Harga Beras di Bogor Stabil Setelah OP

Kamis, 12/01/2012

Bogor - Harga beras di sejumlah pasar tradisional di Kota Bogor, Jawa Barat, pada Selasa cenderung stabil setelah pelaksanaan operasi pasar (OP) yang digelar dinas perindustrian dan perdagangan setempat.

Saat ini harga beras jenis IR 64 di tujuh pasar tradisional di Kota Bogor berkisar antara Rp7.500 hingga Rp7.600 untuk kualitas sedang dari sebelumnya mengalami kenaikan hingga 10%.

Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Bogor M Sinaga mengatakan operasi pasar yang digelar pihaknya selama empat hari terakhir ini telah menekan harga beras di pasaran yang semula berkisar Rp 8.000 per kg turun sekitar Rp 500 hingga Rp 1.000 per kg.

"Setelah tiga hari pelaksanan operasi pasar, kami melihat harga beras cenderung tetap dan tidak fluktuatif seperti pekan lalu yang tiap hari naik Rp 100 sampai Rp 200 per kg," kata Sinaga.

Sinaga mengatakan, sebanyak 50 ton beras telah disiapkan dalam operasi pasar tersebut. Selama empat hari pelaksanaan sebanyak 20 ton beras telah disalurkan ke tujuh pasar tradisional yang ada.

Ketujuh pasar tradisional tersebut adalah Pasar Kebon Kembang, Pasar Jambu Dua, Pasar Merdeka, Pasar Sukasari, Pasar Padasuka, Pasar Bogor, dan Pasar Anyar.

Dalam operasi pasar tersebut, Disperindag menjual beras seharga Rp6.500 per kgnya.

Dikatakannya, secara teknis, pelaksanaan operasi pasar, pihaknya akan menyerahkan penjualan kepada agen yang menjadi rekomendasi Bulog.

Agen masing-masing tersebar di tujuh pasar tradisional di Kota Bogor. Para agen dapat menjual beras ke pengecer dan masyarakat umum.

"Untuk pengecer kita batasi dapat membeli hingga 1 ton, tapi harus menjual dengan harga yang sudah ditetapkan. Sedangkan untuk masyarakat hanya boleh membeli 20 kg," katanya.

Sinaga menambahkan, operasi pasar akan terus digelar sampai harga beras stabil di pasaran.

"Kita akan gelar OP sampai stok habis. Jika sampai jatah 50 ton habis, tapi harga masih juga fluktuatif akan dilakukan penambahan," katanya

Di Cianjur Naik

Dinas Perindustrian dan Perdagangan Cianjur, Jabar, belum memutuskan untuk menggelar operasi pasar, meskipun harga beras terus mengalami kenaikan di pasaran.

Kasi Bina Distribusi Disperindag Cianjur, Yudi Adhi Nugroho, menjelaskan, Selasa, berdasarkan Permendagri nomor 22 Tahun 2005, disebutkan, OP digelar jika kenaikan harga beras mencapai 25% dibandingkan harga pada tiga bulan ke belakang selama satu minggu.

Saat ini, jelas dia, kenaikan beras baru mencapai 13%, dari semula Rp7.400 per kg kini mencapai Rp8.300 per kg.

"Kenaikan harga saat ini, belum bisa kita gelar OP. Namun, secara rutin, kami melakukan pemantauan pergerakan harga beras di pasaran," katanya.

Dia mengatakan, kenaikan harga beras padaawal tahun dipastikan selalu terjadi. Berdasarkan pengalaman tersebut, pihaknya memperkirakan harga beras akan kembali stabil pada akhir Januari ataupun awal Februari.

"Pasalnya pada awal tahun tersebut sudah banyak lahan sawah yang dipanen. Semoga tahun ini, hasilnya bagus, sehingga harga beras dapat kembali stabil," ucapnya.

Meski telah memperkirakan hal tersebut, pihaknya bersama Bulog, telah mempersiapkan persediaan beras hingga masa panen tiba. Bahkan pihaknya memastikan stok beras untuk kebutuhan masyarakat Cianjur, masih dalam kondisi aman.

Sementara itu, dia menjelaskan, selain beras, sejumlah harga kebutuhan pokok di Cianjur, mengalami kenaikan. Diantaranya, minyak goreng curah yang mencapai Rp10.700 dari semula Rp10.000 per kg atau naik sekitar 6%.

Gula merah, naik Rp12.000 dari sebelumnya Rp8.500 per kg. Cabe merah, naik menjadi Rp36.000 dari Rp35.000per kg dan cabe rawit dari Rp12.000 menjadi Rp20.000per kg.

Sedangkan jenis komoditas yang mengalami penurunan, ungkapnya, wortel dari Rp7.000 menjadi Rp6.000 per kg. Serta sejumlah komoditas yang masih stabil harganya, seperti daging sapi Rp63.000 per kg, daging ayam Rp24.000 per kg, telor Rp16.000 per kg, bawang merah Rp8.000 per kg dan bawang putih Rp7.000 perkg.

Topik Terkait

pasar padasuka bogor