Eksplorasi Bauksit Antam Belum Produksi

Hingga pertengahan tahun ini, PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM) belum melaksanakan kegiatan eksplorasi bauksit. Hal ini disebabkan masih berlangsungnya penyusunan rencana dan strategi kegiatan di lapangan. “Walaupun belum melakukan kegiatan tersebut, namun total biaya eksplorasi preliminary bauksit pada Juli 2017 mencapai Rp50,03 juta,”kata Sekretaris Perusahaan, Antam, Aprilandi Hidayat Setia dalam siaran persnya di Jakarta, Senin (14/8).

Tercatat pada Juli 2017, total biaya eksplorasi Antam mencapai Rp728,49 juta yang difokuskan pada komoditas emas, nikel, dan bauksit. Pada bulan tersebut, kegiatan eksplorasi emas Antam dilaksanakan di Pongkor, Jawa Barat. Di wilayah ini, kegiatan yang dilakukan a.l pemerian inti bor, percontoan inti bor dan pemboran inti batuan.

Total biaya eksplorasi preliminary emas Antam pada Juli tahun ini diperkirakan sekitar Rp351,66 juta. Sementara eksplorasi nikel dilakukan di Pomalaa, Sulawesi Tenggara yang terdiri dari pemetaan geologi, percontoan core, logging core, pemboran single, dan pengukuran grid. Biaya eksplorasi preliminary nikel Antam pada Juli tahun ini mencapai Rp326,80 juta.

Asal tahu sajam produksi feronikel Antam meningkat 12% di paruh pertama 2017 menjadi sebesar 9.327 ton nikel dalam feronikel (TNi) dibandingkan periode sama tahun sebelumnya sebesar 8.304 TNi. Disebutkan, pencapaian itu seiring dengan selesainya pekerjaan 'roof replacement Electric Smelting Furnace-3 (ESF)-3 dan optimasi fasilitas produksi pabrik FeNi III pada pertengahan Maret 2017.

Related posts