Dirut Perum Jamkrindo - Harus Tetap Menopang Kemajuan Koperasi dan UKM

Diding S Anwar

Dirut Perum Jamkrindo

Harus Tetap Menopang Kemajuan Koperasi dan UKM

Di usia yang ke-47, Perum Jamkrindo terus tumbuh menjadi lokomotif industri penjaminan di Indonesia."Saya tidak lama lagi akan memasuki masa pensiun atau purna tugas. Saya berharap, siapa pun pengganti saya tetap mampu mengembangkan Perum Jamkrindo dalam menopang kemajuan usaha koperasi dan UKM,” kata Dirut Perum Jamkrindo Diding S Anwar, pada perayaan milad Perum Jamkrindo ke-47 di Jakarta, Sabtu (15/7).

Diding menjelaskan, berdasarkan laporan keuangan konsolidasi Jamkrindo memiliki aset sebesar Rp14,146 triliun dan Ekuitas Rp10,626 triliun per Juni 2017."Sebagai salah satu penjamin Kredit Usaha Rakyat yang ditunjuk pemerintah, Perum Jamkrindo pada tahun ini sampai dengan 30 Juni 2017 telah menjamin KUR dengan volume penjaminan Rp24,62 triliun. Sedangkan volume penjaminan untuk kredit Non KUR sebesar Rp45,79 triliun untuk periode Juni 2017,” jelas Diding.

Sedangkan untuk total pendapatan per Juni 2017 terealisasi sebesar Rp946,2 miliar dan laba sebelum pajak Rp363,249 miliar.

Diding memastikan bahwa pihaknya terus berkomitmen memperluas pasar penjaminan dengan membuka kerjasama baru kepada perbankan maupun non perbankan."Dengan telah disahkannya UU Penjaminan No. 1 tahun 2016 dan POJK No. 1, No.2 dan No.3 Tahun 2017 oleh Pemerintah semakin mengukuhkan industri penjaminan dan membuka kesempatan Perum Jamkrindo untuk terus berkembang,” pungkas Diding.

Diding menyampaikan harapannya agar seluruh jajaran direksi dan karyawan Jamkrindo secara bersama-sama dapat lebih menyukseskan perusahaan di masa yang akan datang.“Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada para pendahulu yang sudah membawa perusahaan untuk bisa bertahan sampai saat ini,” tutur Diding.

Sebagai salah satu penjamin Kredit Usaha Rakyat yang ditunjuk pemerintah, Perum Jamkrindo sampai dengan 30 Juni 2017 telah melakukan penjaminan sebesar Rp24,62 triliun. Selain itu, laba sebelum pajak konsolidasian per Juni 2017 mencapai Rp363,25 miliar. Mohar/Rin

Related posts