Presiden: Jember Fashion Carnaval Tak Kalah dengan Pasadena

Presiden Jokowi hadir dalam penyelenggaraan Jember Fashion Carnaval (JFC) di Jember, Jawa Timur. Dalam pidato pembukaannya, Jokowi menyatakan bahwa JFC tidak kalah dengan karnaval internasional di negara-negara lainnya, termasuk seperti Pasadena di Amerika Serikat dan Brasil."Karnaval ini tidak kalah dengan yang di Pasadena, Brasil, dan lainnya," kata Presiden Jokowi ketika membuka JFC di Jember, Jawa Timur, Minggu (13/8), dikutip dari Antara.

Jokowi sendiri mengungkapkan bahwa dia sangat mengapresiasi penyelenggaraan JFC yang rutin dilaksanakan. Pasalnya, di kota lainnya, ajang yang serupa dilakukan tiga tahun sekali. JFC, kata Jokowi dianggap sebagai media penyaluran kreativitas dan budaya masyarakat

Oleh karenanya dia pun menginginkan agar acara serupa bisa dilaksanakan di daerah lainnya di Indonesia. Demi terlaksananya acara serupa di berbagai kota di Indonesia, Jokowi meminta Kementerian Pariwisata dan Kementerian Pendidikan Kebudayaan untuk saling bekerjasama.

"Saya juga nanti siang ini akan meminta kepada Menteri Pariwisata, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, untuk berkolaborasi nanti dengan penyelenggara untuk membikin yang tingkat Indonesia untuk dipromosikan di tingkat internasional dalam rangka pariwisata," ucapnya.

Jokowi sendiri menyatakan bahwa Jember sudah menjadi kota karnaval dan ikon di Indonesia."Kita memiliki potensi, kita memiliki kekuatan didalam industri kreatif utamanya dalam karnaval," ujarnya.

Sebanyak 10 kelompok akan tampil dalam pawai Grand Carnival sebagai rangkaian Jember Fashion Carnaval (JFC) ke-16 yang berlangsung di Kabupaten Jember, Jawa Timur, pada 9-13 Agustus 2017. Dijelaskan oleh Presiden JFC, Dynand Fariz, kelompok-kelompok itu akan memeragakan baju bertema nasional yang dikemas unik.

Tema yang akan diusung tiap kelompok ialah Sriwijaya Empire, Bali, King of Papua, Mystical Toraja, Siger Crown Lampung, Borneo, Chronicle of Borobudur, Mythical Toraja, Wonderful of Betawi dan Unity in Diversity. “Pawai Grand Carnival diikuti oleh 2.000 peserta yang akan berjalan sepanjang 3,6 kilometer,” kata Dynand di Jember, seperti yang dilansir dari Antara.

“Pawai ini juga sekaligus mengingat kembali prestasi JFC di dunia. Selama diselenggarakan, JFC telah memenangkan 13 penghargaan dari ajang internasional. Salah satunya dalam International Carnaval de Victoria 2016 di Seychelles, Afrika,” lanjutnya.

Penyelenggaraan JFC 2017 diapresiasi oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya, yang mengatakan kalau JFC telah menginspirasi pengembangan atraksi wisata Indonesia. Arief juga mengatakan kalau JFC layak dipromosikan ke tingkat dunia. Oleh karena itu, ia menetapkan Jember sebagai Kota Karnaval Tanah Air.

Penetapan sebagai Kota Karnaval tentu saja membanggakan, sama halnya dengan kota Rio de Janeiro di Brasil yang memiliki sebutan senada. Untuk menyaksikan JFC 2017, pengunjung bisa membeli tiket yang dibagi dalam tiga kelas; Platinum, Gold dan Silver. Harga tiketnya berkisar Rp75 ribu sampai Rp500 ribu.

Selama penyelenggaraan, akan ada lima pawai, yakni; Kids Carnival (10/8), Artwear Carnival (11/08), Waci Carnival (12/08) dan Grand Canrival (13/08). Tak hanya pawai, JFC juga akan dimeriahkan oleh panggung seni budaya dan konferensi karnaval internasional.

Perlu diketahui, Kabupaten Jember ditetapkan sebagai Kota Karnawal oleh Kementerian Pariwisata atas konsistensi kota di Jawa Timur itu menyelenggarakan Jember Fashion Carnaval selama 16 tahun. Jember Fashion Carnaval adalah ajang fesyen tahunan di Jember. Selain fesyen siap pakai yang ditampilkan, tapi juga instalasi fesyen yang unik dan meriah.

“Saat ini, Jember Fashion Carnaval bahkan sudah bertaraf internasional. Oleh karena itu, Kementerian Pariwisata mengapresiasinya dengan menetapkan Jember sabagai Kota Karnaval melalui Surat Keputusan Menteri Pariwisata,” kata Menteri Pariwisata Arief Yahya beberapa waktu lalu.

Ketua Penyelenggara Jember Fashion Carnaval, Dynand Fariz, yang hadir dalam kesempatan sama mengatakan kalau dirinya dan masyarakat Jember sangat senang mendapat apresiasi dari pemerintah pusat.

"Penetapan sebagai Kota Karnaval melalui Surat Keputusan (SK) Menteri Pariwisata membantu acara ini semakin dikenal. Saya berharap, penetapan ini juga akan diiringi dengan pengembangan industri wisata di Jember yang berkelas dunia,” ujar Dynand.

BERITA TERKAIT

Presiden: Ikuti Aturan Meski Setnov Minta Perlindungan

Presiden: Ikuti Aturan Meski Setnov Minta Perlindungan NERACA Jakarta - Presiden Joko Widodo mengingatkan Ketua DPR Setya Novanto (Setnov) agar…

PRESIDEN MENERIMA PERWAKILAN WORLD BANK INDONESIA

Presiden Joko Widodo (kiri) menerima Kepala Perwakilan Bank Dunia (World Bank) untuk Indonesia Rodrigo Chaves (kanan) di Istana Kepresidenan Bogor,…

Mendefinisikan Ulang Sektor Pendidikan di Asia dengan Transformasi Digital

Mendefinisikan Ulang Sektor Pendidikan di Asia dengan Transformasi Digital NERACA Jakarta – Revolusi Industri Ke-4 telah membawa perubahan dalam segi…

BERITA LAINNYA DI WISATA INDONESIA

Menjelajahi Pulau Paling Ujung Selatan Indonesia

Dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote" Masih lekat dalam ingatan sepenggal lirik dari lagu iklan mie instan…

Ambon Menuju Kota Musik Dunia

Pemulihan Kota Ambon terus dilakukan pasca konflik silam. Kini Ambon terus berlari untuk menobatkan diri sebagai "Kota Musik" dunia."Ambon manise",…

Parade Budaya Bahari di Wakatobi

Siang itu panas terik sinar matahari terasa menyengat kulit. Jam di tangan menunjukkan pukul 14.00 WITA. Saya pun mempercepat langkah…