Kilas berita

Senin, 16/01/2012

Pemda Lambat Antisipasi

Kenaikan Harga

Pengamat ekonomi Sukabumi, Pardomuan Simbolon, menilai pemerintah daerah (Pemda) Kota dan Kabupaten Sukabumi lambat atasi kenaikan harga Sembilan bahan pokok. Hingga kini, harga kebutuhan rumah tangga terus menggeliat naik tanpa adanya kontrol.

Menurut Pardomuan, kenaikan harga beras hingga lebih 20%, paling lama terjadi dalam sejarah pergantian tahun, “ Biasanya harga beras dikontrol hingga sepekan semenjak adanya kenaikan. Tetapi kali ini Pemda Kota maupun Kabupaten Sukabumi, seolah membiarkan. Seharusnya mereka jeli dengan melakukan Operasi Pasar (OP). Karena OP bisa mempengaruhi harga,” ungkapnya kepada NERACA Minggu (15/1).

Selain harga beras, katanya, harga sayur-mayur dan ikan basah juga mengalami kenaikan. Seharusnya, dengan sumber daya yang ada di pemerintah, Pemda cepat tanggap.

“Jangan sampai kenaikan harga itu mengakibatkan rendahnya daya beli masyarakat, yang bisa mengakibatkan rendahnya perputaran ekonomi. Antara pelaku usaha dan konsumen adalah mata rantai yang harus dijaga. Pemerintah sebagai pengawas harus mengantisipasi,” tandasnya.

Soal penyebab kenaikan harga akibat cuaca ekstrem, tuturnya, hanya persoalan teknis. Tetapi karena kurangnya antisipasi, maka isu itu dijadikan barang dagangan oleh para spekulan.

“Sebenarnya stok beras di Kabupaten Sukabumi banyak. Namun karena tidak ada upaya pencegahan jual isu dari kalangan pelaku spekulan, maka para pelaku pasar ini leluasa memainkan harga,” terang Pardomuan. (ron)

Pemkab Pandeglang Dorong

Diverifikasi Pangan

Pemerintah Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, mendorong diversifikasi pangan bagi masyarakat setempat, sehingga tidak hanya tergangung pada beras.

"Secara bertahap diversifikasi pangan kita lakukan. Pada setiap kesempatan saya sering menyampaikan ajakan agar masyarakat tidak hanya tergantung pada beras dalam mencukup kebutuhan pangan," kata Bupati Pandeglang Erwan Kurtubi di Pandeglang, Jumat.

Ia juga mengharapkan, dinas/instansi terkait seperti Badan Ketahanan Pangan, terus menyosialiasikan penggunaan panganan beragam pada masyarakat setempat.

Bupati juga meminta, masyarakat mengembangkan tanaman alternatif seperti sukun dan pisang pada lahan-lahan kosong, termasuk di sekitar tempat tinggal.

"Sukun dan pisang itu pangan bergizi dan bisa dijadikan pangan alternatif, jadi kita minta masyarakat untuk mengembangkannya. Pokoknya jangan ada lahan kosong," katanya.

Pemprov Lakukan Jajak Pasar

untuk Bandara Kertajati

Pemerintah Provinsi Jawa Barat, dalam waktu dekat, akan melakukan jajak pasar untuk Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati di Kabupaten Majalengka.

"Bandara Internasional Kertajati ini sudah masuk dalam Masterplan Percepatan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia atau MP3I, maka Pak Gubernur Jabar akan akan melakukan apa yang dinamakan jajak pasar," kata Wakil Menteri Perhubungan (Wamenhub) Bambang Susantono, di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Jumat.

Wamenhub mengatakan, alasan ada jajak pasar terhadap Bandara Kertajati karena pembangunan bandara internasional di Jawa Barat tersebut menggunakan pola kerjasama antara pemerintah dan pihak swasta.

"Jadi untuk melihat minat, persepsi dan keseriusan dari swasta nasonal dan internasiopnal maka dilakukan jajak pasar ini," ujar Bambang.

Banjir, Ratusan Hektare Sawah

Karawang Gagal Disemai

Ratusan hektare areal persawahan di wilayah Kabupaten Karawang, Jawa Barat, mengalami gagal persemaian akibat banjir yang melanda sekitar sepekan lalu, kata Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan setempat, Nachrowi M Nur, Jumat.

"Areal persawahan yang mengalami gagal persemaian akibat banjir sekitar sepekan lalu itu berlokasi di wilayah Kecamatan Cilamaya Wetan," kata Nachrowi, kepada Antara, di Karawang.

Menurut dia, usia tanam tanaman padi yang terkena banjir di wilayah tersebut berkisar antara 10-15 hari. Untuk areal persawahan yang terendam banjir di daerah lain seperti di Kecamatan Rengasdengklok, Cilebar, dan Kutawaluya, sekitar sepekan lalu belum ditanami tanaman padi. Sehingga tidak terlalu merugikan.

Ia menilai, kemungkinan terjadinya banjir pada beberapa waktu ke depan bisa saja terjadi. Sebab saat ini cuaca di Karawang masih berubah-ubah atau cuaca buruk masih berlangsung, yang diperkirakan akan terjadi hingga Februari-Maret.

Klenteng Hok Lay Kiong

Mandikan Patung Dewa

Yayasan Pancaran Tri Dharma selaku pengurus Klenteng Hok Lay Kiong, Kota Bekasi, Jawa Barat, memandikan sejumlah patung Dewa sebagai simbol segera dimulainya perayaan Imlek yang jatuh pada 23 Januari 2012.

"Ritual ini digelar rutin setiap menjelang Imlek, karena menurut keyakinan warga Tiongha Dewa Bumi saat ini pergi menghadap sang Kuasa untuk melaporkan kegiatan apa saja yang ada di bumi selama satu tahun ini," kata Kepala Seksi Klenteng Hok Lay Kiong, Hong Tung Ki, di Bekasi, Minggu.

Sejumlah Dewa yang ada di Klenteng tersebut di antaranya, Dewa Po Seng Tay Tee yang dianggap berkuasa atas kesehatan manusia. Selain itu Dewa Tjay Sen Loya yang sedang membawa bongkahan uang emas dipercaya akan memudahkan rezeki jika memohon padanya.

Bagi umat yang belum mendapatkan jodoh, biasanya akan bersimpuh di altar Dewi Kwan Im Posat atau Dewi Cinta Kasih. Dewa Hok Tek Ceng Sin atau dewa bumi dipercaya mampu membawa berkah bagi umat yang berprofesi sebagai petani.