BCA Bekali Pelatihan Ciptakan Belajar Kreatif - Pacu Peningkatan Kualitas Guru di Papua

Peduli pada peningkatan kualitas dunia pendidikan tidak hanya sebatas pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga pengembangan para guru sebagai tenaga pendidik dibalik terciptanya siswa-siswi yang berkualitas. Terdapat 62 juta siswa dan 3,5 juta guru dan dosen. Sayangnya, angka fantastis itu gagal menjamin distribusi dan kualitas yang merata di seluruh nusantara. Sistem pendidikan di Indonesia bagian Barat secara umum lebih baik dari Indonesia bagian Timur, seperti Papua. Di Indonesia Timur, masih banyak anak-anak yang tidak memiliki akses ke sekolah yang baik.

Berangkat dari belum terpenuhinya kualitas dunia pendidikan di Indonesia timur, PT Bank Central Asia (BCA) Tbk dalam kegiatan tanggung sosial perusahaan berupaya memacu peningkatkan kualitas guru-guru di Jayapura dan sekitarnya dengan mengelar pelatihan selama dua hari. Pelatihan ini dibuka oleh Direktur BCA, Lianawaty Suwono yang didampingi Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan Dinas Pendidikan Provinsi Papua Aloysius Jopeng.

Di hadapan 50-an guru SD, SMP, SMA/SMK dari berbagai sekolah di Jayapura, Lianawaty Suwono mengemukakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kontribusi terhadap dunia pendidikan di Papua dengan mengusung tema 'Menjadi Guru Yang Menginspirasi.' "Pelatihan ini digelar guna meningkatkan mutu guru sebagai pihak yang berjasa membawa anak-anak Papua dalam meraih masa depan yang cerah," katanya di Papua, kemarin.

Turut hadir di Jayapura bersama Kepala Kantor Wilayah IV Denpasar, Frengky Chandra Kusuma dan Senior Vice Presiden Sapto Rachmadi yang juga mengepalai CSR BCA, profesi guru adalah panggilan jiwa untuk mencerdaskan bangsa Indonesia.”Menekuni profesi guru bukanlah perkara mudah, memerlukan kesabaran dan kebijaksanaan dalam membimbing anak-anak menjadi generasi muda yang memiliki cita-cita tingi, berpengetahuan luas dan beraklhak mulia," ujar Lianawaty.

Berdasarkan data dari BPS, pada tahun ajaran 2015/2016, jumlah tenaga pengajar di Provinsi Papua untuk tingkat SD berjumlah 18.368 guru dan untuk tingkat SMP berjumlah 7.712 guru, serta untuk tingkat SMA berjumlah 6.159 guru. Sehinga BCA berharap pelatihan ini dapat berkontribusi meningkatkan kualifikasi guru sebagai 'role model' yang berjasa memajukan kualitas pendidikan di Papua.

Dirinya menjelaskan, dalam pelatihan ini, BCA memberikan edukasi kepada para guru mengenai bagaimana menciptakan suasana belajar yang aktif, kreatif, dan menyenangkan sehinga ilmu pengetahuan yang diajarkan lebih mudah diserap dan dipahami oleh siswa. Lebih lanjut, Lianawaty mengemukakan bahwa pelatihan tersebut bukanlah pertama kali dilakukan, tetapi sejak 2014, sudah dimulai dari Wamena, Kabupaten Jayawijaya, lalu pada 2015 digelar di empat kota di Papua dan Papua Barat, yakni di Wamena, Timika, Sorong dan Manokwari.

Sedangkan pada 2016, digelar untuk guru-guru di Mataram Provinsi NTB, Wamena dan Timika Provinsi Papua, serta di Sorong dan Manokwari Provinsi Papua Barat.”Tahun ini, kami gelar di Jayapura, Wamena, Timika, Sorong, Manokwari, Mataram dan Kupang. BCA juga memfasilitasi beberapa pengembangan kompetensi guru, seperti seminar bagi 300 guru di sekolah binaan di Yogyakarta, Lampung dan Serang," katanya.

Memberikan Pedoman

Tidak hanya itu, ungkap Lianawaty, BCA juga mengadakan pelatihan serta supervisi evaluasi kepada kurang lebih 1000 guru dari 17 sekolah binaan BCA yang ada di Serang, Lampung dan Yogyakarta dengan tema 'Guru Hebat Siswapun Hebat'.”Jadi pelatihan guru ini merupakan implementasi dari salah satu pilar bakti BCA, yakni solusi cerdas dengan berupaya aktif mengembangkan program-program maupun bekerjasama dengan lembaga yang berkompeten untuk tingkatkan kualitas pendidikan di Indonesia, terlebih khusus di Papua," katanya.

Lianawaty menambahkan, pelatihan itu bertujuan memberikan pedoman kepada guru, bagaimana membentuk siswa supaya memiliki karakter positif, sehingga siswa sebagai generasi muda yang dinamis menjadi tantangan bagi guru untuk berinovasi dalam mengajar yang menyenangkan, yang disaat yang sama mampu membentuk karakter moral para siswa yang tidak hanya cerdas tapi berakhlak mulia. Sementara itu, Aloysius Jopeng mengapresiasi dari pelatihan peningkatan kualitas guru yang digelar oleh BCA di beberapa daerah di Papua.”Ini merupakan bentuk kepedulian dari perusahan atau dunia usaha di Papua terhadap pendidikan, harapannya pihak lain pun demikian," tuturnya.

Asal tahu saja, merujuk pada data pokok pendidikan (Dapodik) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan , kualifikasi guru di Kabupaten Merauke, Provinsi Papua yang belum Strata 1 (S-1) pada jenjang Taman Kanak-kanak (TK) sebanyak 192 guru, Sekolah Dasar 983 guru, Sekolah Luar Biasa (SLB) 9 guru, Sekolah Menengah Pertama (SMP) 164 guru, Sekolah Menengah Atas (SMA) 47 guru, dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) 52 guru.

BERITA TERKAIT

Indonesia Pacu Tiga Sektor Manufaktur Jepang Tambah Investasi - Penanaman Modal di Sektor Riil

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian fokus mendorong para pelaku industri Jepang skala menengah untuk terus berinvestasi di Indonesia. Terdapat tiga…

Wapres Dorong Peningkatan Kerjasama Ekonomi Negara D8

    NERACA   Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan, Indonesia akan mendorong peningkatan kerja sama ekonomi dalam KTT…

KPEI Sosialisasikan Kualitas Agunan

Demi meningkatkan kehatian-hatian transaksi, PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) menyelenggarakan sosialisasi kepada para anggota kliring mengenai peningkatan kualitas agunan.…

BERITA LAINNYA DI CSR

Jangkau Luas Rumah Layak Huni - Lagi, Yayasan Intiland Gandeng Habitat

Melanjutkan kesuksesan dalam menyediakan rumah layak huni kepada masyarakat yang tidak mampu, perusahaan properti PT Intiland Development Tbk, melalui Yayasan…

Ringkan Beban Disabilitas Tuna Rungu - Mensos Serahkan 424 Alat Bantu Dengar di Sulsel

Dalam rangka memudahkan komunikasi bagi penyadang disabilitas yang kurang mampu, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa menyerahkan 425 alat bantu dengar…

Menaklukan Soal Matematika - Siswa di Daerah Pun Kini Lebih Percaya Diri

Percaya atau tidak, terkadang sumpah serapah ada kalanya bisa menjadi kenyataan. Hal inilah yang menggambarkan pengalaman Adit, guru privat di…