AKR Corporindo Suntik Modal Jadi Rp 100 Miliar - Dukung Kegiatan Usaha Akrida

NERACA

Jakarta - PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) menambah modal di anak usahanya yang bergerak di sektor ritel, PT Anugerah Krida Retailindo (Akrida). Kepemilikan saham perseroan pada Akrida meningkat jadi sebesar 99%. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Disebutkan, perusahaan menambahkan modal dasar di Akrida dari sebelumnya Rp 1 miliar menjadi Rp 100 miliar pada 12 Juli 2017. AKRA juga menambahkan jumlah modal ditempatkan dan disetor dari Rp 1 miliar menjadi Rp 61 miliar. Dana yang diperoleh Akrida nantinya akan digunakan untuk menunjang kegiatan usaha Akrida sekaligus untuk permodalan cucu usaha AKRA.

Kepemilikan perusahaan pada saham Akrida menjadi 99,99%. Sedangkan 0,01% saham lainnya dimiliki oleh PT AKR Niaga Indonesia. “Adapun peningkatan modal dasar, modal ditempatkan, dan modal disetor ini bukan merupakan transaksi material dan bukan perubahan kegiatan usaha utama," kata Jimmy Tandyo, Direktur AKRA.

Dia menambahkan, penambahan modal ini merupakan transaksi afiliasi antara perusahaan dengan anak usahanya, Akrida. Sebelumnya, AKRA juga melakukan diversifikasi bisnis dengan mengembangkan distribusi pelumas. Lewat anak usahanya, PT AKR Niaga Indonesia baru saja menandatangani perjanjian distribusi dengan PT Castrol Indonesia, perusahaan pelumas milik BP Global.”Produk pelumas ini akan dipasarkan untuk sektor industri, marine, pertambangan dan kendaraan komersial," ujar Bambang Soetiono, Direktur Utama AKR Niaga.

Sebelumnya AKRA dan BP telah membentuk anak usaha bernama PT Aneka Petroindo Raya, yang akan mengoperasikan gerai ritel BBM berlabel BP AKR Fuels Retail. AKRA mengempit 50,1% saham dalam perusahaan patungan itu. Unit ritel ini ditargetkan mulai beroperasi pada akhir tahun 2017 atau awal 2018 mendatang. Suresh Vembu, Direktur AKRA menambahkan, peluang di bisnis ritel bahan bakar dan pelumas masih cukup besar.

Bersama BP, AKRA juga melakukan diversifikasi ke bisnis distribusi avtur. Keduanya telah membentuk perusahaan patungan bernama PT Dirgantara Petroindo Raya. Lingkup usaha Dirgantara Petroindo meliputi pelayanan jasa bandara di Indonesia. Khususnya untuk pengoperasian dan pemasaran bahan bakar pesawat terbang.

AKRA menargetkan pertumbuhan pendapatan 20% hingga akhir tahun nanti. Suresh optimistis target itu bisa tercapai lantaran dalam tiga bulan pertama tahun ini, AKRA sudah mencetak kenaikan pendapatan 21,57% menjadi Rp 4,34 triliun.

Related posts