Banyusumurup, Desa Pengrajin Keris

Sabtu, 14/01/2012

Suasana sejuk pedesaan akan segera menyapa setelah Anda sampai pada wilayah ini. Meski telah berkembang sebagai desa kerajinan, suasana desa ini masih seperti desa pada umumnya, tak banyak papan penunjuk seperti halnya di desa lain. Wilayah ini dapat dijangkau dengan berjalan lurus ke selatan dari perempatan terminal Giwangan dan kemudian mengambil lajur kanan menuju makam Imogiri.

Desa Banyusumurup adalah lokasi tempat dimana Anda dapat menikmati proses pembuatan beragam aksesoris keris. Mulai dari pembuatan warangka atau sarung keris, sampai pendok atau bagian tangkai keris yang berfungsi sebagai pegangan dapat Anda saksikan di desa ini. Daerah yang sejak tahun 1950-an berkembang menjadi sentra kerajinan aksesoris keris ini, dapat dijadikan salah satu referensi berwisata jika berlibur ke Yogyakarta.

Jika Anda bandingkan dengan desa-desa lain di daerah Yogya, para pengrajin aksesoris keris Banyusumurup selalu memproduksi aksesoris yang baru setiap harinya. Hal inilah yang membedakan dengan para pengrajin aksesoris keris di desa-desa lainnya yang hanya bergantung pada pesanan. Di desa ini para perajin dalam memproduksi aksesoris keris, masih dalam skala rumahan belum berkembang menjadi sanggar atau merk khusus aksesoris keris.

Proses pembuatan warangka keris di desa ini masih menggunakan alat-alat sederhana, berupa palu, paku tatah, dan alas yang terbuat dari bahan aspal. Dalam proses pengerjaannya dapat dikatakan lebih sederhana dari membuat hiasan keris, sebab tak perlu melebur bahan terlebih dahulu. Kemudian jika Anda melanjutkan perjalanan ke rumah-rumah produksi lain, juga dapat melihat proses pembuatan pendok (gagang keris). Umumnya pendok ini dibuat dengan dua bentuk, yaitu dengan gaya Solo yang lebih besar dan lengkung serta gaya khas Yogya sendiri yang agak kecil.