Asita Jabar dan Matta Tingkatkan Kerja Sama

Jumat, 13/01/2012

Bandung - Asosiasi Biro Perjalanan Indonesia dan Asosiasi Tour & Travel Agent Malaysia menjalin kerjasama untuk meningkatkan kunjungan wisatawan Negeri Jiran itu ke sejumlah destinasi wisata di Jabar.

"Kunjungan wisatawan Malaysia ke Bandung cukup bagus. Pada kunjungan dan pertemuan ke Asita Jabar ini untuk meningkatkan kerja sama ke depan ," kata Presiden Matta, Mohd Khalid Harun di sela-sela pertemuan dengan Asita Jabar di Grand Hotel Panghegar Kota Bandung, Kamis.

Rombongan asosiasi biro perjalanan Malaysia (Matta) datang ke Bandung berjumlah 20 orang yang terdiri dari para ketua asosiasi dan operator pariwisata dari sejumlah negara bagian di Malaysia.

Kunjungan itu dilakukan mengingat semakin intensifnya perjalanan wisata Kualalumpur - Bandung menyusul akses langsung penerbangan Asia Air ke Kota Kembang.

Menurut Khalid Harun, banyak peluang yang bisa digarap bersama oleh Asita Jabar dan Matta. Salah satunya dengan mempromosikan obyek wisata di Jabar maupun di Malaysia.

"Kondisi saat ini kami di Malaysia khususnya di Kuala Lumpur kewalahan memenuhi space khususnya untuk pertemuan dan konferensi atau MICE. Ini peluang bagi Jawa Barat khususnya Bandung untuk bisa menyediakan fasilitas MICE," katanya.

Ia menyebutkan, Kota Bandung merupakan alah satu destinasi wisata yang paling disukai di Malaysia setelah Bali. Pendeknya, kata dia pilihan wisata kedua wisatawan Malaysia adalah Bandung.

"Pilihan pertama masih tetap Bali kemudian Bandung, Yogyakarta dan Surabaya," kata Khalid Harun.

Untuk meningkatkan kerja sama dan peningkatan kunjungan wisata ke dua daerah itu, Matta secara khusus mengundang Asita Jabar untuk berpartisipasi dalam beberapa kegiatan promosi wisata, sebaliknya Asita Jabar juga mengundang asosiasi biro perjalanan Malaysia untuk menjadi peserta pada Jabatr Travel Exhibition (Jabex) 2012 yang akan digelar 30 April hingga 3 Mei 2012.

"Matta mempunyai 14 kali pameran promosi wisata, tidak hanya di Kuala Lumpur tapi juga di sejumlah negara bagian seperti Sabah, Kelantan, Johor dan lainnya. Saya berharap Asita Jabar bisa berpartisipasi dan meningkatkan perannya," kata Khalir Harun.

Sementara itu, Penasehar Asita Jabar Hilwan Saleh menyebutkan, pertemuan dengan Matta sangat strategis bagi peningkatan kunjungan wisata di Jawa Barat. Pasarnya Malaysia selama ini menjadi penyumbang wisatawan terbesar ke Jawa Barat, sekaligus gerbang masuknya wisatawan Eropa.

"Saat ini sekitar 75% wisatawan yang masuk ke Jabar dari kawasan ASEAN, terbesar dari Malaysia," kata Hilwan Saleh.

Dalam pertemuan itu, menurut Hilwan ada peluang bagi Kota Bandung dan Jabar pada umumnya untuk bisa memfasilitasi tempat pertemuan dan konferensi (MICE). Sayangnya saat ini Bandung belum memiliki bangunan conference hall yang besar.

"Matta menyebutkan Kuala Lumpur sudah kesulitan memenuhi tempat untuk MICE, sehingga menggunakan Singapura untuk tempat itu. Ke depan diharapkan peluang itu bisa ditangkap Jabar dengan syarat ada fasilitas MICE yang memadai," kata Hilwan Saleh.

Hal senada juga diungkapkan oleh Sekretaris Badan Promosi Pariwisata Jawa Barat Djoni Iskandar yang menyebutkan ajakan Matta untuk meningkatkan kerja sama merupakan sebuah peluang besar.

"Bagaimanapun Malaysia merupakan negara potensial bagi pariwisata Jabar karena memiliki akses penerbangan langsung Bandung - Kualalumpur, kita akan tindak lanjuti dengan sebuah kerjasama dan dituangkan dalam dokumen kesepahaman," kata Djoni Iskandar menambahkan.