Disperindag Bogor Awasi Perizinan Swalayan

Bogor - Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Bogor, Jawa Barat, melakukan pendataan perizinan sejumlah toko dan swalayan baik kecil ataupun menengah di wilayah tersebut.

Kepala Bagian Perdagangan, Disperindag Kota Bogor, M Sinaga di Bogor, Kamis menyebutkan, pendataan tersebut merupakan program kerja Disperindag untuk melakukan pengawasan yang akan dilakukan selama 2012 ini.

"Tahun ini program kita adalah melakukan pengawasan perizinan. Kita akan melakukan pendataan ke sejumlah toko, swalayan ataupun warung waralaba yang ada di seluruh wilayah Kota Bogor," katanya.

Sinaga mengatakan, pendataan telah dimulai minggu ini. Sejumlah petugas dibentuk dalam tim yang disebar di enam kecamatan.

Pendataan dilakukan ke seluruh toko, kios, warung dan swalayan yang ada di enam kecamatan di Kota Bogor. Data yang terkumpul akan diinventarisasi sebagai database Disperindag.

Petugas akan menyisir seluruh wilayah dan memeriksa surat-surat guna memastikan toko memiliki izin sesuai perizinannya.

"Kami ingin memastikan seluruh toko dan swalayan memiliki izin sesuai perizinannya. Jika ada yang mengubah fungsi perizinan ini yang akan kita benahi," katanya.

Sinaga mengatakan, pengawasan tersebut dilakukan dalam rangka tertib administrasi mewujudkan Kota Bogor yang kondusif.

"Sekaligus sebagai upaya penegakan aturan dan tertib hukum di Kota Bogor," katanya.

Ia menjelaskan, pengawasan tersebut dilakukan menyusul banyaknya toko dan swalayan yang tidak tertib hukum. Banyak toko yang tidak sesuai perizinannya.

Tidak hanya itu, banyak juga bangunan toko yang tidak mengantongi IMB yang menjadi kewajibab setiap masyarakat.

Selama 2010, pihaknya menemukan 20 toko tidak mengantongi IMB dan harus ditertibkan. Beberapa dari toko tersebut disegel dan diminta untuk mengurus perizinan ke Badan Perizinan Terpadu (BPT).

"Kami ingin 2012 ini semua tertib hukum dan mengantongi izin sesuai peruntukannya. Jika ada yang belum berizin akan kita sarankan segera mengurus izin, dan jika ada yang izinnya tidak sesuai akan kita data dan berikan teguran," katanya.

Menurut dia, tahun lalu pihaknya melakukan pembinaan ke setiap pemilik toko, pengusaha makanan. Pembinaan tersebut meliputi penyediaan makanan sehat dan bebas pengawet.

BERITA TERKAIT

Stasiun Bogor Tidak Manusiawi

Stasiun KRL di Bogor sepintas terlihat indah dan nyaman, tapi begitu keluar peron pasti penumpang manula akan kesulitan naik tangga…

Regulasi Perizinan Jadi Penghambat Pertumbuhan Ekonomi

NERACA Jakarta – Panjangnya proses perizinan hingga regulasi, dituding menjadi penyebab lambatnya pertumbuhan ekonomi Indonesia. Pasalnya, pemerintah memperkirakan pertumbuhan ekonomi…

ICW: Kesadaran Masyarakat untuk Awasi Pengadaan Barang Jasa Rendah

ICW: Kesadaran Masyarakat untuk Awasi Pengadaan Barang Jasa Rendah NERACA Jakarta - Indonesia Corruption Watch (ICW) menilai bahwa kesadaran masyarakat…

BERITA LAINNYA DI EKONOMI DAERAH

DPRD Ingatkan Pemkot Sukabumi dan Kemenag Lakukan Evaluasi Pemberangkatan Calhaj

DPRD Ingatkan Pemkot Sukabumi dan Kemenag Lakukan Evaluasi Pemberangkatan Calhaj NERACA Sukabumi - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kota Sukabumi…

Wirausaha Kreatif Kriya dan Fesyen di Surabaya Terus Ditingkatkan

Wirausaha Kreatif Kriya dan Fesyen di Surabaya Terus Ditingkatkan NERACA Surabaya - Kementerian Perindustrian melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah…

Kemenperin Ajak Santri Probolinggo Menuju Era Industri 4.0

Kemenperin Ajak Santri Probolinggo Menuju Era Industri 4.0 NERACA Probolinggo - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah…