      NERACA   Jakarta - Bank Indonesia menyatakan pertemuan Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia yang berlangsung…

82% Masyarakat Masih Gunakan Uang Tunai

  NERACA   Jakarta - Direktur Eksekutif Departemen Pengelolaan Uang Bank Indonesia (BI) Suhaedi mengatakan, sekitar 82 persen penduduk Indonesia…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Tingkat Profitabilitas Perbankan Terus Menurun

      NERACA   Jakarta - Tingkat profitabilitas perbankan terus menurun selama 5 tahun terkahir karena margin dari penyaluran…

OJK Ingin Industri Keuangan Turunkan Ketimpangan

  NERACA   Jakarta - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso menjajikan akan mendorong industri jasa keuangan…

Bank Banten Buka Kantor Cabang Di Tangerang

      NERACA   Serang - PT Bank Pembangunan Daerah Banten, Tbk (Bank Banten) sebagai bank milik Pemerintah Provinsi…