Sejumlah Negara Eropa Turun Peringkat

NERACA

Jakarta - Sejumlah negara Eropa mulai turun peringkat. hal ini terlihat dalam laporan lembaga pemeringkat internasional Standard & Poors yang menurunkan 9 negara di Eropa. Karena terlilit krisis utang yang cukup parah. Dalam laporan itu, 4 negara peringkatnya turun dua tingkat antara lain, Italia, Spanyol, Portugal, Siprus. Kemudian, ada 5 negara yang peringkatnya turun satu tingkat yakni, Prancis, Austria, Malta, Slowakia, Slovenia.

Dalam pengumumannya Standard & Poors yang dikutip dari Reuters, sejumlah negara Eropa tersebut terus dalam pantauan dan kajian. "Keputusan peringkat baru ini didorong oleh hasil kajian kami bahwa inisiatif kebijakan yang diambil oleh pemerintah di Eropa dalam beberapa pekan ini belum cukup untuk memperbaiki sistem ekonomi di kawasan tersebut," katanya.

Keputusan Standard & Poors ini membuat peringkat Italia turun menjadi BBB+ yang berarti setingkat dengan Kazakhstan. Sementara peringkat Portugal makin merosot. Meski begitu, Jerman lolos dari penurunan peringkat. Saat ini peringkat Jerman masih AAA.

Pengumuman penurunan peringkat ini membuat "gerah" pemerintah negara Eropa. Terutama Prancis dan Austria yang peringkatnya turun dari AAA. Akibat peringkat yang turun ini, euro turun lebih dari 1%, Saham-saham di bursa Eropa yang awalnya naik langsung berbalik negatif setelah pengumuman penurunan peringkat tersebut.

Sebelumnya, negara-negara di Uni Eropa berencana menunyuntik dana kepada International Monetary Fund (IMF) hingga 200 miliar euro atau setara dengan Rp 3.000 triliun. Menurut Presiden Prancis Nicolas Sarkozy, dana sebanyak itu akan digunakan IMF untuk memfasilitasi pemulihan krisis utanga di negara-negara di Uni Eropa. "Kamis sudah memutuskan untuk mengkaji kemungkinan manambah dana sampai 200 miliar euro," kata Sarkozy

Sebelumnya, para pemimpin negara di Uni Eropa sudah menggelar pertemuan di Berlin untuk mencari cara menanggulangi krisis utang yang tak kunjung usai. Upaya lain yang sudah dilakukan Eropa dalam menyelesaikan krisis adalah memangkas suku bunga acuannya sebesar 25 bps menjadi 1% oleh Bank Sentral Eropa.

Krisis utang tersebut sudah terlalu berbahay untuk dibiarkan, pasalnya, S&P sudah mengancam turunkan peringkat Austria, Belgia, Finlandia, Jerman, Belanda, dan Luxemburg sebanyak satu notch dan sembilan anggota zona-euro lainnya sebanyak dua notch termasuk Prancis.

Ditempat terpisah, Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Timothy Geithner terus mencoba memperbaiki hubungan dengan Eropa. Para pejabat Eropa tampak tak terbiasa dengan keramahan Geithner yang September lalu datang dengan banyak tuntutan terkait penyelesaian krisis utang di Eropa.

Pada pertemuan di Berlin, sikap Geithner lebih lunak, bahkan ia memuji Eropa. "Saya merasa besar hati oleh perkembangan di Eropa beberapa pekan terakhir". Secara khusus, ia membahas janji reformasi pemerintah Yunani, Spanyol dan Italia. Selain itu, inisiatif Jerman dan Perancis untuk memberlakukan peraturan keuangan yang lebih ketat bagi negara-negara di uni Eropa tersebut. **cahyo

BERITA TERKAIT

Punya 737 Gerai, SiCepat Ekspres Targetkan Kirim 1Juta Paket Perhari

    NERACA   Jakarta – PT SiCepat Ekspres Indonesia telah ingin terus menambah kapasitas gerai yang diakhir tahun 2019…

2020, PLN Fokus Listriki 78.000 Rumah di Papua

      NERACA   Jakarta – Jadi tugas besar bagi PT PLN Direktorat Bisnis Regional Maluku dan Papua untuk…

Kendalikan Impor, Pemerintah Dorong Pemanfaatan PLB E-Commerce

  NERACA   Jakarta - Untuk dapat mengendalikan maraknya peredaran produk-produk impor yang membanjiri Indonesia, pemerintah mendorong pengusaha importir dan…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Piko Hidro Disiapkan untuk Bantu Terangi Papua

      NERACA   Jakarta - Dibandingkan 32 provinsi lain yang ada di Indonesia, rasio elektrifikasi di Papua dan…

Tarif LRT akan Dibanderol Rp12 ribu

    NERACA   Jakarta - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengemukakan bahwa perkiraan tarif tiket kereta layang ringan…

Program PKH Dinilai Ubah Perilaku Hidup

    NERACA   Jakarta - Program Keluarga Harapan (PKH) berdasarkan survei independen MicroSave Colsulting Indonesia berdampak signifikan mengubah perilaku…