Cina Turunkan Inflasi Jadi 4,1%

NERACA

Beijing--- Raksasa ekonomi dunia, Cina kembali merangsang pertumbuhan ekonominya. Karena inflasi China yang sempat tercatat meninggi, kini mulai menurun pada Desember. Secara keseluruhan, harga-harga konsumen naik 4,1%. Namun tercatat turun 4,2% dibandingkan bulan sebelumnya. Tetapi masih di atas target pemerintah sebesar 4% untuk tahun ini.

Dikutip dari Associated Press, namun bertolak bekalang dengan inflasi harga makanan yang naik menjadi 9,1% dari sebelumnya sebesar 8,8%. Angka inflasi itu bisa melapangkan jalan bagi Beijing untuk menurunkan suku bunga atau mengambil langkah-langkah lain untuk merangsang pertumbuhan ekonomi yang melambat. Namun pemimpin China merasa lonjakan biaya makanan menjadi penghambat.

Analis menyalahkan terjadinya inflasi merupakan akibat dari stimulus bernilai miliaran dolar yang membantu China menghindari krisis global telah menurun sejak 2.008 dan terus sejak memukul selama 37 bulan menjadi sebesar 6,5% pada Juli.

China berulang kali menaikkan suku bunga dan memperketat investasi di akhir 2010 dan awal 2011 untuk mendinginkan ekonominya yang dinilai terlalu panas, tapi kemudian berbalik arah setelah permintaan eksportir global terjun bebas.

Para pejabat sendiri telah berjanji memberikan pinjaman lebih untuk membantu eksportir dan pengusaha, di telah terjadi PHK sehingga menimbulkan potensi kerusuhan. Kenaikan biaya makanan, yang memperhitungkan hingga setengah dari pengeluaran bulanan bagi keluarga miskin, didorong oleh harga daging babi yang melonjak 21,3%, dan harga gandum yang naik 6,9%.

Ditempat terpisah, Gubernur Bank Indonesia (BI) Darmin Nasution mengatakan Inflasi 2011 sebesar 3,79% diyakini karena tekanan inflasi inti yang masih dapat dikenadalikan. Selain itu, rendahnya inflasi bahan pangan dan minimnya inflasi administered prices juga mendukung rendahnya inflasi 2011.

Menurut Darmin, telah terjadi penurunan tajam dibandingkan inflasi 2010 sebesar 6,96% yang lebih rendah dari target yang ditetapkan BI sebesar lima plus minus satu. Menurut Darmin, hal tersebut karena terkendalinya inflasi inti. "Inflasi inti yang stabil, didukung oleh kebijakan moneter dan nilai tukar dalam mengendalikan permintaan, tekanan inflasi dari barang impor, serta ekspektasi inflasi," jelasnya

Di sisi lain, Darmin menilai, rendahnya inflasi bahan pangan didukung oleh kebijakan pemerintah dalam menjaga kecukupan pasokan dan kelancaran, distribusi, serta stabilisasi harga pangan. Sementara itu, kebijakan fiskal terkait subsidi energi berdampak pada minimnya inflasi administered prices. "Sinergi kebijakan BI dan Pemerintah dalam meredam inflasi tersebut juga tidak terlepas dari koordinasi yang semakin baik, yang antara lain dilakukan melalui forum Tim Pengendalian Inflasi (TPI) dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID)," urainya.

Lebih jauh Darmin memperkirakan, inflasi pada 2012 dan 2013 akan tetap dapat dikendalikan pada kisaran sasarannya, yaitu 4,5 plus minus satu persen. **cahyo

Related posts