Viral Marketing = Marketing Gethok Tular

Gethok Tular berasal dari bahasa Jawa. Dilihat dari segi bahasa, pada dasarnya sendiri juga kurang memahami asal muasal dan arti dari kata gethok tular. Namun secara konsep, makna dari marketing secara gethok tular sendiri hampir sama dengan viral marketing, yaitu membuat produk Anda terkenal dan dipasarkan oleh orang lain dari mulut ke mulut. Lebih mudahnya, ada sebuah warung bakso yang sebenarnya enak sekali di daerah Anda. Namun, belum pernah membeli sekalipun di warung bakso tersebut. Tetapi, tetangga atau teman Anda membeli bakso di warung tersebut dan merasakan betapa enaknya bakso yang dia makan. Lalu Anda mencobanya, dan meng-iyakan pendapat teman tersebut. Periode berikutnya, tanpa Anda sadari, menceritakan ke teman yang lain.

Strategi marketing gethok tular ini sebenarnya strategi yang sangat ampuh sekali sebagai sarana pemasaran produk atau usaha anda. Mengapa saya katakan demikian? Sebab ketika gethok tular ini bekerja, maka anda tidak perlu membuang-buang tenaga dan membuang dana yang besar untuk memasarkan usaha anda. Anda cukup membuat setiap konsumen anda merasa puas, lalu konsumen anda tersebut dengan sendirinya akan merekomendasikan usaha anda kepada keluarga, teman sejawat, tetangga, serta teman kantornya.

Faktor Pendukung Suksesnya Gethok Tular

Meskipun merupakan salah satu strategi marketing yang handal, untuk bisa membuat gethok tular ini bekerja tidaklah mudah. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk mendukung strategi marketing ini bekerja. Berikut adalah beberapa hal yang saya maksud:

Buatlah produk yang berkualitas, unik dan berbeda dari yang lain sehingga mempunyai nilai lebih di mata konsumen. Berikan service customer excelent atau pelayana konsumen yang baik sehingga konsumen tidak kecewa ketika membeli barang dan produk anda, meskipun usaha anda hanyalah sebuah warung. Buatlah konsumen anda puas ketika membeli di tempat anda, buat dia merasa berkesan berbelanja di tempat anda, sehingga konsumen akan datang kembali ke tempat usaha anda sebagai konsumen yang loyal.

Viral adalah tindakan terhadap objek atau pola pikir sehingga memiliki kemampuan untuk menyebar dan menduplikasikan diri atau menggunakan objek atau pola pikiran sehingga semmakin menyerupai viral object yang penyebarannya bersifat eksponensial dan membentuk pola penyebaran virus biologis atau epidemic. Tapi itu bukan virus sebenarnya.

Singkatnya viral marketing adalah strategi dan proses penyebaran pesan elektronik yang menjadi saluran untuk mengkomunikasikan informasi suatu produk kepada masyarakat secara meluas dan berkembang. Caranya memanfaatkan database pengguna internet yang telah terdaftar dan digunakans ecara masal, contohnya email gratis seperti yahoo, hotmail, gmail, selain memeberikan pelayanan email gratis juga memberikan ebrbagai penawaran prosuk bersamaan dengan layanan email tersebut. Atau penyebaran e-book gratis, akan tetapi menyelipkan beberapa link bisnis didlamnya

Program Viral Marketing asli yang bermunculan di dunia maya (internet), meski masih ada hubungan dengan internet. Sebab dalam pemunculan di dunia maya yang akhirnya dikenal dengan sebutan Viral Marketing, program ini hanyalah sebuah program yang menyebar dari email ke email, tidak dalam bentuk saat ini yang di adopsi oleh perusahaan secara nyata.

Karena itu, sulit sekali menjelaskan seperti apa program viral marketing itu. Tidak ada definisi yang tepat mengenai Viral Marketing, sebab Viral Marketing berawal dari kebiasaan hidup kita sehari-hari. Jika kita merasakan sesuatu hal, entah hal yang positif atau negative, kita akan meneruskannya (bercerita) kepada orang lain. Alasannya, agar orang lain minimal juga bisa ikut merasakannya. Itulah ide Viral Marketing.

Pada saat seseorang melakukan sign up sebuah account email baik di hotmail, yahoo, atau lainnya dan mulai berkirim-kirim email, maka tag line paling bawah body mail kita akan menerima injeksi sebuah kalimat atau penawaran secara tidak langsung. Itulah yang disebut Viral Marketing.

Kejadian Sehari-hari

Viral Marketing sebenarnya berawal dari kejadian hidup sehari-hari yang sering kita lakukan. Kita selalu menceritakan apa yang kita alami baik hal yang negative atau positif. Ketika kita habis menonton film yang bagus, kita cerita kepada teman kita, sehabis makan bakso yang enak, sehabis berbelanja disebuah toko yang memberikan diskon, kitapun bercerita kepada teman kita. Alasannya agar teman-teman kita juga merasakan apa yang telah kita alami. Lalu, apa yang perusahaan berikan kepada kita? Tentu tidak ada bukan? Bahkan ucapan terima kasih saja tidak. Disinilah program Viral Marketing menyiasati. Selalu ada reward dan bonus bagi setiap konsumen yang berhasil menceritakan keunikan perusahaan dalam programnnya ini dan berhasil mengajak temannya menjadi konsumen setia. Jadi, buat apa lagi konsumen harus berbelanja atau mempromosikan perusahaan atau produk lain jika ada produk serupa dan perusahaan sejenis yang menjalankan program ini.

Banyak perusahaan yang tidak menyadarinya, padahal mereka sebenarnya hidup dan berangkat dari kejadian sehari-hari ini. Untuk apa perusahaan menjalankan trik penjualan yang ada? Misalnya memberikan diskon, bonus, undian berhadiah, atau lainnya? Tak lain untuk menarik konsumen agar terus berbelanja bukan? Bila perlu menceritakan kepada teman lainnya dan mengajaknya berbelanja di perusahaan kita. Akan tetapi cara tersebut belum maksimal.konsumen tidak wajib berbelanja diperusahaan kita karena daya tariknya sedikit, tidak demikian di program Viral Marketing.

BERITA TERKAIT

Sentul City Bidik Marketing Sales Rp 1,5 Triliun - Pasang Target Bisnis Konservatif

NERACA Bogor – Perusahaan properti, PT Sentul City Tbk (BKSL) berhasil mencetak kinerja positif sepanjang Januari-September 2017. Dimana perseroan berhasil…

Baznas Depok Gelar Pelatihan Digital Marketing

Baznas Depok Gelar Pelatihan Digital Marketing NERACA Depok - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Depok, Jawa Barat mengadakan pelatihan…

Combiphar Raih Asia Pacific OTC Marketing Awards 2017

NERACA Jakarta - Combiphar semakin mengokohkan posisinya sebagai perusahaan consumer healthcare terkemuka asal Indonesia yang layak beradu di pasar internasional.…

BERITA LAINNYA DI BISNIS INDONESIA

Hidup di Negeri 1001 Bencana

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNP) menyebutkan, data sementara kejadian bencana alam sejak 1 Januari hingga 20 November, ada 2.057 bencana…

Mengukur Dampak Siklon Cempaka dan Dahlia

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengatakan Siklon Tropis Cempaka dan Dahlia yang melanda sebagian wilayah Jawa belum lama ini merupakan…

Bencana Alam Jadi “Magnet” Menarik Wisatawan?

Menurut Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, masyarakat di seluruh dunia tertarik untuk menyaksikan erupsi Gunung…