Sharp Ajak Komunitas Cegah Kepunahan Orangutan - Pejalari Konservasi dan Rehabilitasi

Menurunnya populasi orangutan di Indonesia menjadi salah satu perhatian dari komunitas remaja pencinta lingkungan SHARP Greenerator. Bersama dengan Yayasan Borneo Orangutan Survival, SHARP Greenerator akan mempelajari mengenai karakteristik spesies orangutan dan pemberian materi mengenai tahapan-tahapan kegiatan konservasi orangutan (khususnya orangutan Borneo) dan habitatnya di Pusat Primata Schmutzer, Kebun Binatang Ragunan, Jakarta.”Kami mengharapkan agar anak-anak ini mengerti dan mampu menyebarkan informasi jika kehidupan orangutan sudah terancam keberadaannya. Hilangnya populasi orangutan dapat berakibat terhadap keberadaan jenis pohon dan hutan juga,”kata Herdiana Anita Pisceria, selaku General Manager Brand Strategy Group PT Sharp Electronics Indonesia di Jakarta, pekan lalu.

Saat ini populasi orangutan di Indonesia hanya menyisakan sekitar 54,000 ekor orangutan Borneo dan 6,500 ekor orangutan Sumatra, menurun 82% sejak 75 tahun yang lalu. Orangutan adalah spesies kera besar satu-satunya di Asia, terbagi dalam dua spesies generik, yaitu Pongo pygmaeus dan Pongo abelii. Sebesar 90% dari populasi orangutan ini hidup di Indonesia, sementara 10% sisanya dapat ditemukan di Sabah dan Sarawak, Malaysia. Di Indonesia, orangutan hanya hidup di pulau Kalimantan yang tersebar di Kalimantan Barat, Tengah dan Timur dan sedangkan di Sumatra, populasi terbesar ditemukan di ekosistem leuser.

Orangutan Sumatra maupun orangutan Borneo terancam oleh kepunahan. Oleh karena itu di Indonesia dan Malaysia, orangutan sudah dilindungi secara hukum. World Conservation Union (Daftar Merah IUCN 2016 / IUCN Red List 2016) mengklasifikasikan orangutan Borneo dan Sumatera sebagai spesies yang sangat terancam punah (critically endangered). Sementara di Sumatra telah diklasifikasikan sebagai spesies yang sangat terancam punah (critically endangered). Kedua spesies orangutan ini pun telah tercantum dalam lampiran I Konvensi Perdagangan Internasional Spesies Langka Fauna dan Flora Liar (CITES).

Kebakaran hutan, konversi lahan, pembalakan liar, sampai dengan perburuan dan perdagangan liar orangutan untuk dijadikan hewan peliharaan masih sering terjadi sampai saat ini. Sepertinya peraturan dan hukuman saja tidaklah cukup untuk melindungi orangutan. Perlunya adanya upaya penyebaran informasi guna meningkatkan kesadaran masyarakat untuk turut melindungi keberadaan orangutan di Indonesia.

Berangkat dari hal tersebut, SHARP bersama Yayasan Borneo Orangutan Survival memberikan materi mengenai orangutan kepada para anggota SHARP Greenerator. Dalam kegiatan ini, para anggota SHARP Greenerator diminta untuk menjelaskan mengenai materi yang telah diadapat melalui kegiatan role play yaitu mengenai upaya yang dapat dilakukan guna mencegah kepunahan orangutan melalui penyelamatan lingkungan yang dilakukan sehari-hari dan ajakan atau ide yang dapat dilakukan secara berkesinambungan dalam penyelamatan orangutan, habitatnya (hutan), dan juga lingkungan secara keseluruhan.

Tujuannya adalah agar anak-anak ini pun memahami peran orangutan terhadap pelestarian keanekaragaman hayati dan turut menyebarkan informasi untuk pelestarian orangutan. Banyak yang tidak mengetahui jika orangutan merupakan penyebar benih yang efektif dan berperan penting dalam menstabilkan hutan hujan.

Related posts