BNI Ajak Siswa Berprestasi Kenali Nusantara - Perkuat Rasa Persaudaraan

Bentuk kepedulian pada dunia pendidikan, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI melanjutkan komitmennya mendukung program siswa mengenal nusantara. Tahun ini sebanyak 40 siswa dan 8 guru pendamping dari kota Yogyakarta dan Padang akan saling bertukar tempat untuk mengenali keragaman budaya dan kekayaan alam yang dimiliki Indonesia selama 8 hari di masing-masing kota. Program siswa mengenal nusantara ini difasilitasi oleh BNI bekerja sama dengan Primissima di kota Yogyakarta dan 3 BUMN lainnya yaitu Jasindo, Pindad dan ASDP di Sumatera Barat.“Kami sangat senang dapat kembali melakukan pertukaran siswa berprestasi di Indonesia melalui program siswa mengenal nusantara. Selain mengirim sejumlah siswa ke Padang kami juga akan menerima sebanyak 20 siswa dan 4 guru pendamping dari Sumatera Barat yang akan kami dampingi mengenal kebudayaan Yogyakarta,”kata Arif Suwasono selaku Pemimpin BNI Wilayah Yogyakarta yang turut melakukan pelepasan siswa Yogyakarta di Bandara Adi Sucipto, pekan lalu.

Para siswa-siswi tersebut sebelumnya telah melalui seleksi ketat oleh Dinas Pendidikan Provinsi dan BUMN seperti tahap administrasi, pengetahuan kebangsaan, pengetahuan kedaerahan, psikotes, dan tes wawancara yang menggali potensi kepemimpinan dan motivasi dalam mengikuti program ini. Program siswa mengenal nusantara ini merupakan salah satu program kegiatan dari Kementerian BUMN dalam rangka memperingati hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-72 tahun. Siswa dan siswi dari Yogyakarta ini berasal dari sekolah menengah atas (SMA), sekolah menengah kejuruan (SMK) dan sekolah luar biasa (SLB) kelas XI dan XII dengan jumlah peserta yaitu 5 dari wilayah Kota Yogyakarta, 5 dari wilayah Bantul, 4 dari wilayah Sleman, 4 dari wilayah Kulon Progo dan 2 dari wilayah Gunung Kidul.

Kata Arif, selain itu para siswa peserta juga harus memiliki profil yang dipersyaratkan seperti mudah bersosialisasi, bersahaja, budi pekerti baik dan dari keluarga kurang mampu. Dua diantara 20 siswa yang ikut serta merupakan anak berkebutuhan khusus (difabel). “Wahyu Rahmad Dullah dan Husna Fajri Azzahra yang merupakan siswa difabel asal Bantul sangat bersyukur bisa terpilih dalam program ini. Kegiatan ini bisa memberikan wawasan bagi anak berkebutuhan khusus untuk bisa mengenal suasana di daerah lain. Harapannya setelah mereka mengikuti program pertukaran pelajar ini, bisa meningkatkan semangat belajar dalam segala hal," ujar Nurul Wasliyah selaku Guru SLB Negeri 2 Bantul.

Salah satu siswi asal Sleman, Yohana Ayu Kusuma mengatakan, awalnya dirinya terkejut setelah namanya masuk dalam seleksi program ini. “Saya jadi semakin yakin, di mana ada kemauan di situ pasti ada kesempatan. Termasuk dalam hal pertukaran pelajar kali ini. Dari hobi saya menyanyi dan puisi, ternyata saya bisa masuk dan terpilih pada program ini.”tuturnya.

Dia mengungkapkan, kesempatan untuk berkunjung ke Sumatera Barat ini tentu akan dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk belajar secara total apapun yang ada di sana. Termasuk juga akan mempromosikan Yogya sebagai kampung halaman saya kepada masyarakat di sana. “Harapan saya, selain agar bisa membuka dan menambah wawasan saya tentang Yogya dan Sumatera Barat, program ini sekaligus untuk bisa lebih mencintai budaya lokal."paparnya.

Para peserta siswa mengenal nusantara dari Yogyakarta maupun Padang akan saling mempelajari seni budaya, sosial masyarakat, dan ekonomi, sehingga dapat memperkuat rasa persaudaraan, persatuan, serta kesatuan bangsa.

Related posts