Pemkab Banyuwangi Siapkan Angkutan Gratis untuk Wisatawan

Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur menyediakan angkutan gratis setiap akhir pekan bagi wisatawan yang akan berkunjung ke tempat wisata di daerah itu. Ada tiga armada yang disiapkan yaitu dua unit mini bus masing-masing berkapasitas 21 orang dan satu unit station wagon berkapasitas 10 orang.

Untuk minibus akan beroperasi setiap Sabtu dan Minggu, melayani jurusan Pulau Merah, Bangsring Underwater, dan city tour keliling perkotaan. Sedangkan wagon melayani rute Kawah Ijen. Untuk wisatawan yang ingin ikut angkutan gratis bisa mendaftar secara online di www.banyuwangitourism.com//jalanjalan.

Di website tersebut, wisatawan tinggal mengisi form pendaftaran termasuk tanggal keberangkatan dan tempat wisata yang ingin didatangi termasuk sisa kuota kendaraan yang masih tersedia. Nantinya, akan ada email verifikasi pemberitahuan kepada wisatawan yang mendaftar.

“Kendaraan wisata gratis ini masih soft launching. Kita trial and error dulu, terus kami sempurnakan sebelum diluncurkan resmi nantinya oleh Menteri Pariwisata dan Menteri Perhubungan. Intinya kami ingin memberikan pelayanan terbaik kepada pelancong yang liburan ke Banyuwangi. Ini akan mempermudah wisatawan menjangkau lokasi wisata,” ujar Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas.

Di titik keberangkatan angkutan wisata juga disiapkan Tourist Information Center (TIC) portabel, sehingga sebelum berwisata, wisatawan bisa mendapat informasi detil tentang wisata di Banyuwangi. Menurut Anas, angkutan gratis ini tidak mengurangi pasar para pelaku usaha jasa transportasi lainnya karena hanya akan beroperasi pada akhir pekan. "Memang kita batasi agar tidak mengganggu jasa transportasi yang ada dan beroperasinya juga hanya di akhir pekan yaitu Sabtu dan Minggu," kata Anas.

Di sisi lain, banyak wisatawan mancanegara yang memilih untuk berlibur dalam waktu yang lama di Banyuwangi, Jawa Timur. Rata-rata mereka berlibur hingga satu minggu lebih di Banyuwangi. Seperti Nataly Suntsova, wisatawan asal Rusia itu telah berada di Banyuwangi sejak satu minggu. Bahkan dia belum memastikan kapan akan pulang ke negaranya. "Di Banyuwangi semua bisa didapat. Mulai dari laut, gunung, perkebunan, dan pemandangan yang indah. Saya suka berada di sini," kata Nataly

Nataly sudah mengunjungi beberapa tempat wisata alam di Banyuwangi. Seperti Bangsring Underwater, Pulau Merah, Sukamade, dan lainnya. Nataly akan naik ke Gunung Ijen untuk melihat blue fire."Di Banyuwangi bisa menikmati semuanya. Saya bisa berenang, snorkeling, menikmati hutan, dan lainnya. Dan yang paling saya suka, masyarakat di sini ramah-ramah," kata Nataly.

Itulah yang membuat Nataly tidak menginap di hotel selama di Banyuwangi, melainkan di homestay Kecamatan Licin Banyuwangi sehingga dia bisa berinteraksi dengan masyarakat sekitar. Bagi Nataly ini bukan pertama kalinya ke Banyuwangi. Tahun lalu, dia juga berlibur ke Banyuwangi. Bahkan Nataly, pernah turut serta mengenakan dan menari tarian gandrung, saat Banyuwangi Etno Carnival. "Tahun lalu saya pernah ke Banyuwangi dan diajak mencoba tari Gandrung. Itu pengalaman yang sangat indah. Karena itu, tahun ini saya ke Banyuwangi lagi. Apalagi sekarang ada Green Run," kata Nataly.

Teman Nataly, Sergey juga menyatakan hal yang sama. Baginya Banyuwangi harus bersyukur memiliki segalanya, yang tidak dia dapatkan di negaranya. "Kalian harus bersyukur memiliki Banyuwangi. Karena di Banyuwangi semuanya ada," kata Sergey.

Bagi Sergey, pengalaman di Banyuwangi tidak akan dia lupakan. Banyak hal baru yang dia dapat selama di Banyuwangi. Selain Nataly, ada juga Malene asal Denmark. Ini bukan pertama kalinya Malene ke Banyuwangi.

Sebelumnya, Malene pernah bekerja menjadi peneliti di Ijen. Sehingga ketika mendapat informasi ada Banyuwangi Green Ijen Run, dia pun menyempatkan diri untuk kembali berlibur ke Banyuwangi. "Saya pernah ke Ijen. Pemandangan alam Ijen sangat indah. Karen itu, saya kembali lagi ke sini. Saya suka menikmati berbagai pepohonan, hewan dan menikmati udara di alam," katanya. Malene sudah enam hari di Banyuwangi. Setelah mengikuti Green Run, Malene juga berencana untuk naik Gunung Ijen

BERITA TERKAIT

Bisnis Angkutan Bis Lorena "Tidak Bertenaga" - Catatkan Rugi Rp 17,66 Miliar

NERACA Jakarta – Performance kinerja keuangan PT Eka Sari Lorena Transport Tbk (LRNA) masih membukukan raport merah. Ketatnya persaingan bisnis…

RUU Ekonomi Kreatif Bukan Untuk Membatasi Inovasi

RUU Ekonomi Kreatif Bukan Untuk Membatasi Inovasi NERACA Jakarta - Rancangan Undang-Undang (RUU) Ekonomi Kreatif yang saat ini bakal dibahas…

XL Hadirkan Buku Audio Untuk Tuna Netra

Masih dalam rangka memperingati hari jadi ke-21, PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) mempertegas berkomitmen kuat untuk mendukung penyediaan sarana…

BERITA LAINNYA DI WISATA INDONESIA

Galeri Nasional Pamerkan Karya Seni Rupa Pascareformasi

Galeri Nasional Indonesia bekerjasama dengan Japan Foundation Asia Center menyelenggarakan pameran "Resipro(vo)kasi: Praktik Seni Rupa Terlibat di Indonesia Pascareformasi" pada…

Prosesi Sedekah Laut di Cilacap dihadiri Ribuan Orang

Ribuan orang dari berbagai wilayah di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, menyaksikan prosesi sedekah laut yang merupakan tradisi budaya nelayan setempat…

Jogja Street SculptureProject 2017 Hadirkan 54 Karya Patung

Jogja Street Sculpture Project (JSSP) 2017 akan digelar di Kawasan Kotabaru, Yogyakarta, dengan menghadirkan sebanyak 54 karya patung dari 50…