Belanja Modal PT DI Capai Rp270 M

NERACA

Bandung—PT Dirgantara Indonesia (PT DI) mengungkapkan anggaran belanja modal (capital expenditure/capex) ebesar Rp270 miliar pada 2012. Adapun sumber dana capex tersersebut dari PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA)"Untuk tahun ini, investasi yang kita butuhkan adalah sekira Rp270 miliar," kata Director of Aerostructure PTDI Andi Alisjahbana kepada wartawan di Jakarta,12/1

Menurut Andi, dana capex tersebut akan digunakan untuk investasi pada mesin, produksi dan penambahan kemampuan. Adapun sumber pendanaan untuk capex tersebut didapat oleh perusahaan pelat merah tersebut dari pinjaman yang berasal dari Perusahaan Pengeloan Aset (PPA) senilai Rp650 miliar pada Desember 2011 lalu. "Sumber pendanaan kita berasal dari pinjaman dari PPA. pinjaman tersebut sebesar Rp650 miliar. Di mana sebanyak Rp270 miliar akan kita gunakan untuk investasi sedangkan sisanya akan kita gunakan sebagai dana operasional," pungkasnya.

Lebih jauh kata Andi, PT DI juga menargetkan untuk mendapatkan kontrak sebesar Rp9 triliun dengan Kementerian Pertahanan dan Keamanan (Kemhan). "Target kita untuk kontrak dengan Kemhan senilai Rp9 triliun dalam kurun waktu 2011 hingga 2014," jelasnya

Andi menuturkan, hingga saat ini kontrak yang baru terealisasi hampir 50 persen. Adapun kontrak tersebut adalah pembuatan helikopter untuk TNI Angkatan Darat (AD) dan Angkatan Laut (AL). Rencananya, PT DI akan membuat enam helikopter dan pengirimannya akan dilakukan secara bertahap dimulai dari 2011.

Di sisi lain, PT DI juga melakukan ekspor ke negara Korea, sebanyak empat pesawat jenis CN-235, di mana saat ini sudah terkirim tiga pesawat dan menyisakan satu pesawat yang dikirim tahun ini. Selain itu, perusahaan pembuatan pesawat terbang pelat merah tersebut, pada 2013 akan melakukan ekspor pesawat jenis 212-400 ke negara Thailand. Delapan pesawat, dijadawlakan akan mulai dikirim pada 2013.

Sebelumnya, Direktur PT Dirgantara Indonesia (PT DI) Budi Santoso mengakui PT DI akan melakukan investasi sebesar Rp700 miliar untuk restrukturisasi internal yang diperoleh dari Penyertaan Modal Negara (PNM). "Untuk restrukturisasi, PT DI harus memperbaiki internal kami sendiri sekira Rp700 miliar. Nanti kita ajak orang lain untuk masuk ke dalam," tuturnya

Namun demikian, kata Budi, pihaknya sangat hati-hati mengelola dana dari PPA ini. Jangan sampai mubazir. “Dari penambahan PNM dari pemerintah. Kita planning ini bersama-sama dengan PT PPA (Perusahaan Pengelola Aset). Jadi jangan sampai investasinya salah. Nah, PPA ini diberi tugas oleh Kementerian BUMN untuk melaksakan restrukturisasi PT DI," paparnya

Lebih lanjut kata Andii, dana tersebut selain restrukturisasi internal juga akan digunakan untuk memperkuat kerja sama dengan Airbush Military. "Untuk membuat PT DI lebih kompetitif maka mereka mengajak kita mengenai teknologi yang sekarang seperti apa. Mereka akan ajarkan kepada kita," pungkasnya. **cahyo

BERITA TERKAIT

Belanja APBN 2018 yang Kredibel

Oleh: Joko Tri Haryanto, Badan Kebijakan Fiskal Kemenkeu *) Merujuk data pemerintah, hingga 30 Juni 2017 realisasi belanja APBN mencapai…

Indonesia Pacu Tiga Sektor Manufaktur Jepang Tambah Investasi - Penanaman Modal di Sektor Riil

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian fokus mendorong para pelaku industri Jepang skala menengah untuk terus berinvestasi di Indonesia. Terdapat tiga…

Negara Berkembang Paling Pesat Pertumbuhan Belanja Online

    NERACA   Jakarta - Survei terbaru Mastercard menyebutkan, pertumbuhan aktivitas belanja melalui gawai (smartphone) atau "mobile shopping" berkembang…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Tarif Cukai Rokok Naik 10% di 2018

      NERACA   Jakarta - Pemerintah secara resmi akan menaikkan tarif cukai rokok rata-rata sebesar 10,04 persen mulai…

Menyampaikan Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika Lewat Kesenian

    NERACA   Jakarta – Kepala Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP) Yudi Latief menyampaikan bahwa pendiri bangsa…

Grand Eschol Residences & Aston Karawaci Hotel Kembali Dibangun - Sempat Tertunda

    NERACA   Jakarta - PT Mahakarya Agung Putera, pengembang Grand Eschol Residence & Aston Karawaci City Hotel, menegaskan…