Siasati Ruang Berukuran Kecil

Sabtu, 14/01/2012

Neraca. Hidup, tak kurang dan tak lebih, adalah seni berkompromi. Tak sedikit keluarga yang menghuni rumah-rumah berukuran di bawah standar, maka kompromi yang perlu disepakati tentu saja adalah mencari siasat agar rumah bisa memberi kesan lebih luas sehingga terasa lebih layak untuk dihuni kendati oleh jumlah yang melebihi kapasitas. Yang bisa ditiru adalah bagaimana masyarakat Jepang mengorganisasi rumahnya.

Berabad-abad lamanya masyarakat Jepang harus berdamai dengan persoalan ruang, dan bukti dari kompromi yang mereka hasilkan adalah terciptanya barang-barang elektronik berukuran kecil namun kompak, seperti radio transistor, walkman, dan lain-lain yang kini telah menular pada barang-barang jenis lainnya yang lebih canggih.

Untuk rumah, strategi yang bisa dicoba adalah memberi jendela kaca yang lebar di tempat-tempat yang memungkinkan, seperti ruang tamu, kamar tidur, bahkan juga kamar mandi maupun dapur. Jendela kaca tidak hanya ditempatkan pada bagian yang membatasi ruang dengan bagian luar rumah, namun juga pada tembok yang menjadi sekat antar ruang. Dengan demikian, apabila gorden disingkap, ruangan seolah-olah memberikan kesan luas dan lega.

Untuk dinding, gunakan cermin sebagai aksen sekaligus elemen dekoratif. Salah satu sisi dinding dilapisi cermin dengan pemasangan menggunakan pola grid. Cermin-cermin tersebut juga dipadukan dengan sandblast.

Rapihkan ruang tamu dengan cara menyingkirkan benda-benda apa saja yang terkesan rumit. Lantai ruang tamu menggunakan pelapis HDF, dengan motif serat maple. Sedangkan tepiannya menggunakan HDF tanpa motif atau polos, selanjutnya tempatkan meja dan tatami. Atur sedemikian rupa agar letaknya pas. Tambahkan aksesori berupa bantalan.

Selain bersiasat dengan efek pandangan menggunakan sekat atau jendela tembus pandang, untuk menyiasati ruang, perabotan rumah dibuat sekompak dan seminimal mungkin. Memanfaatkan celah-celah ruangan sebagai tempat penyimpanan barang, memindahkan ruang tamu ke luar rumah, di bawah tempat tidur dimanfaatkan sebagai kotak penyimpan barang-barang dari kain, di atas tempat tidur dipasang rak gantung yang ringan namun kokoh.

Salah satu dinding di ruang keluarga bisa dipenuhi rak gantung yang menempel tembok. Demikian pula untuk dapur. Untuk lemari dan rak gantung bisa dibuat menyatu dengan bangunan, dan bukan perabot yang bisa digeser atau dipindah. Dengan pemanfaatan seperti ini bisa mengurangi perkakas yang pada umumnya akan memakan ruangan akibatnya membuat ruangan terasa lebih sempit.

cara lain yang banyak disarankan adalah pewarnaan tembok rumah. Umumnya warna-warna terang yang teduh seperti putih dengan berbagai nuansanya (broken white, ash-white, putih sedikit kebiruan, putih sedikit bernuansa gading, putih sedikit bernuansa pink atau hijau) akan membuat pandangan lebih lega dan ruangan terkesan lebih luas.

Pemilihan warna yang memberi efek luas tidak saja disarankan untuk warna bangunan. Warna perabot yang senada dengan warna bangunan akan juga membuat ruangan lebih nyaman dipandang. jangan sekali-kali memilih warga gelap karena akan membuat ruangan tampak semakin sempit.