SIMP Bakal Bangun Pabrik Baru di Kalteng

NERACA

Jakarta – Emiten produsen kelapa sawit, PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP) berencana membangun pabrik kelapa sawit baru. Pembangunan pabrik tersebut bertujuan untuk mendukung kegiatan perkebunan.”Pabrik yang bakal dibangun berada di KalimantanTengah (Kalteng) dengan kapasitas produksi sebesar 40-45 ton per jam,”kata Direktur SIMP, Johnny Ponto di Jakarta, kemarin.

Meski begitu, Johnny masih belum bisa menyebutkan berapa nilai investasi yang dibutuhkan untuk membangun pabrik lantaran masih dihitung nilai investasi yang dibutuhkan. Adapun di tahun ini perusahaan belum merencanakan ekspansi melalui pembelian lahan baru. Sama seperti anak usahanya, PT PP London Sumatera Indonesia Tbk (LSIP), SIMP akan fokus mengembangkan lahan yang masih belum ditanami. "Pertumbuhan kami masih organik. Kami masih punya landbank seluas 20.000 hektare yang masih belum ditanami," tambah Johnny.

Selain itu, perseroan juga mengungkapkan akan membangun pabrik pengolahan kakao untuk anak usaha yang bekerja sama dengan Daito Cacao Co. Ltd. dalam waktu dekat. Nantinya, hasil produksi dari pabrik tersebut akan digunakan untuk menyuplai industri makanan domestik. Menurut Direktur SIMP, Tan Agustinus Dermawan, pihaknya berencana mulai membangun pabrik pengolahan cokelat untuk anak usaha hasil joint venture ini pada Oktober 2017 mendatang. "Kami harap pabrik ini bisa mulai beroperasi secara komersial pada 2019," ujarnya.

Hasil produksi pabrik ini rencananya akan diperuntukkan bagi industri makanan, terutama industri biskuit, confectionary, dan industri rumahan. Perusahaan tidak berniat untuk menjual hasil produksi anak usaha mereka ke konsumen. Meskipun memiliki lahan kakao seluas 2.000 hektare, kualitas kakao SIMP belum memenuhi standar yang diinginkan perusahaan. SIMP pun berencana untuk menanam ulang kakao agar bisa memenuhi kualitas yang diinginkan."Kakao dalam negeri itu aromanya masih kurang. Kami ingin meningkatkan kakao kami, sehingga untuk tahap awal produksi pabrik tersebut nampaknya masih perlu impor terlebih dulu," papar Tan.

Tan pun mengharapkan SIMP bisa menghasilkan kakao yang sesuai standar yang diinginkan ketika pabrik mulai beroperasi secara komersial pada 2019 mendatang. Adapun perusahaan memperkirakan dana investasi yang dibutuhkan untuk membangun pabrik untuk PT Indoagri Daitocacao tersebut adalah US$ 60 juta. Saat ini SIMP sedang melakukan negosiasi harga dengan vendor untuk pembangunan pabrik ini.

BERITA TERKAIT

BEI Bakal Luncurkan Indeks Baru di Pasar - Gandeng Perusahaan Indeks Global

NERACA Jakarta – Melesatnya pertumbuhan indeks harga saham gabungan (IHSG) dalam beberapa hari terakhir, mendorong PT Bursa Efek Indonesia (BEI)…

PGN Sesumbar Bakal Ambil Alih Pertagas - Integrasi Kegiatan Hilir Gas Bumi

NERACA Jakarta - PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGAS) menyatakan bahwa pihaknya bakal mengambil alih anak perusahaan PT Pertamina…

SIAP Bangun Hunian Terjangkau Dekat Stasiun - Tawarkan Kemudahan Akses Transportasi

NERACA Serpong - Tinggal di pinggir perkotaan (kota satelit) yang memiliki sarana transportasi kereta, saat ini telah menjadi pilihan dan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Pasar Reksadana Marak di Tahun Politik

Di tahun politik saat ini, invetasi reksadana masih menjadi pilihan utama bagi para investor pasar modal. Oleh karena itu, manajer…

BNI Rilis Convertible Bond Rp 2 Triliun

Dalam rangka perkuat modal, PT Bank Negara Indonesia Persero Tbk akan mengeluarkan obligasi yang bisa dikonversi atau convertible bond guna…

BUMD dan Swasta di NTB Didorong Go Public

NERACA Mataram – Perbanyak jumlah emiten di pasar modal, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) aktif melakukan roadshow dan edukasi pasar…