Pertumbuhan IKM/UKM Kota Bogor Meningkat Tiap Tahun

Pertumbuhan IKM/UKM Kota Bogor Meningkat Tiap Tahun

NERACA

Bogor - Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Bogor, Jawa Barat menyatakan sejak 2014 pertumbuhan Industri Kecil Menengah atau Usaha Kecil Menengah (IKM/UKM) meningkat setiap tahunnya.

"Setiap tahun ada 200 UKM maupun IKM yang mengajukan permohonan IUI dan UTM ke Badan Perizinan Terpadu. Izin tersebut memerlukan rekomendasi Disperindag sebelum diterbitkan," kata Kepala Bidang Perindustrian, Disperindag Kota Bogor, Ery Drajat di Bogor, Kamis (10/8).

Ery menjelaskan, UTM adalah izin Usaha toko modern sedangkan IUI adalah izin usaha industri. Selain UTM dan IUI, setiap pelaku usaha IKM maupun UKM harus memiliki izin tanda daftar perusahaan (TDP), dan Surat izin usaha perdagangan atau SIUP."Untuk TDP dan SIUP diterbitkan oleh Badan Perizinan, tidak perlu rekomendasi Disperindag," ujar dia.

Menurut dia, 200 izin usaha yang masuk ke Disperindag berasal dari semua segmen usaha mulai dari sandang, pangan, dan papan. Izin tersebut dibutuhkan bagi pelaku usaha yang pindah lokasi, usaha berhenti, atau memperluas usahanya dari mikro ke makro.

Saat ini jumlah IKM/UKM di Kota Bogor yang terdaftar dan tercatat sebanyak 4.500 IKM/UKM yang bergerak diberbagai sektor mulai dari pangan, industri kimia seperti sabun, esensial, sandang seperti pakaian, dan produk lainnya, dan kerajinan.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 850 UKM berada dibawah binaan Disperindag Kota Bogor. Pembinaan meliputi, perizinan, pengolahan bahan makanan dan minuman, pengemasan dan pemasaran."Mereka dilatih sampai bisa mandiri dan berkembang menjadi sektor suaha yang besar," kata dia.

Beberapa tantangan yang dihadapi pelaku IKM dan UKM, lanjut Ery, salah satunya keterbatasan lahan yang menyulitkan untuk mendapatkan lokasi usaha. Beberapa pelaku IKM/UKM memilih pindah ke wilayah Kabupaten Bogor, karena mudah mendapatkan lahan seperti Lapis Kahuripan dan Sekoji.

Ery mengatakan, pertumbuhan IKM/UKM di Kota Bogor menunjukkan hal positif. Karena membuka lapangan pekerjaan. Dari 4.500 IKM/UKM mampu menyerap 52 ribu pekerja. Hitungan secara kasar satu IKM memperkerjakan lima orang, sedangkan industri besar bisa memperkerjakan hingga 150 orang.

"Pemkot Bogor berkomitmen untuk membantu sektor IKM dan UKM karena ini merupakan lapangan pekerjaan yang mampu menyerap tenaga kerja cukup besar bila dikembangkan dengan baik," kata dia. Ant

BERITA TERKAIT

Jababeka Residence Menuju Kota Mandiri Internasional

Jababeka Residence Menuju Kota Mandiri Internasional  NERACA Jakarta - Pengembangan kawasan residensial Jababeka tidak lepas dari konsep kota mandiri terintegrasi…

Pemerintah Gencarkan Implementasi Program e-Smart IKM - Industri Kecil dan Menengah

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Industri Kecil dan Menengah (IKM) kembali menggelar Workshop e-Smart IKM…

Tertib di Tiga Tahun Pemerintahan Presiden Jokowi

Oleh: Joko Setiabudi, Mahasiswa Pasca Sarjana FISIP- UI Menjelang tiga tahun masa pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf…

BERITA LAINNYA DI EKONOMI DAERAH

KOTA SUKABUMI - 163 Calon PPK Ikuti Tes Tertulis

KOTA SUKABUMI  163 Calon PPK Ikuti Tes Tertulis NERACA Sukabumi - Sebanyak 163 calon Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Kota Sukabumi…

KOTA SUKABUMI - 163 Calon PPK Ikuti Tes Tertulis

KOTA SUKABUMI  163 Calon PPK Ikuti Tes Tertulis NERACA Sukabumi - Sebanyak 163 calon Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Kota Sukabumi…

Laba Bersih WOM Meningkat 78% dalam Sembilan Bulan 2017

Laba Bersih WOM Meningkat 78% dalam Sembilan Bulan 2017 NERACA Jakarta - PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (“WOM Finance” atau…