Generator HHO Solusi Bahan Bakar Alternatif

Sabtu, 21/01/2012

NERACA. Pemanfaatan air sebagai alternatif energi sangat baik untuk mengatasi masalah krisis energi yang terjadi akhir-akhir ini,kesulitan yang dihadapi oleh masyarakat atas kenaikan harga minyak, serta pelepasan emisi ke udara yang tidak terkendali.

Air (H2O) merupakan salah satu bahan alam yang tersedia hampir 2/3 dari seluruh permukaan bumi. Dalam kehidupan sehari-hari, air biasa digunakan untuk minum, pelarut, dan pencuci. Selepas dari hal itu, air dapat digunakan sebagai energi yang sangat potensial.

Air biasa kini sudah bisa digunakan pada mesin internal combustion engine ( ICE) atau turbin, mengolahnya menjadi bahan bakar (fuel on-demand) , saat itu juga (real time) , tanpa transportasi atau penyimpanan hidrogen cair atau terkompresi, alkali kaustik, garam-garam katalis, atau hidrida logam.

Salah satu teknologi yang dapat memanfaatkan air sebagai energi adalah teknologi elektrolisa HHO. Dalam teknologi ini, H2O yang telah dicampur dengan katalis Na2CO3atau KOH dan diberi listrik dengan tegangan 12 volt akan menghasilkan gas HHO yang dapat menambah efisiensi pembakaran BBM hingga 80%.

Alat tersebut dinamakan + HHO Generator, alat yang sangat efektif mengurangi konsumsi bahan bakar fosil sekaligus mengurangi pelepasan emisi ke atmosfer. Alat yang berhasil mengurangi konsumsi bahan bakar fosil ini sudah ada dimana-mana dan sudah dipergunakan oleh banyak orang dan terbukti aman, menghemat banyak uang, menambah umur mesin sekaligus mengurangi pelepasan emisi ke atmosfer bumi.

Penemuan HHO sebagai bahan bakar ini dimulai pada tahun 1897 saat Luther Wattles dikabarkan menggunakan air sebagai bahan bakar untuk menggerakkan mobilnya selanjutnya tahun 1930 Rudolf A. Erren berhasil melakukan eksperimen penggunaan air sebagai pengganti bahan bakar fosil. Kemudian tahun 1932 Henry “Dad” Garret asal texas Amerika Serikat menemukan sistem karburator untuk bahan bakar air.

Pada tahun 1974 ditemukan gas hasil elektrolisa dari air yang berupa campuran hidrogen dan oksigen (HHO) yang secara sempurna mampu dijadikan bahan bakar yang menggerakkan mesin. Oleh Yull Brown gas ini dipatenkan dengan namanya sendiri sebagai BROWN GAS.

Setelah penemuan Yull Brown itu selanjutnya ada beberapa penemuan penting tentang bahan bakar air ini, tapi yang paling fenomenal adalah Stanley Meyer yang berhasil dengan sempurna menemukan sistem elektrolisa air. Kemudian oleh Stanley Meyer gas hasil elektrolisa itu dia pakai untuk menjalankan mobilnya, tanpa tangki hidrogen dan tanpa bahan bakar fosil. Hasilnya, pada tahun 1995 mobil VW Kodok miliknya berhasil berjalan sejauh 160 Km hanya dengan menggunakan 3 liter air.

Setelah kendaraan yang dipasang +HHO Generator diuji dalam beberapa kondisi, misalnya berkendara di malam hari, dipacu dalam kecepatan tinggi, dibawa ke jalan menanjak dan jalanan rusak. Hasilnya, sampai hari ini sama sekali tidak terjadi masalah apapun, malah yang terjadi mesin yang dipasangi alat ini menjadi lebih awet dibanding mesin yang tidak dipasangi alat ini. Mesin yang dipasangi alat ini menjadi lebih awet karena pencampuran antara hidrogen dan bahan bakar fosil menghasilkan pembakaran yang sempurna sehingga meminimalisir terbentuknya tumpukan karbon dalam mesin akibat pembakaran yang tidak sempurna.

Penggunaan alat ini mampu meminimalisir pemakaian bahan bakar hampir dua kali lipat. Konsumsi bahan bakar yang biasanya 1 liter untuk 13 kilometer jarak tempuh, dengan pemakaian alat + HHO generator produksi kami ini, daya tempuh kendaraan berhasil ditingkatkan menjadi 1 liter untuk 25 kilometer. Bayangkan jika dalam satu bulan anda menghabiskan uang Rp.2 juta untuk konsumsi bahan bakar kendaraan anda, dengan memasang alat ini, anda bisa menghemat pengeluaran anda hingga 1 juta saja.

Untuk itu Generator HHO ini diharapkan dapat memutus rantai BBM sehingga masyarakat secara seketika, diskontiniu, dan radikal ( disruptive) bisa beralih ke teknologi energi baru yang secara lingkungan, ekonomi, dan politik memberi solusi atas permasalahan yang ada sekarang ini.