Keindahan Minimalis Berusia Ribuan Tahun - Seni Arsitektur Jepang :

Neraca. Jepang merupakan kiblat desain minimalis pada seni arsitektur. Masyarakat tradisional negeri Sakura inilah yang kali pertama mengembangkan konsep tersebut dalam berbagai elemen budayanya.

Seni arsitektur jepang dimulai sejak awal periode Yomon (8000-300SM) dilanjutkan periode Yayoi (300-300M), dan periode Kofun (300-552M). Selama periode tersebut budaya arsitektur yang ditinggalkan bercorak dinamis.

Setelah ketiga periode tersebut, arsitektur mendapat pengaruh kuat dari kepercayaan shinto yang bersifat universal. Spiritnya teraplikasi dalam desain bangunan yang sederhana, tanpa detail dan ornamen, serta warna. Arsitekturnya anggun dengan jernih, jujur tanpa polesan. Keaslian adalah estetika, dan kesederhanaan adalah karakter.

Lalu Periode Asuka (552-645M) ke periode Nara (646-793M) dan berlanjut ke periode Heian (794-1185M). Masuknya agama Budha melaui Korea, dan membawa pengaruh budaya Cina maka berkembanglah ajaran esoterik Budisme aliran Mahayana dan Mandalanya. Pada periode ini, tidak ada perubahan berarti pada arsitektur jepang.

Pada akhirnya berkembanglah aliran Zen Budisme melalui Sekte Rinzai dan Sekte Soutou pada periode Kamakura (1186-1333M). Berlanjut hingga periode Muromachi (1134-1573M), dimana seni arsitektur dalam seni penataan taman merefleksikan ajaran Zen. Gaya minimalis terus mengalami perkembangan seiring bertahannya aliran Zen melintasi periode Momoyama (1574-1614M), periode Edo (1574-1868M), dan Meiji (1687-1911M), gaya minimalis terus mengalami perkembangan.

Manusia modern mulai berminat dengan keheningan yang membuai, dan pola geometris yang menyentuh ruang haru. Cita rasa matematika yang mencapai puncaknya pada abad ke-18, memberi citraan estetis baru pada perpaduan eksak matematis. Hal ini tersermin dalam eksplorasi garis dan kepolosan dinding geometrik yang menandai seluruh arsitektur jepang.

Arsitektur rumah tradisional didominasi bahan kayu serta pintu geser arah horizontal dan vertikal dari kayu, dengan atap bertindihkan batu. Kebanyakan bangunan utama menunjukan kedekatan dengan alam. Ruangan dengan lantai tanah, beralas tatami dan batu alam. Konstruksinya sederhana dengan prinsip, semakin sedikit semakin baik.

Umumnya orang Jepang memiliki rumah yang kecil. Rumah berukuran kecil bagi orang Jepang, bukan berarti mereka miskin (Jepang adalah negara maju), namun karena mereka tidak terlalu terobsesi dengan barang-barang mewah yang memakan tempat di rumah mereka.

Desain interiornya memaksimalkan dinding tipis nyaris tidak bermateri, bahkan tak jarang menggunakan bahan kertas. Dalam filoosofi Zen, ini merefleksikan kedekatan dengan alam. Nyaris tak ada hiasan dalam desain interior. Sebagai gantinya, citra hiasan ditemukan dalam garis lurus dan bidang-bidang kosong. Tata ruangpun sederhana dengan memainkan kotak dan persegi.

BERITA TERKAIT

Otomotif - Industri Jepang Siap Produksi Kendaraan Listrik di Indonesia

NERACA Jakarta – Pemerintah bertekad untuk mendorong percepatan pengembangan kendaraan listrik di Indonesia. Salah satu langkah strategisnya, Kementerian Perindustrian berupaya…

Penanaman Modal Asing - Ke Jepang, Menperin Incar Investasi Sektor Kimia Hingga Baja

NERACA Jakarta – Pemerintah Indonesia terus berupaya meningkatkan kerja sama bilateral dengan Jepang di bidang ekonomi, termasuk peningkatan investasi sektor…

IHSG Akhir Tahun Ditaksir Tembus 6.800

NERACA Jakarta- Kendatipun perang dagang Amerika dengan China masih menjadi sentimen negatif perdagangan saham di pasar modal, namun pelaku pasar…

BERITA LAINNYA DI HUNIAN

BTN Ingin Jadi Mitra Utama BP Tapera - Genjot Pembiayaan Rumah Murah

BTN Ingin Jadi Mitra Utama BP Tapera Genjot Pembiayaan Rumah Murah   NERACA Jakarta - PT Bank Tabungan Negara Persero Tbk…

Milenial Minati Hunian di Jatipadang Jakarta Selatan

Milenial Minati Hunian di Jatipadang Jakarta Selatan   NERACA Jakarta - Generasi milenial meminati hunian yang berlokasi di Jatipadang Jakarta Selatan…

Kementerian PUPR Terus Tingkatkan Ketersediaan Hunian Layak MBR

Kementerian PUPR Terus Tingkatkan Ketersediaan Hunian Layak MBR   NERACA Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus meningkatkan…