Sekuritisasi Aset JSMR Siap Dieksekusi - Kantungi Izin OJK

NERACA

Jakarta – Mengantongi pernyataan efektif Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait penerbitan tiga instrumen pendanaan di sektor infrastruktur, PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) menyampaikan rencana aksi korporasinya berupa sekuritisasi aset segera mungkin., “Betul, ini terkait dengan rencana sekuritisasi aset kami dan segera di eksekusi," ujar Dessy Aryani, Direktur Utama JSMR di Jakarta, kemarin.

Sekuritisasi aset yang dilakukan nanti akan menggunakan skema Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset (KIK-EBA). Sederhananya, sekuritisasi aset adalah penjualan kepastian pendapatan atau piutang kepada pihak lain. Meski demikian, secara kepemilikantidak berubah, asetnya masih dikuasai oleh JSMR. Melalui sekuritisasi aset itu, JSMR bakal meraup dana segar Rp 2 triliun. Adapun aset yang disekuritisasi adalah ruas tol Jakarta-Bogor-Ciawi (Jagorawi).

Dana yang diperoleh akan kembali digunakan JSMR untuk modal ekspansi jalan tol lainnya. Tahun ini, JSMR berencana menambah enamruas tol baru sepanjang 210 kilometer (km). Perusahaan mengalokasikan capex hingga Rp 31 triliun untuk memuluskan ekspansitersebut. Manajemen JSMR enggan merinci investoryang bakal masuk dalam sekuritisasi tersebut. Namun, manajemen memastikan sosialisasi kepada investor sudah dilakukan sebelum Lebaran beberapa waktu lalu.

Sekretaris Perusahaan JSMR, Agus Setiawanjuga belum bisa membeberkan rencana peluncuraninstrumen pendanaan itu secara resmi. Yang jelas, dirinya mengatakan, pernyataan efektif sudah didapat pada akhir pekan lalu. Sehingga, dalam waktu dekat perusahaan bakal menyelenggarakan public expose. "Untuk launching KIK-EBA, belum kami tetapkan waktunya," pungkas Agus.

Asal tahu saja, selain rencana melakukan sekuritisasi aset, perseroan juga pernah menyampaikan rencana menerbitkan global bond. Di mana nantinya operator jalan tol tersebut dapat meraih dana dari hasil korporasinya tersebut mencapai US$ 200-300 juta atau setara dengan Rp 3,9 triliun.”Memang belum diputuskan angkanya, tapi sekitar US$ 200-300 juta ekuivalen rupiah," kata Direktur Keuangan Jasa Marga, Donny Arsa.

Perseroan mengungkapkan, penerbitan global bond ini merupakan kali pertama yang dilakukan oleh perseroan. Sehingga saat ini, kata Donny, perseroan masih akan mengkaji untuk mematangkan aksi korporasinya tersebut. Lewat aksi korporasi penerbitan global bond ini, diharapkan bisa menarik banyak investor dan juga dengan adanya penerbitan global bond tidak memperketat penerbitan obligasi di pasar domestik.

Di semester pertama 2017, Jasa Marga membukukan pendapatan meningkat drastis. Namun, peningkatan pendapatan ini belum mampu mendongkrak laba perusahaan secara signifikan. Disebutkan, pendapatan Jasa Marga melesat tajam sebesar 95% menjadi Rp 13,09 triliun. Angka ini melonjak hampir dua kali lipat dari pendapatan di semester pertama 2016 sebesar Rp 6,71 triliun. Sumbangan terbesar datang dari pendapatan konstruksi. Selamaenam bulan pertama tahun ini, perusahaan berhasil meraih pendapatan sebesar Rp 8,57 triliun atau setara dengan 65% dari total pendapatan.

Meski begitu, beban konstruksi yang harus ditanggung tak kalah besar dengan pendapatan yang berhasil diterima perusahaan. JSMR tercatat harus menanggung beban konstruksi sebesar Rp 8,51 triliun. Hal ini mengakibatkan laba yang berhasil diraup perusahaan tidak mampu naik signifikan. Pada paruh pertama tahun ini, JSMR berhasil membukukan laba sebesar Rp 1,01 triliun. Angka ini hanya naik 9,79% dibanding pendapatan di semester pertama tahun lalu sebesar Rp 925,5 miliar.

Related posts