GJTL Patok Bunga Surat Utang 8,375%

PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL) tengah memproses penerbitan surat utang berdenominasi dollar Amerika Serikat (AS) senilai US$ 250 juta. Proses pricing juga telah dilakukan. Berdasarkan prospektus ringkas perusahaan yang dirilis di Jakarta, kemarin menyebutkan, surat utang yang bakal dicatatkan di bursa efek Singapura itu menggunakan bunga sebesar 8,375% dengan tenor selama lima tahun. Pembayaran bunga akan dilakukan setiap enam bulan.

Selain surat utang, GJTL juga memperoleh fasilitas pinjaman Rp 534,2 miliar. Perjanjian fasilitas ini sudah ditandatangani pada 28 Juli lalu dengan PT Prima Sentra Megah sebagai penjamin. Fasilitas pinjaman itu menggunakan bunga sesuai dengan jenis kurs pinjaman masing-masing. Untuk pinjaman dollar AS dari kreditur dalam negeri menggunakan bunga 5,3% per tahun plus LIBOR.

Sementara, fasilitas pinjaman dalam bentuk dollar AS dari kreditur asing menggunakan bunga 4,95% per tahun plus LIBOR. Dalam fasilitas pinjaman yang diterima GJTL itu juga terdapat pinjaman dalam kurs rupiah. Bunganya sebesar 4,10% plus JIBOR. Tenor fasilitas pinjaman tersebut sama dengan surat utang yang diterbitkan, 5 tahun. Namun, termin pembayarannya saja yang berbeda, yakni setiap 3 bulan.

Seperti diketahui, GJTL bakal menggunakan surat utang dan fasilitas pinjaman itu untuk keperluan refinancing surat utang yang sebelumnya diterbitkan, yakni surat utang senilai US$ 500 juta yang diterbitkan pada 2013 silam. Dengan adanya aktivitas refinancing ini, maka waktu jatuh tempo utang GJTL senilai US$ 500 juta itu akan berubah jadi 2022 dari sebelumnya jatuh tempo pada 2018.

BERITA TERKAIT

Tingkat Bunga Penjaminan LPS Tetap

  NERACA Jakarta - Tingkat bunga penjaminan Lembaga Penjaminan LPS (LPS) untuk simpanan dalam rupiah dan valuta asing (valas) di…

Utang Negara Sudah Mengkhawatirkan - Oleh ; EdyMulyadi, Program Centre for Economic and Democracy Studies (CEDeS)

  Tahukah anda bahwa sampai akhir tahun silam jumla utang Indonesia kian dekat saja ke Rp4.000 triliun? . Ini sungguh sudah sangat mengkhawatirkan. Simak saja data Ditjen Pengelolaan dan Pembiayaan Risiko (DJPPR) KementerianK euangan. Sampai akhir November 2017, total utang Indonesia…

BTN Pertimbangkan Penurunan Bunga Kredit Konstruksi

BTN Pertimbangkan Penurunan Bunga Kredit Konstruksi NERACA Lombok Barat - Perseroan Terbatas Bank Tabungan Negara (BTN) mempertimbangkan penurunan bunga kredit…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Perkuat Pasar Ekspor Ke Afrika - Sido Muncul Bikin Anak Usaha di Negeria

NERACA Jakarta - Setelah sukses membuka pasar ekspor ke Filipina dengan berlanjutnya rencana pembukaan kantor pemasaran disana, kini PT Industri…

Gelar Rights Issue, SCMA Bidik Rp 3,58 Triliun

Cari pendanaan di pasar modal lewat penerbitan saham baru atau rights issue, kini tengah marah dilakukan emiten. Begitu juga halnya…

Bahana Sekuritas Taksir IHSG Capai 7.000

NERACA Jakarta – Pencapaian rekor baru indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada akhir tahun 2017…