Bank Mega Targetkan Asset Rp1000 T

Bank Mega Targetkan Asset Rp1000 T

Jakarta-- Para Group terlihat memiliki visi besar bisnisnya terkait dengan salah satu perusahaannya yakni PT Bank Mega Tbk (Bank Mega). Bahkan Bank Mega dipredikwi akan dijadikan sebagai “motor” penggerak”. Apalagi target asset aset Bank Mega diperkirakan menembus Rp 1.000 triliun di 2019. “Sambil terus berjalan saya bisa membawa Bank Mega asetnya menjadi Rp 1.000 triliun di 2019. Hal itu dilakukan murni secara pertumbuhan internal," kata Pemilik Para Group, Chairul Tanjung di Jakarta,

Menurut Chairul, opsi untuk melakukan akusisi juga sangat terbuka karena pertumbuhan non organik dapat meningkatkan aset Bank Mega lebih cepat. "Tetapi mesti dilihat dahulu jika bank yang mau dibeli itu bagus dan harga jualnya baik," tuturnya.

Chairul menambahkan setelah selama 2 tahun Bank Mega tidak membagikan dividen, maka pada tahun 2011 ini perseroan akan merencanakan untuk membagi dividen kepada pemegang saham. "Tahun ini kita bagi dividen dengan jumlah yang signifikan. Tetapi nanti besarannya akan diumumkan setelah RUPS. Jadi dividen 2010 kemarin akan dibagikan di 2011," tambahnya.

Dikatakan anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN), Bankm Mega juga berminat pada proyek-proyek infrastruktur. Makanya dana yang disiapkan mencapai Rp3 triliun. Di 2011 kita masih ada dana Rp 3 triliun untuk proyek infrastruktur," terangnya.

Oleh karena itu, kata Chairul lagi, guna terus mendorong pertumbuhan kredit Bank Mega pihaknya telah menyiapkan plafon khusus untuk kredit infrastruktur. Bahkan sebelumnya Bank Mega sudah terlibat dalam sejumlah proyek infrastruktur pemerintah. “Bank Mega telah menggelontorkan dana hingga Rp 5 triliun untuk proyek infrastruktur yang dijamin pemerintah," tandasnya.

Dikatakan Chairul, proyek yang akan dibiayai yakni pembangunan Jalan Tol dan Pembangkit Listrik. “Intinya Infrastruktur perlu dikembangkan oleh karena itu Bank Mega tetap konsisten untuk memberikan pembiayaan bagi sektor tersebut.,"imbuhnya.

Selain proyek infrastruktur, PT Bank Mega Tbk (Bank Mega) juga menyiapkan dana segar sebesar Rp 100 miliar guna membiayai perusahaan pemasok di perusahaan ritel yang juga dimiliki Para Group, yakni Carrefour. "Pembiayaan ini untuk mendorong pertumbuhan kredit sekitar mencapai 25%-27% pada 2011. Makanya dana ini untuk membiayai suplier di Carrefour. Pembiayaan tahapan pertama sebesar Rp 100 miliar dimulai awal Maret 2011," kata Direktur Kredit Bank Mega Daniel Budirahaju kepada wartawan kemarin

Lebih jauh kata Daniel, dana sebesar itu akan disalurkan kepada para debitur yang rata-rata mendapat plafon sebesar Rp 500 juta. “Plafonnya rata-rata sekitar Rp500 juta,”tegasnya.

Menurut Daniel, perseroan berusaha memperluas bisnis ritelnya khususnya ke perusahaan yang terafiliasi dengan Bank Mega yakni Carrefour. "Selain itu kami tetap juga mengadakan linkage program dengan BPD-BPD dan koperasi-koperasi yang tersebar diseluruh wilayah Indonesia," tambahnya.

Carrefour, tak lain adalah milik Para Group yang menguasai 40% saham peritel raksasa tersebut. Selain itu Bank Mega sedang membidik 3 pengembangan bisnisnya dengan bekerjasama dengan Carrefour.

Pada bagian lain Daniel mengatakan, laba perseroan yang menyentuh Rp 1,002 triliun pada tahun 2010 dikontribusikan oleh pertumbuhan kredit dan pendapatan non bunga alias fee based income. "Fee based income kita tumbuh sebesar 89% dari tahun 2009. Selain itu laba ditopang dari kredit yang tumbuh hingga 27%," jelasnya.. **cahyo

Related posts