Kasus Tanah Kebanyakan Bernuansa Ekonomi

NERACA

Jakarta---Pelaksanaan reforma agraria mestinya dijalankan sesuai dengan aturan dan mekanisme yang tepat, adil dan berkepastian hokum. Sehingga bisa member I jawaban yang efektif atas berbagai kasus sengketa tanah di Indonesia . “Kasus tanah menyangkut nilai ekonomi, sejarah, martabat. Selain itu kadang tanah di banyak wilayah di Indonesia memiliki makna magis,” kata Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum kepada wartawan di Jakarta,15/1

Lebih jauh kata Anas, Kasus-kasus sengketa agraria tak boleh dipandang ringan. Karena mayortitas bernuasa ekonomi. Apalagi ini juga menyangkut hajat hidup rakyat. Jadi penanganannya mesti komprehensif dan integatif. Sehingga tidak terkesan parsial. “ Kalau tidak ditangani secara serius dan bersama-sama bisa menjadi pemicu ledakan konflik yang keras,” tambahnya

Namun menurut Anas kasus-kasus sengketa agraria yang muncul tambahnya jangan sampai dijadikan kuda troya politik untuk mengail popularitas dan menjadi alat tekanan politik. Membela hak-hak tanah rakyat dan mendorong keadilan penguasaan atas tanah harus dilakukan dengan cara yg baik, terukur dan berbasis pada aturan. “Jangan sampai kasus tanah pun dipolitisasi sehingga hanya menguntungkan pihak-pihak tertentu,” tegasnya.

Dirinya berharap, kasus sengket tanah jangan sampai saling menyalahkan pihak lain. “Dan disatu sisi juga menyudutkan pihak tertentu tanpa ada keuntungan apapun untuk rakyat.Jika ada aturan yg kurang mendukung, aturannya perlu diperbaiki dengan orientasi mencari solusi,” pungkasnya. **cahyo

BERITA TERKAIT

Zakat Idul Fitri Warga Depok Bisa Capai Rp8,6 Miliar - Meski Kondisi Ekonomi Prihatin

Zakat Idul Fitri Warga Depok Bisa Capai Rp8,6 Miliar  Meski Kondisi Ekonomi Prihatin NERACA Depok - Asisten Bidang Pemerintah, Hukum…

IMF: Perang Dagang AS-China Tingkatkan Risiko - PENGUSAHA KHAWATIR PERLAMBATAN EKONOMI

Jakarta-Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund-IMF) mengingatkan, kebijakan Presiden AS Donald Trump yang menyatakan perang dagang dengan China dapat meningkatkan…

Bahayakah Ekonomi Bebas?

Kebebasan ekonomi digambarkan sebagai kebebasan warga di satu negara untuk bekerja, berproduksi, mengonsumsi, dan melakukan investasi dengan cara yang dia…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Pangkas Pajak UMKM, Jokowi Inginkan UMKM Tumbuh

    NERACA   Surabaya - Presiden Joko Widodo (Jokowi) berharap dengan penurunan pajak penghasilan (PPh) final untuk Usaha Mikro,…

Raup Laba, Karyawan PT Pos Indonesia Tuntut Bonus

      NERACA   Jakarta – Ratusan pekerja PT Pos Indonesia melakukan aksi demontrasi di kantor Pos Indonesia, Jakarta…

PemprovJabar Percepat Pembebasan Lahan Tol Bocimi

      NERACA   Jakarta - Pemerintah Provinsi Jawa Barat memastikan akan ikut mempercepat proses pembebasan lahan di seksi…