Menyelusuri Sejarah Pengobatan Katarak

Sabtu, 14/01/2012

Neraca. Penyakit katarak pada mata, konon sudah dilukiskan dalam sebuah catatan pada abad ke enam sebelum masehi. Ini ditandai dengan sebuah jurnal yang menyebutkan bila operasi katarak pada mata sudah dikembangkan oleh para ahli bedah India, Sushruta.

Bahkan di China, penghapusan katarak dengan operasi juga telah dilakukan. Referensi pertama untuk katarak dan pengobatan di Roma Kuno ditemukan di 29 AD dalam buku, Medicinae De, karya Latin ensiklopedia Aulus Cornelius Celsus seseorang berkebangsaan Romawi yang merintis langkah pengobatan khususnya perawatan mata.

Lain halnya dengan dokter mata Irak Ammar bin Ali dari Mosul, yang melakukan ekstraksi katarak pertama melalui hisap. Ia menemukan jarum jarum suntik berongga logam, yang diterapkan melalui sklerotik dan diekstrak katarak menggunakan hisap. Ia menulis tentang penemuannya dari jarum suntik dan bagaimana ia menemukan teknik ekstraksi katarak sementara bereksperimen dengan itu pada pasien.

Katarak dalam istilah kedokteran merupakan keadaan dimana terjadi kekeruhan yang terjadi pada lensa mata yang dapat terjadi akibat hidrasi (penambahan cairan lensa), denaturasi protein lensa atau dapat juga akibat dari kedua-duanya. Biasanya mengenai kedua mata dan berjalan progresif. Katarak menyebabkan penderita tidak bisa melihat dengan jelas karena dengan lensa yang keruh cahaya sulit mencapai retina dan akan menghasilkan bayangan yang kabur pada retina. Jumlah dan bentuk kekeruhan pada setiap lensa mata dapat bervariasi.

Katarak merupakan penyakit mata yang dicirikan dengan adanya kabut pada lensa mata. Lensa mata normal transparan dan mengandung banyak air, sehingga cahaya dapat menembusnya dengan mudah. Walaupun sel-sel baru pada lensa akan selalu terbentuk, banyak faktor yang dapat menyebabkan daerah di dalam lensa menjadi buram, keras, dan pejal. Lensa yang tidak bening tersebut tidak akan bisa meneruskan cahaya ke retina untuk diproses dan dikirim melalui saraf optik ke otak.

Penyakit katarak banyak terjadi di negara-negara tropis seperti Indonesia. Hal ini berkaitan dengan faktor penyebab katarak, yakni sinar ultraviolet yang berasal dari sinar matahari. Penyebab lainnya adalah kekurangan gizi yang dapat mempercepat proses berkembangnya penyakit katarak.

Ada pun untuk mencegah Katarak (meski belum ada penelitian ilmiyah untuk mengetahui efektivitasnya) bisa dilakukan beberapa hal seperti memakan makanan yang baik untuk mata (Mengandung Beta Carotene atau Anti Oksidan), menghindari paparan sinar matahari/radiasi dengan menggunakan kacamata dengan lensa yang bisa mengurangi sinar UV/radiasi yang masuk. Selain itu sering mengejapkan mata, apalagi jika ada air matanya (selama air mata bahagia yang tidak membuat anda stress) bisa membantu membersihkan mata anda. Penggunaan obat tetes mata yang baik juga bisa dipakai untuk membersihkan mata.

Penyakit katarak dikenal dengan beberapa nama, seperti; katarak insipien, kekeruhan terjadi di perifer korteks dan biasanya belum menimbulkan gangguan tajam penglihatan. Katarak imatur, kekeruhan terjadi di posterior nukleus lensa dan belum mengenai seluruh lapisan lensa, dan mulai menimbulkan gangguan penglihatan.

Katarak matur, kekeruhan sudah mengenai seluruh lensa dan terjadi penurunan penglihatan yang sangat tajam, dan katarak hipermatur, yakni bila katarak matur dibiarkan akan terjadi pencairan korteks dan nukleus tenggelam ke bawah (katarak morgagni) atau lensa akan menjadi keriput karena terus kehilangan cairan (shrunken katarak).

Katarak dini hanya dapat dilihat dengan alat slit lamp yang biasanya digunakan oleh dokter spesialis mata. Pada umumnya dokter spesialis mata akan menggunakan berbagai alat untuk menentukan jenis, kekeruhan dan letak dari katarak, serta untuk membedakannya dari penyakit mata lain yang mempunyai gejala mirip dengan katarak.