PPK Kemayoran Luncurkan Lima Aplikasi Manajemen

NERACA

Jakarta – Pusat Pengelolaan Komplek (PPK) Kemayoran meluncurkan lima aplikasi yang memudahkan para mitra maupun non mitra untuk mengetahui lebih banyak lagi soal kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat. Kelima aplikasi tersebut antara lain C-Nergi, C-Cleo, C-Mark, C-Baja dan C-Milan. “Banyak kegiatan yang sudah dilakukan tapi belum dicatat dengan baik. Kedepan dengan teknologi, kita bisa menyempurnakan jadi jauh lebih baik, ringkas, efektif dan optimal,” ungkap Direktur Utama PPK Kemayoran Dwi Nugroho di Jakarta, Selasa (15/8).

C-Nergi yaitu sistem informasi aktifitas dan kinerja yang bertujuan untuk memonitor rencana kegiatan disetiap direktorat. C-Cleo merupakan sistem informasi yang bertujuan untuk memonitoring pekerjaan swakelola di lingkungan PPK Kemayoran. C-Mark merupakan sistem informasi manajemen keuangan yang memiliki kemampuan untuk menciptakan beberapa format laporan bagi kebutuhan instansi. C-Baja yaitu sistem informasi menajemen barang dan jasa yang memiliki kemampuan untuk membantu pelaporan mengenai pengadaan barang dan jasa yang di di PPK Kemayoran dan C-Milan yaitu sistem informasi manajemen lahan yang memiliki kemampuan untuk membantu dalam memberikan informasi seputar lahan dan bangunan terpadu yang ada di kawasan PPK Kemayoran.

Dwi menyampaikan salah satu aplikasi C-Cleo yang merupakan memonitoring pekerjaan swakelola hampir sama cara kerjanya dengan aplikasi Clue yang dimiliki oleh Pemda DKI. “Cara kerjanya juga sama, misalnya saja ada lampu jalan yang mati maka nanti petugas kita yang jumlahnya ada 140 orang tersebut akan dengan sigap untuk merespon. Tak hanya lampu yang mati, tapi juga soal kebersihan jalan juga jadi prioritas agar para mitra bisa nyaman berada di lingkungan PPK Kemayoran,” jelasnya.

Di tempat yang sama, Sekretaris Menteri Sekretariat Negara Setya Utama yang menggantikan Mensesneg Partikno, menyampaikan bahwa aplikasi ini bisa mempublikasikan kekayaan yang dimiliki oleh PKK Kemayoran. “Jadi dengan adanya aplikasi ini, maka ada hitungan yang pas soal luasan dari PKK Kemayoran. Disamping itu, yang awalnya ada kekurangan seperti kurang transparan sehingga menimbulkan dispute maka dengan aplikasi ini bisa mengurangi permasalahan tersebut,” katanya.

Ia juga menyarankan lembaga lembaga lainnya bisa mencontoh apa yang telah dimiliki oleh PKK Kemayoran. “Sistem seperti ini perlu dibuat oleh pengelola pengelola aset negara lainnya. PKK Kemayoran jadi salah satu contoh lembaga yang aset nya cukup besar maka dengan menggunakan sistem ini akan jauh lebih transparan dan akuntabel dan semuanya tercatat dengan jelas di aplikasi,” pungkasnya.

Related posts