50 Universitas Taiwan Tawarkan Beasiswa bagi Pelajar Indonesia

NERACA

Jakarta - Terdapat 50 Universitas asal Taiwan akan menggelar pameran pendidikan dengan nama Taiwan Higher Education Fair 2017. Pameran tersebut akan digelar di Hotel Pullman Jakarta pada Sabtu, 26 Agustus 2017. Ketua Panitian Taiwan Higher Education Fair 2017 Djohn Li menyampaikan bahwa Taiwan menjadi alternatif perguruan tinggi bagi para pelajar. Disamping bisa belajar program studi yang diambil, para pelajar juga bisa mengenal dan mendalami budaya dan bahasa mandarin.

“Pendidikan di Taiwan banyak diakui oleh banyak negara dan kualitas pendidikannya yang terbaik di Asia. Terlebih di era globalisasi seperti ini, bahasa mandarin menjadi salah satu bahasa universal maka dari itu ketika bisa menguasai bahasa mandarin maka bisa mempunyai kesempatan lebih besar dan luas misalnya salah dalam kesempatan bisnis dan lapangan pekerjaan yang mengutamakan mereka yang menguasai bahasa mandarin dan mengerti budaya tionghoa,” ungkap Djohn di Jakarta, Senin (14/8).

Ia mengatakan 50 universitas tersebut terdiri dari swasta dan negeri yang mana ke 50 universitas tersebut menawarkan program gelar S1, S2 dan S3 dengan macam-macam jurusan seperti teknik, agrikultur, kedokteran, kuliner, perhotelan, manajemen, kehutanan, sastra, bahasa, animasi, kesenian, dan bisnis. “Tak hanya kuliah saja, kita juga menjali hubungan erat dengan para mahasiswa asal Indonesia sehingga kita membuat wadah perkumpulan bagi lulusan dari Taiwan dengan nama Ikatan Citra Alumni Taiwan Indonesia (ICATI),” kata Ketua ICATI Rudi Kianto.

Sementara itu, Perwakilan dari Taipei Economic Trade Office (TETA) Li Shiping menyampaikan bahwa semakin banyak mahasiswa yang menuntut ilmu di Taiwan. “Sekarang ini, murid Indonesia yang mengenyam pendidikan di Taiwan ada 5.000 orang. Apalagi pemerintah Taiwan menjadi Indonesia sebagai salah satu negara dengan tujuan pendidikan yang cukup penting,” jelasnya.

Pemerintah Taiwan, kata Li, juga menyediakan jalur beasiswa dari kementerian pendidikan Taiwan. Bahkan jumlah penerimanya juga meningkat dari 39 orang menjadi 70 orang. “Pemerintah Taiwan juga menggalakkan pendidikan keterampilan atau yang lebih dikenal dengan pendidikan politeknis yang mana lulusan dari politeknis disiapkan sebagai tenaga siap pakai di bidang industri. Saat ini total ada 47 jurusan dari politeknik yang mampu menyerap pelajar 1.500 orang,” tukasnya.

Panitia pameran mengaku bahwa pameran pendidikan Taiwan pada tahun ini adalah yang kelima kali. Pada tahun pertama pameran, setidaknya ada 2.000 pelajar yang ikut dalam program. Di tahun kedua meningkat menjadi 3.186 orang, kemudian di tahun ketiga menjadi 3.485 orang dan di tahun keempat menjadi 5.074 orang. Panitia berharap akan banyak pelajar Indonesia bisa ikut dan belajar di negara Taiwan.

Related posts