Kemenperin Usul Skema Pajak Kendaraan Jenis Sedan

Kementerian Perindustrian tengah mengusulkan skema pajak untuk kendaraan jenis sedan sehingga dapat meningkatkan unit penjualan, penggunaan komponen lokal, dan pasar ekspor. Ditargetkan, dengan peraturan baru yang akan dibahas bersama dengan Kementerian Keuangan tersebut, pajak untuk sedan dapat diturunkan karena selama ini lebih mahal dibandingkan model lain seperti sport utility vehicle (SUV) dan multi purpose vehicle (MPV).

“Kami berharap potensi ekspor mobil semakin meningkat, salah satunya melalui harmonisasi tarif pajak untuk segmen sedan. Pasalnya, di pasar internasional, permintaan sedan lebih banyak daripada MPV dan SUV,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto pada pembukaan The 12th GAIKINDO International Conference (GIAC) 2017 di ICE BSD City, Tangerang, Banten, disalin dari siaran resmi di Jakarta.

Menurut Menperin, dalam upaya pengembangan industri otomotif nasional agar mampu berdaya saing di tingkat global, regulasi ini tidak akan lagi membedakan kategori jenis mobil, yang sebelumnya terbagi pada jenis mobil dua kotak (two-box car) seperti pikap, mobil serbaguna (MPV), dan mobil sport serbaguna (SUV), serta mobil tiga kotak (three-box car) yaitu sedan.

Kebijakan strategis tersebut juga akan mendorong penguatan struktur industri kendaraan di dalam negeri. Di samping itu, diharapkan dapat mengejar volume dan nilai ekspor mobil yang dicapai oleh negara tetangga selaku kompetitor utama, yakni Thailand. “Oleh karenanya, pemerintah memacu industri otomotif nasional agar mampu ekspor mobil sebesar 200 ribu unit pada tahun ini,” ujarnya.

Airlangga menilai Indonesia sudah menjadi net exporter dari sektor industri otomotif. Apalagi, industri ini merupakan salah satu sektor yang menjadi tolok ukur dalam pertumbuhan ekonomi nasional. "Saat ini produksi otomotif kita meningkat, yang membuktikan daya beli masyarakat masih bertenaga. Industri ini masih tumbuh dan ekonomi kita juga masih terjaga di level lima persen. Maka, artinya ekonomi Indonesia masih kuat," paparnya.

Hal senada disampaikan Wakil Presiden Jusuf Kalla, bahwa masih tumbuhnya penjualan mobil dapat mengindikasikan pendapatan golongan menengah yang tidak turun. Selain itu, peningkatan penjualan mobil juga bisa didorong dari peluncuran model terbaru. “Maka, ajang GIIAS tidak hanya meningkatkan penjualan di dalam negeri, namun dapat menyasar pasar ekspor,” tuturnya.

Berdasarkan data Gaikindo, penjualan mobil domestik hingga Juni 2017 mencapai 533.537 unit atau naik 0,3 persen. Diproyeksikan pada 2017 penjualan mobil bisa mencapai 1,1 juta unit. Sedangkan, untuk ekspor Juni 2017 mencapai 113.269 unit atau naik 20,5 persen. Kemudian, industri otomotif nasional juga meningkatkan performanya dengan menambah kapasitas produksi menjadi 2,2 juta unit per tahun.

BERITA TERKAIT

Tahun 2018, Simalakama Pajak di Tahun Pilkada

Oleh: Anang Purnadi, Staf Direktorat Jenderal Pajak *) Selamat datang 2018, tahun baru, tahun politik. Sebanyak 171 daerah akan melaksanakan pemilihan…

Hyundai Bidik 4,68 Juta Kendaraan Terjual Pada 2018

Hyundai Motor menargetkan penjualan sebanyak 4,68 juta unit kendaraan secara global pada 2018, menurut produsen mobil asal Korea Selatan. Target…

Meraup Pajak di Pilkada Serentak

Oleh: Sri Lestari Pujiastuti, Staf Direktorat Jenderal Pajak *) Beberapa peristiwa besar akan terjadi sepanjang  tahun 2018 mulai dari Asian Games,…

BERITA LAINNYA DI OTOMOTIF

Begini Alasan Harga All New Rush Tidak Dinaikkan

Toyota Astra Motor (TAM) resmi mengumumkan harga produk medium sport utility vehicle (SUV) terbaru All New Rush yang tidak naik…

Hyundai Bidik 4,68 Juta Kendaraan Terjual Pada 2018

Hyundai Motor menargetkan penjualan sebanyak 4,68 juta unit kendaraan secara global pada 2018, menurut produsen mobil asal Korea Selatan. Target…

Pesawat Bertenaga Listrik Australia Mulai Lepas Landas

Pesawat bertenaga listrik pertama Australia telah berhasil menyelesaikan penerbangan perdananya di Perth, setelah lepas landas dari Bandara Jandakot dan melakukan…