Pemkot Tangerang Terima 30 Alat Perekam E-KTP

Tangerang - Pemerintah Kota Tangerang, Banten, menerima sebanyak 30 alat perekam data kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP).

"Ke-30 alat tersebut merupakan alat tambahan dan telah digunakan di 13 kecamatan," kata Kepala Disdukcapil Kota Tangerang Raden Rina Hernaningsih di Tangerang, Rabu.

Ia mengatakan, dengan adanya alat tambahan tersebut, maka target penyelesaian perekaman data pada bulan April akan tercapai.

Apalagi, Kemendagri telah memberikan tambahan waktu kepada Pemkot Tangerang untuk melakukan percepatan pendataan e-KTP.

Dijelaskannya pula, bila pemberian alat tambahan oleh Kemendagri tersebut bersamaan dengan 197 Kabupaten/kota lainnya.

"Kita sudah berusaha maksimal dalam melakukan pendataan seperti membuka layanan tambahan pada akhir pekan dan malam hari," katanya.

Kepala Bagian Pengendalian Penduduk pada Disdukcapil Kota Tangerang Mulyanto menambahkan, sejak dioperasikan 30 alat perekam data e-KTP, pendataan penduduk mengalami peningkatan.

Adapun berdasarkan data di masing-masing kecamatan antara lain Kecamatan Pinang sudah tercatat hingga 32.386 warga, Kecamatan Tangerang 26.880 warga, Cipondoh 24.442 warga dan Batuceper 23.721 warga.

Kecamatan Jatiuwung sebanyak 21.894 warga, Karawaci 21.835, Larangan 19.855 warga, Kecamatan Periuk 19.230 warga, Kecamatan Karang Tengah 19.052 warga, Kecamatan Cibodas 19.028 warga, Kecamatan Benda 18.136 warga, Ciledug 16.819 warga dan Neglasari 16.216 warga.

"Jadi, total seluruhnya sudah mencapai 279.494 warga atau 25,85% dari total 1,7 juta jiwa yang berhak e-KTP," katanya

BERITA TERKAIT

Wali Kota Tangerang Harapkan KSP Terwujud

Wali Kota Tangerang Harapkan KSP Terwujud NERACA Jakarta - Wali Kota Tangerang, Banten, Arief Rachadiono Wismansyah mengharapkan Kebijakan Satu Peta…

Kemendagri Perketat Pengawasan Cegah Jual Beli Blanko KTP Elektronik

Kemendagri Perketat Pengawasan Cegah Jual Beli Blanko KTP Elektronik NERACA Jakarta - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) akan memperketat pengawasan internal…

DJP TERIMA DATA DARI SWISS PADA SEPTEMBER 2019 - KPK: Pasar Modal Rentan Kegiatan TPPU

Jakarta-Wakil Ketua KPK Alexander Marwata mengungkapkan, pasar modal merupakan salah satu sektor yang rentan terhadap tindak pidana pencucian uang (TPPU).…

BERITA LAINNYA DI EKONOMI DAERAH

Pemkot Sukabumi Terus Berikan Perhatian Kepada Penyandang Disabilitas

Pemkot Sukabumi Terus Berikan Perhatian Kepada Penyandang Disabilitas NERACA Sukabumi - Walikota Sukabumi Achmad Fahmi mengakui jika fasilitas khusus untuk…

Padi Organik jadi Sektor Unggulan, Petani Dilatih Metode System of Rice Intensification

Padi Organik jadi Sektor Unggulan, Petani Dilatih Metode System of Rice Intensification NERACA Jakarta - Dalam menjalankan program tanggung jawab…

OUE Lippo Healthcare Bangun Rumah Sakit Internasional di Shenzhen

OUE Lippo Healthcare Bangun Rumah Sakit Internasional di Shenzhen NERACA  Jakarta - Grup Lippo terus melebarkan ekspansi usaha. Tak lama…