Gunung Sinabung Masih Berbahaya Untuk Dikunjungi

Usai meletus pada Rabu (2/8), sampai saat ini Gunung Sinabung masih bergejolak. Oleh karena itu, Badan Geologi Kementerian Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM) meminta agar masyarakat dan wisatawan untuk wasapada serta tidak mendekat dalam radius 3 kilometer dari puncaknya.

Kepala Pusat Vulkanologi Dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi ESDM, Kasbani, memaparkan hingga seminggu setelag letusan atau Rabu (9/8) pukul 12 siang, tingkat aktivitas Gunung Sinabung masih pada level IV atau awas.

“Selain menjauhi puncak, masyarakat juga diimbau untuk membersihkan atap rumah dari abu vulkanis agar tidak roboh. Serta membersihkan tempat penampungan air agar dapat layak dikonsumsi,” kata Kasbani melalui keterangan tertulis dari situs resmi ESDM, seperti yang dilansir dari Antara.

“Jika masih ingin beraktivitas ke luar rumah, jangan lupa untuk menggunakan masker agar pernapasan tetap terjaga,” lanjutnya.

Kasbani lanjut mengatakan, masyarakat yang tinggal di sekitar sungai juga diminta berjaga, karena potensi banjir lahar masih mungkin terjadi. Gunung Sinabung berada di Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara. Pasca kejadian awan panas guguran pada 28 April 2015, kubah lava di puncak terus mengalami pertumbuhan.

Di sisi lain, aktivitas Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara yang kembali meningkat membuat warga di sekitarnya cemas. Menurut data BNPB, telah terjadi beberapa kali letusan dan 17 kali awan panas guguran sejak Rabu (2/8) lalu.

Hujan abu pun tak terelakkan. Beberapa daerah terdampak hujan abu seperti Desa Perbaji, Sukatendel, Temberun, Perteguhen, Kuta Rakyat, Simpang Empat, Tiga Pancur, Selandi, Payung, dan Kuta Gugung. Lalu, apa yang harus dilakukan ketika kita berada di dekat lokasi bencana dan terkena dampak? Dilansir dari berbagai sumber, berikut trik yang bisa dilakukan saat terjadi bencana gunung meletus.

Pantau Informasi Biasanya saat terjadi erupsi terdapat bunyi sirine tanda peringatan. Setelah itu cari informasi lewat media baik televisi atau radio. Radio dengan baterai lebih disarankan karena saat listrik padam, Anda masih bisa mengandalkan radio. Memantau informasi lewat media berguna untuk menentukan langkah selanjutnya.

BERITA TERKAIT

IIF Dapat Kucuran Rp1 triliun dari JICA - Untuk Bangun Infrastruktur

    NERACA   Jakarta - PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) menandatangani perjanjian pinjaman sebesar ¥ 8.000.000.000 atau sekitar Rp…

BEI Masih Tagih Freeport Listing di Bursa

Meskipun isu divestasi saham PT Freeport Indonesia saat ini meredup dan tidak lagi menguak di pasar, namun hal tersebut tidak…

OJK: Sumatera Selatan Bidikan Perbankan untuk Ekpansi

OJK: Sumatera Selatan Bidikan Perbankan untuk Ekpansi NERACA Palembang - Kota Palembang, Sumatera Selatan, menjadi bidikan kalangan perusahaan perbankan untuk…

BERITA LAINNYA DI WISATA INDONESIA

Bangunan Peninggalan Belanda Jadi Alternatif Wisata Bromo

Bangunan tua peninggalan masa kolonial Belanda yang berada di lereng Gunung Bromo, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur bisa menjadi alternatif wisata…

Ini yang Perlu Anda tahu Sebelum Beli Tiket Murah

Berburu tiket murah sebelum bepergian memang menarik demi menghemat biaya perjalanan, tapi bagaimana agar semua bejalan lancar dan menyenangkan. Perusahaan…

Wisata Padang Ternak di NTT

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur sedang menyiapkan sejumlah lokasi peternakan di daerah itu untuk dikembangkan menjadi kawasan wisata ternak."NTT miliki…