Sharp Mobile Learning Kunjungi Kota Padang - Tingkatkan Kesadaran Cinta Lingkungan

Sukses di pulau Jawa, Sulawesi dan Kalimantan, kali ini SHARP melanjutkan kegiatan pendidikan lingkungan dengan menghadirkan ‘SHARP Mobile Learning Station’, atau bus belajar keliling SHARP ke pulau Sumatra tepatnya ke kota Padang. Kegiatan ini merupakan kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR dari PT Sharp Electronics Indonesia guna meningkatkan pengetahuan dan kesadaran untuk mencintai dan menjaga lingkungan pada masyarakat dan anak-anak sekolah sejak dini.

Bertempat di SD Kartika 1-11 yang berlokasi di Jalan Sisingamangaraja, Padang. PT SHARP Electronics Indonesia membagikan informasi mengenai pelestarian lingkungan dan keanekaragaman hayati dengan cara yang menarik dan menyenangkan, seperti pemutaran film, permainan, kuis, dongeng, pertunjukan boneka.

Tidak hanya itu ‘SHARP Mobile Learning Station’ ini pun akan memberikan pengetahuan mengenai perkembangan teknologi, konservasi lingkungan, dan perilaku hidup sehat guna meningkatkan pengetahuan dan kreatifitas anak-anak.”Kebakaran hutan, tanah longsor, banjir, perburuan hewan yang dilindungi adalah beberapa bencana alam yang terjadi akibat ulah manusia. Kurangnya kesadaran dan pengetahuan masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan dan pelestarian keanekaragaman hayati menjadi faktor utama terjadinya bencana alam tersebut,”kata Herdiana Anita Pisceria, Brand Strategy Group General Manager, PT Sharp Electronics Indonesia.

Dirinya menambahkan, guna meningkatkan kesadaran mengenai pelestarian lingkungan dan keanekaragaman hayati, perseroan menyelenggarakan kegiatan CSR bertema pendidikan dengan mengunjungi sekolah – sekolah dasar di seluruh Indonesia. SHARP Mobile Learning Station’ menjadi pusat edukasi bagi siswa sekolah dan masyarakat. Dimana SHARP melengkapi kendaraan ini dengan buku-buku bacaan yang edukatif, audio visual system, wi-fi dan beragam permainan yang mendidik. “Kami yakin dengan pendekatan seperti ini, akan mempermudah anak-anak untuk memahami materi yang di berikan dan mulai tergerak melakukan sesuatu untuk lingkungan,” jelas Herdiana.

Diharapkan melalui program-program lingkungan yang diselenggarakan oleh PT Sharp Electronics Indonesia, lanjutnya, para siswa dan masyarakat akan sadar akan pentingnya menjaga lingkungan dan mulai melakukan aksi nyata serta menularkan kesadaran akan pentingnya menjaga pelestarian lingkungan hidup kepada lingkungan terdekat mereka.”Kami senang sekali SHARP menyelenggarakan kegiatan pendidikan lingkungan ke sekolah kami. Semoga pengetahuan anak-anak kami bertambah dan ikut anak-anak termotivasi melakukan aksi pelestarian lingkungan,”kata Suriadi kepala sekolah SD Kartika 1-11.

Sebelumnya, Sharp bersama dengan Yayasan Borneo Orangutan Survival, mengajak Sharp Greenerator untuk peduli terhadap orang hutan yang mulai punah. Melalui kegiatan konservasi dan rehabilitasi, Sharp mendorong para siswa untuk mempelajari mengenai karakteristik spesies orangutan dan pemberian materi mengenai tahapan-tahapan kegiatan konservasi orangutan (khususnya orangutan Borneo) dan habitatnya di Pusat Primata Schmutzer, Kebun Binatang Ragunan, Jakarta.

Saat ini populasi orangutan di Indonesia hanya menyisakan sekitar 54,000 ekor orangutan Borneo dan 6,500 ekor orangutan Sumatra, menurun 82% sejak 75 tahun yang lalu. Orangutan adalah spesies kera besar satu-satunya di Asia, terbagi dalam dua spesies generik, yaitu Pongo pygmaeus dan Pongo abelii. Sebesar 90% dari populasi orangutan ini hidup di Indonesia, sementara 10% sisanya dapat ditemukan di Sabah dan Sarawak, Malaysia.

BERITA TERKAIT

Menkes Minta Perempuan Tingkatkan Pengetahuan Tentang Gizi

Menteri Kesehatan Nila Moeloek meminta para perempuan khususnya kepada para ibu untuk meningkatkan pengetahuan tentang gizi guna mencegah terjadinya kasus…

Jababeka Residence Menuju Kota Mandiri Internasional

Jababeka Residence Menuju Kota Mandiri Internasional  NERACA Jakarta - Pengembangan kawasan residensial Jababeka tidak lepas dari konsep kota mandiri terintegrasi…

Kota Sukabumi September Alami Deflasi 0,02 Persen

Kota Sukabumi September Alami Deflasi 0,02 Persen NERACA Sukabumi - Jika di bulan Agustus 2017 Kota Sukabumi mengalami inflasi sebesar…

BERITA LAINNYA DI CSR

Jangkau Luas Rumah Layak Huni - Lagi, Yayasan Intiland Gandeng Habitat

Melanjutkan kesuksesan dalam menyediakan rumah layak huni kepada masyarakat yang tidak mampu, perusahaan properti PT Intiland Development Tbk, melalui Yayasan…

Ringkan Beban Disabilitas Tuna Rungu - Mensos Serahkan 424 Alat Bantu Dengar di Sulsel

Dalam rangka memudahkan komunikasi bagi penyadang disabilitas yang kurang mampu, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa menyerahkan 425 alat bantu dengar…

Menaklukan Soal Matematika - Siswa di Daerah Pun Kini Lebih Percaya Diri

Percaya atau tidak, terkadang sumpah serapah ada kalanya bisa menjadi kenyataan. Hal inilah yang menggambarkan pengalaman Adit, guru privat di…