Berwisata Senja di Utara Jakarta

Sempitnya ruang di Jakarta membuat harga destinasi wisata kian tak terjangkau. Tak heran, ketika ada tempat wisata tak berbayar seperti pelataran Museum Fatahillah di Kota Tua, selalu ramai diserbu pengunjung khususnya pada akhir pekan. Sebenarnya tak jauh dari Museum Fatahillah dan masih di kawasan Kota Tua, terdapat lokasi wisata lain yang terbilang murah dan cenderung sepi. Lokasi tersebut adalah Pelabuhan Sunda Kelapa.

Waktu terbaik untuk berkunjung ke Pelabuhan Sunda Kelapa adalah saat sore hari, menjelang waktu matahari tenggelam. Sekitar pukul 16.00-18.00 WIB. Untuk memasuki kawasan Pelabuhan Sunda Kelapa, pengunjung dikenakan biaya Rp 2.500 per orang atau Rp 5.000 per kendaraan roda empat.

Tak jauh dari loket masuk, berjalan kaki, sekitar 200 meter sudah tampak puluhan kapal kayu yang diparkir rapat dan rapih. "Ini kapal kayu memang selalu diparkir di sini. Biasanya kapal ini untuk bawa barang atau bahan bangunan ke daerah Kalimantan sana. Pergi satu, datang satu. Jadi pasti banyak kapalnya," kata Udin, pedayung kapal sampan untuk wisata di Pelabuhan Sunda Kelapa .

Kawasan Pelabuhan Sunda Kelapa sangat cocok bagi para pecinta fotografi. Selain obyek kapal kayu, aktivitas awak kapal yang sedang beristirahat juga menarik untuk diabadikan. Tak terkecuali container kapal yang ditumpuk di seberang kapal.

Matahari terbenam juga dapat dilihat langsung dari Pelabuhan Sunda Kelapa. Meski kini pembangunan tanggul dan apartemen membuat penikmat senja harus lebih berusaha untuk mengabadikannya secara utuh. Untuk itu ada jasa sampan untuk melihat senja dan mercusuar yang tak jauh dari Pelabuhan Sunda Kelapa. Jasa ini ditawarkan Rp 25.000 per orang dengan sekali perjalanan sekitar 15 menit.

Jika matahari sudah tenggelam dan langit mulai gelap, wisatawan dapat melanjutkan perjalanan ke kawasan Kota Tua yang masih ramai dan dikelilingi pasar kaget. Siang harinya, wisatawan juga dapat berkunjung ke Museum Bahari dan Menara Syahbandar yang terletak sangat dekat dengan Pelabuhan Sunda Kelapa. Hanya berjarak sekitar 300 meter.

Kawasan Pelabuhan Sunda Kelapa dahulu adalah pusat perdagangan pada abad ke-16. Kota Jakarta dahulu diberi nama Sunda Kelapa. Pelabuhan ini sudah ada sejak zaman Kerajaan Tarumanagara. Karena lokasinya yang sangat strategis, pelabuhan ini menjadi rebutan bagi kerajaan di Nusantara dan negeri asing.

Sore itu cuaca cukup cerah di Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta Utara. Terlihat jajaran kapal dengan beragam jenis dan warna sedang bersandar. Ada sejumlah anak buah kapal duduk sambil mengobrol di atas kapal-kapal itu.

Pelabuhan Sunda Kelapa berfungsi sebagai tempat berlabuhnya kapal barang sekaligus lokasi wisata bagi orang-orang yang ingin melihat suasana pelabuhan beserta kondisi kapal barang dari dekat.Tampak pula para wisatawan lokal dan asing yang datang secara berkelompok. Ada yang mengajak anggota keluarganya, ada pula yang datang bersama teman-temannya. Mereka mendekati kapal-kapal tersebut, lalu sesekali mengambil foto bersama dengan latar belakang deretan kapal.

.

Related posts