Kemenkeu Optimis Target Pertumbuhan 5,2% Tercapai

NERACA

Jakarta - Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Suahasil Nazara optimistis pertumbuhan ekonomi pada akhir tahun 2017 masih bisa mencapai target yang diproyeksikan sebesar 5,2 persen. "Kita masih yakin di tahun ini kita bisa capai 5,2 persen," kata Suahasil di Jakarta, Kamis (10/8). Suahasil mengatakan perkiraan proyeksi itu berdasarkan pertimbangan bahwa kinerja perekonomian pada semester II-2017 bisa tumbuh lebih baik dari semester I-2017.

Ia menyakini perekonomian yang membaik itu didukung oleh perilaku belanja masyarakat serta rendahnya laju inflasi yang hingga Juli 2017 berada pada kisaran 2,6 persen. "Kita tentu antisipasi biar pertumbuhan ekonomi membaik di semester kedua. Inflasi juga akan terjaga dan bisa tidak terlalu tinggi, sehingga daya beli meningkat," kata Suahasil.

Selain itu, ia memastikan konsumsi pemerintah yang tumbuh negatif pada triwulan II-2017, bisa memberikan kontribusi yang positif pada semester II-2017. "Di triwulan tiga dan empat, kami yakin pengeluaran pemerintah akan lebih tinggi. Pemerintah akan menjalankan program yang sudah direncanakan seperti PKH dan beras rastra," ujarnya.

Hal itu, kata Suahasil, juga didukung oleh penyerapan belanja modal yang akan membantu percepatan pembangunan infrastruktur dan investasi secara keseluruhan. Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Indonesia pada triwulan II-2017 tumbuh sebesar 5,01 persen (year on year) yang didukung oleh membaiknya kinerja investasi atau Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB).

Ekonomi ini didukung oleh PMTB yang tumbuh 5,35 persen, konsumsi rumah tangga 4,95 persen, ekspor 3,36 persen, impor 0,55 persen, konsumsi LNPRT 8,49 persen dan konsumsi pemerintah yang tumbuh negatif 1,93 persen. Dengan ekonomi Indonesia yang tumbuh 5,01 persen pada triwulan II-2017, maka secara kumulatif, pertumbuhan ekonomi pada semester I-2017 tercatat mencapai 5,01 persen.

BERITA TERKAIT

Intiland Catatkan Penjualan Rp 3 Triliun - Melesat Dari Target

NERACA Jakarta – Emiten properti, PT Intiland Development Tbk (DILD) berhasil meraih pendapatan penjualan (marketing sales) sebesar Rp3 triliun hingga…

Rifan Financindo Berjangka Optimis Tercapai - Targetkan Transaksi 500 Ribu Lot

NERACA Surabaya - Meskipun Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) atau Jakarta Future Exchange (JFX) memangkas target transaksi 30% lantaran kondisi ekonomi…

Negara Berkembang Paling Pesat Pertumbuhan Belanja Online

    NERACA   Jakarta - Survei terbaru Mastercard menyebutkan, pertumbuhan aktivitas belanja melalui gawai (smartphone) atau "mobile shopping" berkembang…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Tujuh Pembangkit Diresmikan - Tingkatkan Rasio Elektrifikasi Di NTB dan NTT

NERACA Jakarta - Menteri ESDM Ignasius Jonan meresmikan tujuh proyek pembangkit di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Provinsi Nusa…

Luhut Sebut Ada Kesempatan Tingkatkan Peringkat Investasi

  NERACA Jakarta -  Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut B. Panjaitan menyatakan adanya peluang peningkatan peringkat layak investasi (investment grade)…

Mesin Taiwan Mampu Hemat 30%

  NERACA Cikarang - Taiwan mulai fokus untuk memproduksi mesin mesin dengan teknologi tinggi namun dengan harga yang cukup rendah,…