tambah kilas

Kamis, 12/01/2012

5.000 Buruh Bekasi Protes Gugatan Apindo

Sekitar 5.000 buruh yang tergabung dari berbagai serikat pekerja di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, memprotes sejumlah perusahaan setempat yang belum menggaji karyawannya sesuai upah minimum kabupaten.

Aksi protes itu dilakukan dengan cara menutup ruas Jalan Arteri Cibitung sebagai salah satu kawasan industri terbesar di Kabupaten Bekasi dengan cara berjalan kaki. Akibatnya, terjadi kepadatan lalu lintas sepanjang 13 kilometer hingga ke pintu tol Cibitung.

"Protes dilatarbelakangi sikap mayoritas pelaku industri yang belum memberlakukan penggajian sesuai besar Upah Minimum Kabupaten (UMK) Bekasi tahun 2012 yang telah ditetapkan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan akhir tahun lalu," ujar Obon Tabroni, Ketua Buruh Bekasi Bergerak yang menaungi berbagai serikat pekerja.

Ratusan Rumah di Tangerang Terendam Banjir

Ratusan rumah warga di Perumahan Total Persada, Kelurahan Gembor, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang, Banten, terendam air setinggi 80 setimeter.

"Hujan di perumahan ini sudah sering terjadi dan sangat sulit diatasi meski sudah ada beberapa program yang di jalankan," kata warga Perumahan Total Persada, Firmasnyah di Tangerang, Rabu.

Menurut dia, akibat terendam banjir sejumlah warga mulai memindahkan barang berharga lainnya. Berdasarkan informasi, terdapat delapan RT yang terendam banjir.

Kemudian, ia menuturkan bila terjadi hujan lebat maka ketinggian air bisa mencapai satu meter. Adapun luapan air berasal dari luapan kali Sabi.

Oleh karena itu, pihaknya berharap agar pemerintah dapat mengatasi permasalahan tersebut. Karena, banjir yang melanda pemukiman warga menyebabkan kerusakan infrastruktur dan menimbulkan penyakit.

Penertiban Keramba Ikan

Terkendala Pengelolaan Situ

Pemerintah Kota Tangerang Selatan, Banten, mengalami kendala dalam melakukan penertiban petani keramba ikan di sejumlah situ.

"Karena pengelolaan situ masih dilakukan oleh pemerintah pusat, maka kami khawatir bila petani keramba ikan yang telah ditertibkan akan kembali beroperasi," kata Kepala Badan Lingkungan Hidup Kota Tangsel, Rahmat Salam di Tangerang, Rabu.

Menurut Rahmat, pihaknya akan mulai melakukan penertiban petani keramba ikan di sejumlah situ pada bulan Maret.

Koordinasi dengan camat dan lurah pun telah dilakukan untuk melakukan sosialisasi sebelum penertiban dilakukan oleh BLHD.

Pasalnya, keberadaan petani ikan keramba menyebabkan pendangkalan dan kebersihan situ. Hal tersebut menyebabkan air mudah meluap saat hujan lebat.