PERAJIN TELUR BEBEK

Seorang perajin menata telur bebek di sentra produksi telur asin di Desa Geulumpang Sulu Timu, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara, Aceh, Jumat (11/8). Para pelaku usaha tersebut mengaku terancam gulung tikar akibat kelangkaan dan mahalnya harga garam yang mencapai Rp75 ribu per sak/10kg dan Rp470 ribu persak/50kg, yang berdampak turunnya jumlah produksi telur hanya 400-500 butir telur per hari dari sebelumnya mencapai 2.000 butir telur asin per hari. NERACA/ANTARA FOTO/Rahmad/aww/17.

BERITA TERKAIT

Harus Untungkan Perajin Songket dan UKM

Menteri Koperasi dan UKM AAGN Puspayoga berharap Asian Games 2018 memberikan dampak positif berupa keuntungan usaha bagi para pelaku UKM…

Asian Games 2018 Harus Untungkan Perajin Songket dan UKM

Asian Games 2018 Harus Untungkan Perajin Songket dan UKM NERACA Palembang - Tak lama lagi, Kota Palembang sebagai tuan rumah…

Akses Pasar Bagi Perajin Batik Tenun Gedog

Akses Pasar Bagi Perajin Batik Tenun Gedog NERACA Tuban - Direktur Utama Lembaga Layanan Pemasaran Koperasi dan Usaha Kecil Menengah…

BERITA LAINNYA DI BERITA FOTO

RUPS KRESNA GRAHA INVESTAMA

Direktur Utama PT. Kresna Graha Investama Tbk Michael Steven (ketiga dari kiri) bersama Direktur Independen Sanverandy H Kusuma, Managing Direktur…

HARGA KOLANG-KALING NAIK

Warga mencuci kolang-kaling di Sentra Industri Kolang-kaling Jatirejo, Gunungpati, Semarang, Jawa Tengah, Kamis (17/5). Menurut kalangan produsen setempat, harga kolang-kaling…

STOK BERAS SELAMA RAMADAN

Sejumlah buruh panggul memikul beras hasil serapan dari petani di Gudang Bulog Lingga Jaya, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Selasa (15/5).…