Bermain Aman Dalam Berbisnis

Krisis ekonomi Amerika Serikat dan sebagian negara di kawasan Eropa akan memasuki babak perbaikan. Selain recovery ekonomi dan geliat usaha yang kembali bergairah, sikap prudent (hati-hati), patut mendapat perhatian.

Neraca. Perusahaan yang cerdas pasti akan melatih dan mengarahkan semua karyawannya, untuk bekerja dalam kolaborasi dan sinergi yang harmonis, dibawah kepemimpinan yang tegas dan cerdas agar segenap kekuatan dan keunggulan sumber daya perusahaan, memberi pencapaian dari visi dan misi perusahaan.

Melalui stakeholder manajemen, perusahaan mampu mengidentifikasi dan menetapkan stakeholder kunci dalam prioritas pelayanan sempurna. Selanjutnya, perusahaan bertindak secara profesional untuk memberikan dukungan, dan memenangkan dukungan dari para stakeholder untuk keberhasilan bisnis mereka.

Salah satu bagian terpenting dan sangat menarik dari manajemen stakeholder yang dilakukan oleh perusahaan tersebut, adalah memotivasi para pemangku kepentingan mereka dengan berbagai program menarik. Tujuan utama dari program yang mereka miliki adalah untuk membuat keterikatan batin yang kuat diantara mereka semua, agar kesetiaan dan proses bisnis yang saling tergantung diantara mereka menjadi semakin kolaboratif.

Investor yang gemar berpetualang dalam mencari peluang dan keuntungan, harus melalui risiko yang membahayakan, pasti akan tergoda untuk memindahkan sebagian portfolio investasinya ke negara-negara yang sedang melakukan recovery ekonomi. Sebab, mereka pasti sudah mencium wanginya keuntungan yang bakal mereka dapatkan di tempat yang sedang butuh banyak likuiditas untuk pemulihan ekonomi.

Secara fundamental, negara – negara seperti Amerika Serikat dan Eropa selalu memiliki keunggulan dalam hal kepastian hukum, kualitas sumber daya manusia, dan infrastruktur investasi yang luar biasa. Artinya, investor tidak akan terlalu khawatir dengan berbagai risiko investasi, mereka hanya perlu mendapatkan dukungan dari pemerintahan negara-negara tersebut untuk memetik keuntungan seperti yang mereka inginkan.

Arus modal masuk di pasar modal dan pasar uang sifatnya selalu seperti jinak-jinak merpati, seorang investor sudah berani berinvestasi dan menempatkan sejumlah uangnya di tempat yang kurang dia pahami risikonya. Akibatnya, saat risiko investasi mengambil sebagian dari uangnya, diapun berteriak seolah-olah dia tertipu dengan janji-janji investasi.

Padahal, si investor ini telah membuat keputusan untuk berinvestasi di usaha yang tidak dia pahami risikonya. Dia hanya tergoda oleh rayuan dari orang yang menawarkan investasi tersebut, tanpa pernah menghitung risiko atau pun mempelajari tentang isi dari barang yang mau dia investasikan tersebut. Kalau sudah begini, jangan salahkan siapapun, tapi lebih baik menyalahkan diri sendiri, karena diri telah lalai memiliki pengetahuan dan keterampilan untuk berinvestasi secara cerdas dalam risiko rendah.

Artinya, diri telah lalai untuk mempelajari apakah investasinya itu seperti kuda pincang atau seperti kuda juara. Seseorang yang menginvestasikan dananya disuatu tempat menghadapi dua kemungkinan. Kemungkinan pertama investasinya akan menguntungkan atau malah investasinya bakal merugikan, Risiko murni adalah sesuatu yang hanya dapat berakibat merugikan atau tidak terjadi apa-apa dan tidak mungkin menguntungkan. Salah satu cara agar menghindarkan risiko tersebut adalah dengan asuransi secara tidak langsung dengan demikian besarnya kerugian dapat diminimalkan.

Proses kehidupan selalu akan membawa penumpang gelap yang bernama risiko. Dan, masalah sering sekali timbul oleh karena kegagalan diri untuk memahami potensi risiko yang tidak terlihat. Risiko yang tidak dipahami akan berulang kali muncul, untuk membuat diri terjebak di dalam siklus kehidupan yang berulang-ulang dengan masalah yang sama. Lihatlah nilai-nilai kehidupan Anda saat ini. Kemudian, lihatlah visi Anda. Jujurlah kepada diri sendiri, agar diri anda tersadarkan terhadap arah perjalan anda, serta mampu memproteksi diri sendiri dari ancama risiko pembawa masalah.

Strategi yang dapat diambil antara lain adalah memindahkan risiko kepada pihak lain, menghindari risiko, mengurangi efek negatif risiko, dan menampung sebagian atau semua konsekuensi risiko tertentu. Manajemen risiko tradisional terfokus pada risiko-risiko yang timbul oleh penyebab fisik atau legal (seperti bencana alam atau kebakaran, kematian, serta tuntutan hokum). Manajemen risiko keuangan, di sisi lain, terfokus pada risiko yang dapat dikelola dengan menggunakan instrumen-instrumen keuangan.

Related posts