Sinergisitas Yang Siap Rebut Pasar Asia - Metrodata dan Synnex Bentuk Perusahaan Patungan

NERACA

Jakarta – Di tengah kemajuan era teknologi saat ini, persaingan sengit antar industri teknologi untuk merebut pasar dalam dan luar negeri sudah tidak terelakkan lagi. Oleh karena itu, setiap produsen teknologi dituntut untuk jeli dalam membaca tren pasar dan menghadirkan inovasi terbarukan agar tidak ditinggal pelanggan. Pasalnya, suka tidak suka teknologi informasi sudah menjadi kebutuhan masyarakat dari berbagai lini.

Menyadari ketatnya persaingan industri teknologi, maka eksistensi untuk merebut pasar tidak hanya dibutuhkan strategi jitu atau menampilkan produk-produk inovasi. Namun bagaimana untuk sinergi dengan industri luar agar bisa merambah pasar lebih luas serta membaca peluang dan tantangan lebih agresif lagi. Setidaknya langkah tepat inilah yang sudah dilakukan PT Metrodata Electronics Tbk (MTDL) sebagai perusahaan publik yang bergerak dibidang teknologi informasi (IT) dengan menjalin kerjasama dengan Synnex Technology International Corporation. Synnex merupakan sebuah perusahaan IT dan telekomunikasi yang sahamnya tercatat di bursa efek Taiwan.

Presiden Direktur Metrodata, Susanto Djaja mengatakan, sinergi kerjasama membuat perusahaan patungan dengan menggandeng Synnex sebagai partner diyakini bakal mampu merebut pasar IT di Indonesia dan tidak tertutup kemungkinan di Asia. Pasalnya, Synnex Technology International bukanlah perusahaan baru kemarin yang terjun bisnis IT, tetapi sudah matang dengan pendapatan 2010 tercatat US$ 22 miliar. "Kami optimis dengan sinergi ini akan meningkatkan kinerja perseroan. Bahkan dengan kerjasama ini, pertumbuhan bisnis distribusi IT dan Telekomunikasi perseroan akan mengalami pertumbuhan dua kali lipat dalam tiga tahun,”katanya di Jakarta, kemarin.

Kata Susanto, sinergi kerjasama ini dilakukan perseroan melalui anak usahanya yaitu PT Metrodata E Bisnis (MEB) melalui pembentukan perusahaan gabungan dengan Synnex Technology International Corporation. Kerjasama dengan menggandeng Synnex sebagai partner diyakini bakal mampu merebut pasar IT. Pasalnya, Synnex Technology International bukanlah perusahaan baru kemarin yang terjun dalam bisnis IT, tetapi sudah matang dengan pendapatan 2010 tercatat US$ 22 miliar.

Dalam membuat perusahaan patungan ini, perseroan menyertakan saham baru dalam anak usahanya itu (MEB) kepada Synnex sebanyak 150.000 saham bernilai nominal Rp1 juta per saham. MTDL dan Synnex masing-masing menguasai kepemilikan 50% dalam MEB. Asal tahu saja, pada perjanjian joint venture dengan perusahaan asal Taiwan ini, Metrodata tetap akan menjadi pengendali MEB dan mengkonsolidasikan kinerjanya dalam buku MTDL.

Pada kesempatan yang sama, Presiden Direktur MEB Agus Honggo Widodo menambahkan, melalui sinergis kerjasama ini, perseroan akan memperoleh pengalaman dalam mengelola bisnis IT dan telekomunikasi dari Synnex yang lebih dahulu unggul di Asia dan Eropa. Bahkan performance dalam bisnis IT sudah tidak diragukan lagi karena memiliki omset usaha sebesar US$ 22 juta per tahun."Sebelumnya kita hanya mengelola bisnis IT dan komputer, dengan sinergi ini kami akan masuk bidang yang lebih luas,"ungkapnya.

Nantinya, dalam kerjasama ini, perseroan tidak akan mensia-siakan menimba ilmu dan keberhasilan Synnex dalam bisnis teknologi informasi. Bahkan Metrodata memiliki ambisi untuk lebih kreatif mengembangkan bisnis distribusi telekomunikasi yang berbasis IT dan bidang consumer electronics."Kami optimis perusahaan akan tumbuh lebih besar dengan adanya sinergi dengan Synnex," tegasnya dengan penuh optimis.

Sementara General Manager Group bussiness Development Synergy Technology International Corp. David Tu mengatakan, wilayah Asia yang ditunjuk perusahaan sebagai mitra bisnis adalah Metrodata. Kemudian pasar Indonesia untuk bidang teknologi informasi masih menjanjikan dengan didasarkan pertumbuhan konsumsi masyarakatnya yang cukup tinggi"Kami positif tentang bisnis di Indonesia, kami mencari mitra bisnis tidak hanya sekedar perusahaan besar saja, namun perusahaan yang sudah mapan," ujarnya.

Kinerja 2010

Sebagai informasi, PT Metrodata Electronics Tbk (MTDL) mencatatkan laba bersih sebesar Rp25,16 miliar atau naik 150% dibanding periode sama tahun lalu sebesar Rp10,06 miliar. "Sesuai dengan target, laba bersih tahun 2010 tumbuh 150% yang didukung oleh pertumbuhan penjualan kami,"kata Presiden Direktur MTDL, Susanto Djaja.

Menurutnya, penjualan perusahaan yang bergerak di bidang distribusi produk IT dan komputer tersebut mengalami pertumbuhan sekitar 11%. Penjualan 2010 diperkirakan mencapai Rp3,77 triliun dibandingkan periode sama sebelumnya sebesar Rp3,39 triliun. "Tapi ini masih dalam proses audit,"papar nya.

Penjualan perseroan terutama dikontribusikan dari PT Metrodata E Business, anak usaha yang bergerak di bidang distribusi yakni sebesar 50%. Sedangkan sisanya diperoleh dari unit bisnis lainnya antara lain dari bidang solusi bisnis dan perangkat lunak.

Namun sayangnya, perseroan belum mau mengungkapkan target pertumbuhan yang dicapai perseroan pada tahun ini. "Kita lihat laba tahun lalu meningkat 150%, ini ditunjang oleh adanya terobosan-terobosan dalam bisnis kami. kami harap dengan adanya terobosan baru seperti joint venture dengan distributor IT dari Taiwan, Synnex, akan mendukung pertumbuhan bisnis kami menjadi lebih baik,"tandasnya.

Mengenai Metrodata

P.T. Metrodata Electronics, Tbk ("Perseroan") didirikan pada tanggal 17 Februari 1983 sebagai salah satu Perseroan dalam kelompok usaha Metrodata yang telah berkiprah di bidang teknologi informasi dan komunikasi sejak tahun 1975. Sejak didirikan, Perseroan sempat mengalami perubahan nama beberapa kali dan terakhir pada tanggal 28 Maret 1991 namanya diubah menjadi P.T. Metrodata Electronics, Tbk sampai sekarang.

Saat ini perseroan merupakan salah satu perseroan teknologi informasi dan komunikasi terkemuka di Indonesia dan bermitra dengan perusahaan teknologi informasi kelas dunia, di antaranya adalah Adobe, Alcatel-Lucent, APC, ASUS, Autodesk, BigFix, Blue Coat, BMC Software, CheckPoint, Cisco Systems, Citrix Systems, DELL, ELO, EMC, Emerson Network Power, EPSON, Hitachi Data Systems, Hewlett-Packard, IBM, Infor Global Solutions, Ironport, JDA Software, K2, Lenovo, Microsoft, mySPSSolution, Netscout, NetApp, Nucleus Software, Oracle, Pearson VUE, Prometric, RSA Security, SAP, Strategic Partner Solution, Sun Microsystems, Symantec, Software AG-webMethods, S1 Postilion, Trend Micro, VMware, dan WebMethods.

Dengan pengalaman lebih dari 35 tahun di bidang teknologi informasi dan komunikasi, Metrodata selalu menyertai perjalanan bisnis para pelanggannya. Tangan-tangan profesional setiap karyawan Metrodata terus berkarya menghasilkan inovasi untuk menjawab tantangan perubahan zaman.

Di tahun 2008, Perseroan mengakuisisi Soltius Asia Pte Ltd, yang merupakan perusahaan konsultan SAP yang sudah mapan. Soltius Asia Pte Ltd adalah pemilikPT Soltius Indonesia, Soltius Australia Pty Ltd., dan Soltius Thailand Ltdyang kini telah menjadi salah satu perusahaan anak dalam kelompok Metrodata. Akuisisi ini sangatlah penting karena membuka pintu bagi Perseroan untuk bersaing dengan mitra-mitra SAP lainnya di segmenenterprise. (bani)

Related posts