Mengenal Seluk Beluk Penyakit Katarak

Sabtu, 14/01/2012

Neraca. Secara kesehatan mata, katarak terjadi ketika protein terbentuk pada lensa dan menghadang beberapa cahaya untuk melewatinya, sehingga sulit untuk melihat dengan jelas. Seiring waktu, katarak dapat menyebabkan kebutaan. katarak sering berhubungan dengan mereka yang semakin tua, tapi kadang-kadang mereka juga dapat berkembang pada orang muda.

Ada beberapa gejala yang dapat didentifikasikan sebagai penyakit katarak, antara lain; gejala katarak Blurry Vision, yaitu penglihatan kabur pada jarak manapun adalah gejala yang paling umum dari katarak. Penglihatan anda mungkin terlihat berkabut, filmy, atau berawan. Seiring waktu, bila lensa menjadi lebih keruh, maka cahaya bertambah sedikit yang mencapai retina. Orang dengan katarak mungkin memiliki masa yang sangat sulit untuk melihat di malam hari.

Gejala katarak Glare, yakni gejala awal katarak lainnya adalah silau, atau sensitivitas terhadap cahaya. Anda mungkin memiliki kesulitan untuk melihat di bawah sinar matahari cerah. Lampu Indoor yang sebelumnya tidak mengganggu Anda sekarang mungkin tampak terlalu terang atau memiliki halos (lingkaran cahaya). Mengemudi di malam hari juga dapat menjadi masalah karena silau yang disebabkan oleh lampu mobil yang mendekat.

Lalu gejala katarak Double Vision. Kadang-kadang, katarak dapat menyebabkan penglihatan menjadi ganda (juga dikenal sebagai diplopia). Sebagaimana bila katarak tumbuh menjadi lebih besar, maka penglihatan ganda akan hilang.

Sedangkan gejala katarak dengan perubahan warna, ditandai dengan katarak yang dapat mempengaruhi penglihatan warna Anda, membuat beberapa warna terlihat pudar. Visi Anda secara bertahap dapat menjadi warna kecoklatan atau kekuningan. Pada awalnya, Anda mungkin tidak melihat adanya pada perubahan warna ini. Namun seiring waktu, mungkin membuat Anda menjadi lebih sulit untuk membedakan warna biru dan ungu.

Ada pula gejala katarak Second Sight, yang terkadang terjadi katarak untuk sementara dapat meningkatkan kemampuan seseorang dalam melihat close-up, karena katarak bertindak sebagai lensa kuat. Fenomena ini disebut penglihatan kedua, karena orang yang mungkin pernah memerlukan kacamata untuk baca menemukan bahwa mereka tidak membutuhkannya lagi. Namun bila katarak memburuk, hal ini akan hilang dan penglihatan memburuk lagi.

Gejala katarak lainnya adalah gejala Resep Baru, yang sering melakukan perubahan resep kacamata atau lensa kontak dapat menjadi tanda katarak. Hal ini karena katarak yang progresif, yang berarti mereka menjadi lebih buruk dari waktu ke waktu.

Secara umum terdapat empat jenis katarak, yakni Pertama, Congenital, merupakan katarak yang terjadi sejak bayi lahir dan berkembang pada tahun pertama dalam hidupnya. Jenis katarak ini sangat jarang terjadi. Kedua, Traumatik, merupakan katarak yang terjadi karena kecelakaan pada mata. Ketiga, Sekunder, katarak yang disebabkan oleh konsumsi obat seperti prednisone dan kortikosteroid, serta penderita diabetes. Katarak diderita 10 kali lebih umum oleh penderita diabetes daripada oleh populasi secara umum. Dan katarak yang berkaitan dengan usia. Katarak ini merupakan jenis katarak yang paling umum. Sedangkan berdasarkan lokasinya, terdapat tiga jenis katarak, yakni nuclear sclerosis, cortical, dan posterior subcapsular.

Nuclear sclerosis merupakan perubahan lensa secara perlahan sehingga menjadi keras dan berwarna kekuningan. Pandangan jauh lebih dipengaruhi daripada pandangan dekat (pandangan baca), bahkan pandangan baca dapat menjadi lebih baik. Penderita juga mengalami kesulitan membedakan warna, terutama warna biru.

Katarak jenis cortical terjadi bila serat-serat lensa menjadi keruh, dapat menyebabkan silau terutama bila menyetir pada malam hari. Posterior subcapsular merupakan terjadinya kekeruhan di sisi belakang lensa. Katarak ini menyebabkan silau, pandangan kabur pada kondisi cahaya terang, serta pandangan baca menurun

Topik Terkait

seluk beluk cahaya