Mata Sehat Bebas Dari Penyakit Katarak

Sabtu, 14/01/2012

Banyak menangkap sinar matahari dengan mata telanjang, bukan mustahil penyakit katarak akan bersarang dimata Anda. Menggunakan kacamata pelindung, mungkin bisa mengatasinya, namun menjaga kesehatan mata jauh lebih penting.

Neraca. Bagi masyarakat yang tinggal di wilayah tropis seperti Indonesia, kecenderungan terserang penyakit katarak 15 tahun lebih cepat dibandingkan di daerah lainnya, bahkan sekitar 16-22% penderita katarak yang dioperasi berusia dibawah 55 tahun. Penyakit ini disebabkan terlalu lamanya mata menangkap sinar matahari yang mengandung sinar ultraviolet, dan tanpa menggunakan pelindung mata untuk mengurangi kontak lansung dengan matahari.

Penyakit katarak diawali dengan perubahan lensa mata, dari sebelumnya jernih dan tembus cahaya menjadi keruh. Katarak menyebabkan penderita tidak bisa melihat dengan jelas karena dengan lensa yang keruh cahaya sulit mencapai retina dan akan menghasilkan bayangan yang kabur pada retina, jumlah dan bentuk kekeruhan pun pada setiap lensa mata dapat bervariasi.

Seorang penderita katarak mungkin tidak menyadari, bila ia mengalami gangguan pada matanya. Apabila kekeruhan tidak terletak dibagian tengah lensa matanya. Serangan katarak memang terjadi secara perlahan, penglihatan akan terganggu secara berangsur.

Penyakit yang tidak menular ini, dapat terjadi pada kedua mata disaat bersamaan. Katarak tidak disebabkan oleh pemakaian mata yang berlebihan dan tidak mengakibatkan kebutaan permanen apabila diatasi dengan pengobatan atau operasi.

Gangguan penglihatan yang disebabkan oleh katarak akan lebih cepat dengan bertambahnya usia seseorang. Akan tetapi pada penderita diabetes, walaupun masih berusia muda, katarak akan mengganggu penglihatan lebih cepat.

Sementara itu Katarak hanya dapat diatasi melalui prosedur operasi, akan tetapi jika gejala katarak tidak begitu mengganggu, tindakan operasi tidak diperlukan.terkadang cukup dengan mengganti kacamata penglihatan pun kembali membaik.

Hingga saat ini belum ada obat-obatan, makanan, atau kegiatan olah raga yang dapat menghindari atau menyembuhkan seseorang dari gangguan katarak, akan tetapi dengan melindungi mata terhadap sinar matahari yang berlebihan dapat memperlambat terjadinya gangguan katarak. Kacamata gelap atau kacamata reguler yang dapat menghalangi sinar ultraviolet (UV) sebaiknya digunakan ketika berada diruang terbuka pada siang hari.

Secara umum, gangguan katarak meliputi; penglihatan yang tidak jelas, seperti terdapat kabut menghalangi objek, mata akan terasa peka terhadap sinar atau cahaya, bila ingin membaca maka mata akan membutuhkan banyak pencahayaan selain perubahan pada lensa mata yang berubah menjadi buram seperti kaca susu.

Untuk mata normal, cahaya akan masuk dan melewati lensa, kemudian lensa secara otomatis memfokuskan cahaya tersebut menjadi gambar tajam pada retina, yang me-relay pesan melalui saraf optik ke otak. Jika lensa keruh oleh katarak, gambar yang Anda lihat akan menjadi kabur. Pada kondisi mata lainnya, seperti myopia, juga menyebabkan pandangan kabur, tapi katarak menghasilkan beberapa tanda dan gejala yang khas.

Sering melakukan perubahan resep kacamata atau lensa kontak dapat menjadi tanda katarak. Hal ini karena katarak yang progresif, yang berarti mereka menjadi lebih buruk dari waktu ke waktu.

Sebagian besar katarak terjadi karena proses degeneratif atau bertambahnya usia seseorang. Usia rata-rata terjadinya katarak adalah pada umur 60 tahun keatas. Akan tetapi, katarak dapat pula terjadi pada bayi karena sang ibu terinfeksi virus pada saat hamil muda.

Selain menangkap sinar matahari yang terlalu berlebih, ada beberapa faktor penyebab lain yang dapat berakibat serangan penyakit katarak, anatara lain; faktor keturunan, cacat bawaan sejak lahir, diabetes, penggunaan obat tertentu, gangguan metabolisme diabetus Melitus, gangguan pertumbuhan, rokok dan alkohol, trauma (kecelakaan) pada mata., dan segudang faktor lain yang belum diketahui.

Pengobatan katarak biasanya dilakukan dimeja operasi. Dokter spesialis mata akan melakukan dengan teknik fakoemulsifikasi (tanpa jahitan). Tingkat keberhasilan operasi katarak cukup tinggi. Lebih dari 95% tindakan operasi menghasilkan perbaikan penglihatan apabila tidak terdapat gangguan pada kornea, retina, saraf mata atau masalah mata lainnya. menggunakan alat IOL Master untuk meningkatkan ketepatan ukuran lensa tanam yang digunakan.

Jika terdapat gangguan pada mata sekecil apapun setelah operasi, segera menghubungi dokter spesialis mata. Dokter spesialis mata dapat mengetahui apakah katarak atau masalah lainnya yang menjadi penyebab hilangnya penglihatan, dan apakah tindakan operasi diperlukan untuk mengatasi gangguan katarak.